Thursday, May 06, 2010

Susahnya Mengharamkan Minuman Alkohol di Bahrain


Anggota parlemen Bahrain UEA akhirnya menyetujui undang-undang yang akan memberlakukan larangan terhadap minuman alkohol, namun larangan tersebut hanya berlaku untuk umat Islam saja; sehingga memungkinkan non-Muslim untuk minum minuman haram tersebut di tempat-tempat yang ditetapkan oleh pemerintah, lapor sebuah koran lokal pada hari Selasa kemarin (4/5).

Dalam sesi dimana adanya modifikasi beberapa pasal pengenaan pidana yang diajukan untuk dipilih, Ali al-Saleh, ketua Dewan Konsultatif, meminta anggota parlemen untuk tidak membesar-besarkan persoalan minuman alkohol dalam interpretasi mereka atas hukum Islam, harian independen Bahrain al-Wasat melaporkan.

Wakil ketua dewan konsultatif, Jamal Fakhro, menyatakan bahwa membaca laporan yang ditulis oleh komite dan mendengarkan perdebatan anggota parlemen tentang larangan alkohol terungkap bahwa mereka berfokus lebih pada dimensi religius terhadap masalah ini.

"Mereka telah lupa bahwa Bahrain adalah sebuah negara sipil yang diatur oleh konstitusi, dan tempat tinggal untuk semua agama selain Islam, yang merupakan agama resmi dan sumber utama undang-undang," kata Fakhro.

Larangan minuman alkohol adalah subyek perdebatan yang sengit di parlemen Bahrain, beberapa anggota parlemen menentang gagasan terhadap larangan minuman alkohol sama sekali sementara yang lain menginginkan diterapkannya larangan untuk semua penduduk, Muslim dan non-Muslim.

Meskipun akhirnya tercapai sebuah kompromi dengan membatasi larangan hanya untuk umat Islam saja, anggota parlemen dari kubu liberal tetap memperingatkan dampak dari memberlakukan larangan tersebut, terutama terkait perekonomian dan pendapatan negara yang bersangkutan.

"Larangan itu akan berdampak negatif terhadap investasi di Bahrain," kata anggota parlemen Khaled Al-Moayed. "Saya heran mengapa ulama bersikeras campur tangan dalam urusan politik dan ekonomi."

Kelompok Liberal dan juga anggota kamar dagang dan industri sangat mendukung pendapat Moayed, yang semuanya berpendapat bahwa sebagai negara yang ramah terhadap investasi dengan ekonomi pasar bebas, Bahrain akan menderita kerugian jika larangan tersebut diterapkan.

Sedangkan kubu Islam menyatakan larangan parsial itu terlalu banyak kompromi, mereka meminta hukum larangan minum minuman beralkohol diterapkan untuk semua orang.

Abdul-Halim Mourad, anggota parlemen dari kubu Islam al-Asala, mengkritik undang-undang baru itu dan mencemooh apa yang dilihatnya dengan menjadikan alasan pasar terbuka di Bahrain untuk melegalkan minuman alkohol.

"Ini bukan sebuah pasar terbuka. Yang terbuka adalah jalan menuju ke neraka," katanya menegaskan.(fq/aby)

Jadikanlah Allah sebagai Tujuan Utama Amal Kita

oleh Syaikh Muhammad Mahdi 'Akif


Segala puji bagi Allah, Shalawat dan salam kepada Rasulullah SAW.

Pada proses kelahiran atau persalinan biasanya terdapat rasa sakit. Namun pada saat yang sama hal itu merupakan pertanda akan datangnya sebuah kabar gembira. Pertanda hadir dan lahirnya sebuah kehidupan baru.

Umat Islam beberapa tahun terakhir merasakan berbagai macam rasa sakit dan penderitaan akibat ulah Firaun zaman modern. “Sesungguhnya Fir'aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah, dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Firaun termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan.” (Al-Qashash: 4)

Namun janji Allah SWT pasti akan tiba yaitu mereka yang tertindas oleh kekuatan Firaun akan diberi pertolongan. “Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi, dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Fir'aun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu .” (Al-Qashash: 5 - 6)

Perhatikan sejarah

Bagi mereka yang berpangku tangan akan masalah yang menimpa Al Aqsha, juga bagi mereka yang menyerah pada kekuatan musuh, inilah kesaksian kami: “Orang-orang yang ditinggalkan itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat dalam panas terik ini". Katakanlah: "Api neraka jahanam itu lebih sangat panas" jika mereka mengetahui. (At Taubah: 81)

Lebih dari 57 tahun umat Islam terperangkap dalam jerat zionisme Israel yang membawa berbagai virus kerusakan. Mereka menguasai Al Quds, merampas berbagai peninggalan yang amat bersejarah; tembok Buroq, tempat lahirnya Isa, peningalan para nabi-nabi, lokasi kubur para pejuang Islam. Virus kerusakan yang menjangkit ini terus bergerak menghancurkan Palestina “Mereka tidak memelihara kerabat terhadap orang-orang mu'min dan tidak perjanjian. Dan mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.” (At Taubah: 10)

Demokrasi yang diteriakkan oleh Bush, Lord Balfour dan teman-temanya semakin membuat virus ini bertambah gila. Sesungguhnya penjajahan Inggris yang berlangsung selama 28 tahun atas bumi Palestina merupakan langkah awal bagi berdirinya Negara Yahudi. Pada saat diproklamirkan tahun 1948 jumlah bangsa Yahudi telah mencapai 605.000 jiwa padahal pada awal penjajahan Inggris jumlah mereka hanya 56.000 jiwa saja!!!

Bangsa Barat yang katanya pejuang HAM tak berbuat apa-apa pada saat penduduk Palestina yang berasal dari 531 kota dan desa terusir dari kampung mereka pada tahun 1948. Mereka adalah penduduk asli dari tanah air yang kini bernama Israel. Lebih dari 92% tanah Israel yang ada pada hari ini adalah milik pengungsi palestina yang diambil secara paksa.

Warga Palestina dipengungsian kini berjumlah sekitar 5.200.000, namun organisasi internasional yang mengurusi para pengungsi hanya mengurusi sekitar 4 jutaan dan bantuan yang diberikanpun berkurang dari tahun ke tahun.

Pembantaian Zionis atas bangsa Palestina

Bertahun-tahun secara langsung dan tak langsung Inggris terlibat dalam 17 kali aksi pembantaian atas bangsa Palestina yang dilakukan oleh Bangsa Yahudi. Hampir semua bumi Palestina berwarna merah darah; pembantaian Dir yasin, Sobro dan Syatilla, Bahrul Baqardan lain sebagainya. Ribuan orang terusir dari kampungnya, mereka yang lari ke masjid dan gereja pun tak luput dari pembantaian. Tercatat lebih dari 24 kali peristiwa pembantaian dilakukan oleh bangsa Yahudi dan anehnya pihak Barat mengatakan bahwa itu hanya peristiwa kecil yang tak perlu dibahas lebih lanjut.

Pembantaian demi pembantaian; Derita demi derita

Jika pada hari ini kita memperingati hari Nakbah 15 Mei 1948, maka ada satu hal yang tetap ingin disampaikan oleh Ikwanul Muslimin bahwa meskipun penderitaan ini telah berlangsung 57 tahun namun kita tak akan melupakan hak rakyat Palestina atas tanah air mereka. Para ulama dan fuqoha pun berijma dan bersepakat bahwa jika ada tanah umat islam yang dirampas, maka semua umat islam wajib membebaskannya. Baik yang besar, kecil, laki-laki bahkan dalam kondisi seperti ini para wanita tak perlu lagi izin suaminya untuk berjihad. “Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (At-Taubah: 41)

Sesungguhnya derita yang dialami oleh saudara kita di Palestina yang telah berlangsung selama lebih dari 57 tahun ini akan terus hidup bersama kita, siang malam. Semenjak Negara Israel diproklamirkan sampai pada hari ini, penderitaan tak pernah henti. Tangis para ibu ang kehilangan anaknya. Jeritan mereka yang ditahan di penjara-penjara Israel. Ini bukan derita satu hari atau satu tahun, namun ini telah berlangsung sampai hari ini!!!

Setelah 57 tahun, Nakbah ini…Derita ini, tak hanya di rasakan oleh Bangsa Palestina saja. Namun perlahan virus penjajahan ini terus menjalar ke sekujur tubuh ummat Islam tanpa terasa. Dia memporak-porandakan Somalia, merampas kekuatan Libya, menjajah Afghanistan, membumihanguskan Irak, mengepung Syria dan Iran, memunculkan beragam fitnah di Libanon, dia berusaha memecah belah Sudan bahkan virus keji ini telah memiliki pangkalan militer di berbagai Negara Arab.

Virus ini berjangkit dengan tanpa terasa. Secara tak langsung ia menjerat umat Islam. Kadang dengan bantuan pinjaman utang Luar Negeri, kadang dengan dipaksakannya sebuah sistem pendidikan yang memihak ke Barat dan Amerika bahkan kadang dengan bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan, kadang juga dengan serbuan budaya bebas nilai, seks bebas atau bahkan dengan bungkus toleransi dan kebebasan beragama juga dengan isu HAM dan isu demokrasi, reformasi dan lain sebagainya.

Kini virus keji itu berbicara dengan bahasa perdamaian yang mengandung makna “menyerah” yang penuh dengan fatamorgana. “Dan orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang datar, yang disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya air itu dia tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya Allah disisinya, lalu Allah memberikan kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah sangat cepat perhitungan-Nya . (An Nuur: 39).

Berbagai pembicaarn damai telah digelar, mulai dari Oslo, Camp David, Sarm Syeikh, Peta Jalan Damai dan lainnya namun tak ada hasilnya. Malah yang terjadi adalah pemutar balikkan fakta. Rakyar palestina menjadi pengungsi, aksi bom syahid dikatakan sebagai aksi terorisme, tanah yang dirampas menjadi pemukiman, penjajah menjadi penduduk asli, para pejunag Hamas dan Jihas Islam disebut sebagai perusak dan teroris. Maka semaki lengkaplah derita umat Islam ini. “Sesungguhnya dari dahulupun mereka telah mencari-cari kekacauan dan mereka mengatur pelbagai macam tipu daya untuk mu, hingga datanglah kebenaran dan menanglah agama Allah, padahal mereka tidak menyukainya” (At-Taubah; 48). Bukan hanya sisi politik Umat islam yang dirampas, namun sector ekonomi umat islam juga semakin terancam dengan diberlakukanyya pasar bebas di kawasan Timur Tengah.

Kepada Rakyat Palestina

Wahai para pejuang sejati, lemahnya posisi membuat kami tak dapat berjihad langsung bersama kalian menghadapi apa yang kalian hadapi, menyongsong janji Allah:

Perangilah mereka, niscaya Allah akan menghancurkan mereka dengan tangan-tanganmu dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kamu terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman.” (At-Taubah: 14)

Mohonlah pertolongan pada Allah dan bersabarlah. Satukan barisan. Jangan tertipu oleh dunia. Juga jangan kalian disibukkan oleh urusan konflik politik sehingga melupakan problem asasi kita yang sebenarnya. Ingatlah bahwa inti kekuatan kalian terletak pada persatuan dan kuatnya persaudaraan. “Janganlah kamu lemah dan minta damai padahal kamulah yang di atas dan Allah pun bersamamu dan Dia sekali-kali tidak akan mengurangi pahala amal-amalmu.” (Muhammad: 35)

“Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka . Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan , sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (An -Nisa: 104)

Wahai Umat Islam

Berbuatlah sesuai dengan realita. Kita memiliki modal untuk bangkit. Sikap keprajuritan adalah langkah awal kemenangan. “Atau siapakah dia yang menjadi tentara bagimu yang akan menolongmu selain daripada Allah Yang Maha Pemurah? Orang-orang kafir itu tidak lain hanyalah dalam tertipu.” (Al-Mulk: 20)

Hendaknya langkah awal kalian adalah kembali pada Allah SWT, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (Al-A’raf; 96)

Wahai para Pemimpin

Sesungguhnya Hari Kiamat itu akan sangat dahsyat. Masing-masing manusia akan menghadap Allah SWT. “Dan tiap-tiap mereka akan datang kepada Allah pada hari kiamat dengan sendiri-sendiri.” (Maryam: 95)

Kami khawatir akan beban berat yang kalian emban. “Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban mereka, dan beban-beban di samping beban-beban mereka sendiri, dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan.” (Al-Ankabut: 13). Ingatlah akan rakyat kalian yang kalian pimpin, ini adalah amanah. Jnagn sampai pada hari kimat nanti ini akan menjadi penyesalan.

Pada para Kader Ikhwan

Ingatlah selalu syiar kalian. Jadikan Allah SWT sebagai tujuan utama dalam setiap aktifitas yang dilakukan. Bukankah Allah memberikan kabar gembira bagi mereka yang berniat tulus dan berhati baik. “kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,” (Asy-Syuara: 89)

Jadikan Rasulullah saw sebagai teladan yang terus hidup dalam jiwa kalian yang akan membangkitkan semangat kalian. “Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.” (At Taubah: 128)

Berdoalah terus untuk Al-Aqsha. Dan jadikanlah Al-Qur’an sebagai pedoman hidup kalian dan bekal dalam perjalanan juga sebagai landasan dalam bermuamalah dengan manusia yang lain.

Ingatlah bahwa siapa saja yang menginginkan kehidupan akhirat maka itu dapat diraih dengan pertolongan Al-Qur’an. Juga barang siapa yang menginginkan kehidupan dunia, maka juga dengan wasilah Al-Qur’an. Bahkan yang menginginkan kebahagiaan pada keduanya, juga dengan Al-Qur’an.

“Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu , maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mu'min bertawakkal.” (Ali Imran: 160)

(disampaikan pada Risalah Ikhwan edisi Mei 2005)

Monday, May 03, 2010

Mungkinkah akan berlaku sebegini di tanahairku?

SEORANG wanita yang menunggang motosikal ditahan kerana memakai seluar ketat di Banda Aceh pada Disember lalu.

12 Jamadil Awal 1431H.
Mr. President

Polis tahan gadis pakai seluar ketat.

BANDA ACEH - Seorang gadis yang hanya dikenali sebagai Yuli berjanji akan memakai pakaian bercirikan keislaman selepas dia ditahan oleh polis pencegah maksiat di sini baru-baru ini.

"Saya berjanji akan membeli pakaian yang lebih bercirikan keislaman," katanya yang ditahan ketika sedang menunggang motosikal.

Dia menunjukkan reaksi kesal semasa ditahan oleh seorang anggota polis lelaki.

Semasa ditahan, dia memakai seluar jean ketat dan blaus yang dianggap tidak mencerminkan pakaian Muslim.

Pasukan polis itu mempunyai 1,500 anggota termasuk 60 wanita.

Dalam operasi yang dilakukan polis itu, sebanyak 18 wanita ditahan kerana memakai pakaian terlalu ketat dan baju yang menunjukkan bentuk tubuh badan mereka.

Seramai tiga lelaki ditahan kerana memakai seluar pendek.

"Kita perlu menghormati undang-undang syariah yang telah diguna pakai oleh pemerintah wilayah dengan menetapkan wanita cuma boleh menunjukkan wajah dan tangan mereka," kata ketua polis maksiat itu, Hali Marzuki.


SEORANG anggota polis pencegah maksiat (kanan) memberi nasihat kepada beberapa wanita (dua dari kiri) kerana memakai pakaian ketat di Banda Aceh pada Disember lalu.

Sunday, April 25, 2010

Muhammad Yusuf bin Ahmad atau lebih dikenali sebagai Tok Kenali


Naim Qlate

Muhammad Yusuf bin Ahmad atau lebih dikenali sebagai Tok Kenali (1868 – 1933) ialah seorang tokoh tokoh ‘Ulama’Ulung , guru agama Islam yang agung, tokoh pembangun pemikiran umat Islam di dunia dan pencetus ilmu pengajian Islam di Malaysia dan Asia Tenggara khususnya, di awal abad ke-20. Beliau seorang Alim Rabbani yang dalam hidupnya banyak berpandukan kitab Suci Al-Quran disamping Sunnah Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wasallam. Beliau disebut juga sebagai seorang yang memilih hidup sederhana dan juga seorang wali keramat dan mendapat ilham daripada Allah dan ilmu laduni (Ilmu Kurniaan Ilahi tanpa belajar).

Tok Kenali - Tokoh Besar Ulama Kelantan

Bagi seseorang yang mengkaji sejarah tanah air, lebih-lebih lagi menyelidiki “sejarah kelantan’ maka dia secara langsung atau tidak, akan menemui nama Tuk kenali’. Mengikut perkembangan sejarah, Tuk Kenali adalah merupakan seorang pembangun fikiran umat Islam di dunia sebelah sini menerusi pengajaran kepada murid-murid yang bertebar pada beberapa tempat di Alam Melayu, juga melalui fikiran-fikirannya yang membina menerusi majalah “Pengasuh”, keluaran Majlis Agama Islam dan Adat istiadat Melayu kelantan dan majalah “Al-Hikmah” sebuah majalah pengatahuan yang antara lain yang sedang bersemarak di masa ini.

Sesuatu perkara yang menarik perhatian kita ialah perjuangan dan penghidupan Tok Kenali adalah agak nyata. Beliau banyak menerima pengaruh dari ajaran-ajaran Failasuf islam Al-Iman Ghazali , (1058-1111M) seorang pembangun dan pembina fikiran umat Islam yang banyak membuat pembaharuan dalam acara mengupas soal-soal agama berdasarkan ajaran-ajaran kitab suci Al-Quran dan hadis di samping memperoleh ilmu ladunni di zaman silam. Melihat kepada perjuangannya, kita mendapati cara perjuangannya hampir-hampir sama dengan perjuangan Syaikh Muhammad Abduh (1849-1905M) , seorang pembawa pembaharuan pemikiran umat Islam yang meletakkan kitab Al-Quran sebagai asas perjuangannya dan perjuangannya adalah secara melyeluruh menyedar dan membina masyarakat dalam aspek hidup, agama, ilmu pengatahuan, politik, sosial ekonomi dan lain-lain yang secara kebetulan di masa Tuk kenali berada di kota Suci Makkah dan semasa beliau melawat ke Mesir 1322H (1904M) merupakan akhir zaman Syaikh itu.

Untuk selanjutnya marilah sama-sama kita mengikuti garis-garis perjuangan beliau dan cebisan riwayat hidup beliau sebagai berikut:

Kelahiran Tok Kenali

Beliau dilahirkan di Kampung Kenali, Kubang Kerian, Kota Bharu, Kelantan kira-kira pada tahun 1287H (1870M*) dengan nama Muhammad Yusof (pernah disebut sebagai Awang sahaja) iaitu di penghujung pemerintahan Sultan Muhammad II (1837-1886M) . Bapanya seorang petani bernama Ahmad, manakala Fatimah, ibunya adalah seorang insan yang sopan dan bercita-cita tinggi dan murni.

Latar Belakangnya

Muhammad Yusoff dilahirkan dalam keluarga yang sederhana, dan ini adalah membentukkan sifat peribadinya yang tidak menonjol. Bapanya seorang petani manakala ibunya bagaimana kebiasaan orang-orang di kampungnya adalah bekerja menolong pekerjaan suaminya.

Sebelum melanjutkan pelajaran ke luar negeri, Muhammad Yusof telah mula belajar pada datuknya sendiri Encik Salleh (Tok Leh) iaitu dalam pelajaran membaca kitab suci Al-Quran dan pelajaran tulis-menulis. Sesudah itu dia menyambungkan pelajaran ke masjid Besar Al-Muhammadi, Kota Bharu dan tempat-tempat pengajian lain di sekitar kota Bharu dalam pelajaran Bahasa Arab, nahu, saraf juga pengetahuan agama.

Isterinya ialah Cik Ruqayyah Mahmud. Beliau dikurniakan empat orang anak, iaitu Ahmad, Muhd Shaalih, Mahmud dan Abdullah Zawaawi.

Perlu disebutkan bahawa datuknya adalah seorang yang lebai, warak, mempunyai sedikit sebanyak ilmu-ilmu agama untuk panduan hidup, seorang yang mempunyai kesedaran, mematuhi peraturan-peraturan agama dan gemar berbuat ibadat semata-mata mencari keredaan Allah.

Bapanya meninggal dunia sewaktu umurnya baru meningkat 5 tahun. Beliau dilantik di bawah pengawasaan datuknya menyebabkan pengaruh bapanya kurang terasa dalam corak hidupnya. Di samping itu, nenek perempuan tirinya, Tuk Mek ngah turut memberikan pendidikan yang baik kepadanya termasuk pengawasan terhadap punca-punca makanan yang hendak disajikan. Menurutnya pengaruh-pengaruh makanan-makanan yang haram adalah membawa akibat yang buruk dalam penghidupan di dunia ini, lebih-lebih lagi di akhirat.

Kebolehan Luar Biasa

Kecenderungan Tuk Kenali dalam pelajaran adalah nyata sejak kecil lagi. Perasaan ingin maju dan ingin tahu adalah meluap-luap di dadanya. Dalam tempoh yang pendek dia telah dapat mengkhatami pembacaan kitab suci Al-quran dan dapat menulis dengan baik. Kerana itu tidaklah hairan mengapa dia telah dipilih oleh penggawa daerahnya untuk menjadi seorang kerani sebagai pembantunya dalam mengira dan menguruskan hasil-hasil tanaman dan kebun di kawasan tersebut sewaktu dia berusia antara tujuh ke lapan tahun.

Dalam beberapa laporan lain, misalnya laporan dari salah seorang penduduk Kubang Kerian yang menceritakan pada wartawan Majalah Tiga yang ditayangkan pada Sabtu, 13 Jun 2009.Pemuda itu menceritakan bahawa ayahnya telah menceritakan kepadanya tentang kisah kebolehan Tok Kenali. Bapanya mencritakan bahawa pada suatu ketika,di sebuah kampung di Kelantan,terdapatny a beberapa masyarakat Melayu Kelantan lama yang suka menyabung ayam dan menyabung lembu,keadaan pesta menyabung itu sangat bising dan hiruk pikuk lantaran keasyikan masyarakat yang suka pada perbuatan menyabung haiwan,(pada kebiasaannya perbuatan menyabung haiwan dapat menyebabkan masyarakat penyabung terdedah dengan kegiatan judi dan pergaduhan). Oleh demikian,Tok Kenali dan beberapa orang kampung telah terganggu akan kebisingan pesta sehinggakan Tok Kenali pada waktu itu beranggapan dan melafazkan bahawa terdapatnya rumah terbakar dikampung itu.Dengan kuasa Allah, pada petang hari pesta menyabung itu juga,kebanyakan dari rumah-rumah penyabung haiwan itu telah dijilat api keseluruhannya. Maka begitulah kekuasaan Allah SWT terhadap hambanya yang beriman dan ingkar.

Menyambung Pelajaran Ke Kota Bahru

Sewaktu berusia antara sembilan ke sepuluh tahun, Muhammad Yusof telah mengambil langkah bagi menyambung pelajarannya ke Kota Bharu. Tempat pertama yang ditujunya ialah ke masjid Al-Muhammadi, di mana terdapat beberapa orang guru agama dan beratus-beratus orang murid dari seluruh ceruk Negeri Kelantan menyembung pelajaran mereka ke sini. Sekitar masjid besar ini, dewasa ini penuh dengan pondok-pondok (asrama) penuntut.

Dalam masa menuntut di sini beliau berguru kepada Tuan Haji Wan Ismail (ayahnda Datuk Perdana Menteri Paduka Raja, Kelantan, Dato' Nik Mahmud) Beliau belajar bersama-sama Encik Idris yang kemudiannya menjadi “Mufti Kerajaan Kelantan”’ Selain iatu beliau berguru kepada Tuan Guru Hj. Ibrahim, penambang (Mufti kerajaan Kelantan) Syaikh Muhammad Ali bin Ab. Rahman (Wan Ali) Kutan dan kepada Tuan Guru Padang (Hj. Ahmad) Kota Bharu.

Melanjutkan Pelajaran Ke Tanah Suci Mekah

Sebagai seorang pelajar, Tok Kenali telah menaruh cita-cita yang kuat untuk melanjutkan pelajaran ke Mekah. Pada tahun 1887M (1305H). Menjelang umurnya kira-kira 18 tahun, Tok Kenali menjejak Tanah Suci Mekah untuk meninggikan pelajaran agamanya di samping menunaikan rukun islam yang kelima, ibadat Haji iaitu sesudah enam bulan mengalami kesusahan di Lautan Hindi disebabkan kerosakan kapal yang ditumpanginya.

Penghidupan Tok Kenali di Tanah Suci Mekah

Pemergian Tok Kenali ke Tanah Suci Melah adalah semata-mata atas bantuan daripada sahabat dan kenalan beliau di Kota Bharu yang berjumlah kira-kira RM50.00 dan sumbangan daripada ibunya cuma berjumlah RM22.00. Kesukaran yang di hadapi Tok Kenali di rantau orang tidak dapat digambarkan lagi. Hampir tujuh bulan beliau di sana tanpa tempat kediaman yang tetap. Semasa itu beliau menginap di serambi Masjidil Haram, Mekah, dan hanya dapat tidur serta berehat-rehat bila menjelang sesuku malam disebabkan Masjidil Haram merupakan pusat ibadat tawaf, sa’i, sembayang dan sebagainya.

Pakaiannya sederhana, begitu juga tentang pemilihan makanannya untuk menampung kekosongan di waktu pagi dan petang. Memandangkan kedudukan ini, beliau pernah ditugaskan menjadi tukang masak sementara dalam sesuatu perkelahan atau antara kawan-kawannya di wadi-wadi (lembahan) dan di pinggir-pinggir bukit-bukit nan tandus.

Perkembangan Pelajaran

Sebelum beliau keluar negeri dahulu, beliau telahpun mempunyai pengetahuan- pengetahuan asas dalam pelajaran-pelajaran yang telah dipelajari ketika itu . Beliau telah pun menguasai pengetahuan bahasa arab (Nahu dan Sarafnya) bagi mengikuti setiap segi jurusan pengetahuan agama di masa itu. Perkara-perkara ini adalah melayakkan Tuk Kenali untuk menerima dan mengikuti pelajaran-pelajaran nya yang sedang berkembang dewasa ini di Tanah Suci Makkah.

Tuk Kenali terpaksa belajar mendengar sahaja tanpa kitab. Di samping itu juga beliau terpaksa membaca di kedai-kedai kitab dengan meminta izin tuan-tuan kedai itu untuk membaca dan menatap kitab-kitab jualannya dalam tempoh yang agak lama dengan cara yang cermat sekali. Kitab-kitab Wakaf yang ada dalam simpanan di Masjid Al-Haram juga dipergunakan untuk memahami kuliah-kuliah gurunya . Selain itu, Tuk Kenali terpaksa pula meminjam kitab-kitab gurunya sendiri. Kerana kemiskinanlah agaknya , membawa Tuk Kenali mengharungi lautan ilmu dan kemajuan melebihi kawan-kawannya yang lain

Jelaslah bahawa Tuk Kenali banyak sekali membaca dan menatap kitab-kitab buah tangan ulamak dan para failasuf islam yang telah dan sedang tersebar di dunia islam dewasa itu. Beliau juga mempunyai sifat suka bertanya dan mengkaji pelajarannya sebelum pelajaran itu di ajar oleh gurunya dengan mengadakan perbandingan- perbandingan sendiri dan pergalaman sendiri. Banyak membaca dan banyak membuat kajian adalah merupakan faktor-faktor besar dalam perkembangan ilmu seseorang pelajar atau siswa.

Antara guru-guru di Masjid yang namanya banyak disebut-sebut oleh Tuk Kenali ialah Tuan Guru Wan Ahmad atau nama penuhnya Wan Ahmad bin Muhammad Zain yang terkenal sebagai seorang pengarang sesudah nama Syaikh Daud Patani. Kepada Guru inilah Tuk Kenali mendapat bimbingan dan bantuan baik dari segi ilmu pengetahuan mahupun penghidupan. Disamping itu, terdapat beberapa orang guru dari patani dan indonesia yang mungkin mendapat perhatian Tuk kenali disamping guru-gurunya yang terdiri daripada orang-orang Arab.

Lawatan Tok Kenali ke Mesir

Dalam tahun 1904M, Tok Kenali telah melawat Mesir bersama Tuan Guru Wan Ahmad, Encik Nik Mahmud (yang kemudiannya bergelar Datuk Perdana Menteri Paduka Raja Kelantan) dan Hj. Ismail Patani. Garis-garis kasar lawatan ini adalah menunjukkan bahawa lawatan beliau ke Mesir adalah berbentuk lawatan sambil belajar terutama kerana mengkaji hal-hal perkembangan pelajaran yang berhubung dengan Agama Islam di Universiti Al-Azhar dan lain-lain tempat pengajian di sekitar kota Kahirah.

Pulang ke Tanah Air

Pada tahun 1909M (1327 H) iaitu sesudah menjalani pengajian selama 22 tahun di tanah suci mekah, maka Tuk kenali pun pulang ke tanah air iaitu ke Kelantan seterusnya pada tahun 1911M (1329M) beliau mula membuka pondok Kenali, sebuah tempat pengajian yang kemudiannya menjadi pusat pengajian agama di semenanjung ini. Dua tahun kemudian , beliau menjadi guru di masjid Besar Al-Muhammadi, kota Bharu yang waktu itu menjadi pusat pengetahuan agama terbesar di kelantan, malahan juga dikenali di Semenanjung sebagai Serambi Mekkah.

Murid-murid dari seluruh kelantan telah membanjiri pondok-pondok yang terletak berderet-deret di sepanjang jalan di kawasan masjid dan di kawasan Kubang Pasu. Selain itu, bukan sedikit murid-murid dan pelajar-pelajar dari luar negeri datang yang menceduk pengetahuan agama daripada guru-guru yang terkenal . Selain daripada Tuk kenali, mereka belajar pada Tuan Guru Hj. Nik Abdullah, Tuan Guru Hj.Idris (yang kemudiannya berjawatan “Mufti kelantan) dan lain-lain.

Memandang hak-hak kemasyarakatan di kampung sendiri perlu pula dititik beratkan, maka Tuk kenali terpaksa pula menetap di kampungnya sendiri iaitu sesudah lima tahun mengajar di Masjid Besar Al-Muhammadi. Dewasa itu pondok kenali kembali bersemarak sehingga namanya termasyur ke serata ceruk rantau Semenanjung ini, malah sampai ke Indonesia (terutama Sumatera) kemboja, Patani dan lain-lain. Jumlah pelajar-pelajar yang menetap di asrama (Pondok) meningkat 400 orang suatu jumlah yang besar dalam pertumbuhan pengajian Islam dikala itu.

Dalam menjalankan tugasnya, Tuk kenali menetapkan beberapa buah kitab pelajaran (teks) dalam berbagai-bagai jurusan, iautu pengajian Bahasa dan pengetahuan- pengetahuan Agama islam dalam berbagai-bagai peringkat pelajaran. Beliau sendiri banyak mengambil peranan dalam mengembangkan pengetahuan Bahasa Arab, manakala pelajaran-pelajaran lain diperkembangkannya selaras dengan kehendak-kehendak masyarakat dewasa itu. Murid-murid beliau yang telah matang dalam pengajiannya dilantiknya menjadi kepala telaah (guru Kumpulan) disamping itu, kitab-kitab agama dalam tulisan jawi diajarkan juga kepada pelajar-pelajar dan orang-orang kampung. Menerusi pengajian-penjagian kepada orang-orang dewasa inilah lahirnya cerita-cerita tauladan yang kadang-kadang mengggelikan, sebagai suatu cara untuk menarik perhatian murid-murid kepada pelajaran yang sedang ditumpukan. Suatu hal yang agak luar biasa bahawa dalam masa mengajar itu, Tuk kenali mengajar tanpa kitab, di hadapannya tiada kitab-kitab pelajaran sedangkan muridnya mempelajarinya dengan menggunakan kitab. Ililah menunjukkan bahawa Tuk kenali adalah seorang yang mempunyai daya ingatan yang kuat.

Kemasyuhuran Tuk kenali telah menarik ramai pelajar Islam dari serata ceruk semenanjung. Antara mereka ini ada yang telahpun mempunyai kematangan dalam pengetahuan Agama islam datang untuk mengenal wajah dan mengikuti sebahagian pelajaran yang diajar oleh Tuk Kenali. Antara mereka ada yang datang kira-kira seminggu, sebulan, tiga atau empat tahun seterusnya. Ini bergantung kepada keadaan masing-masing, sebab di antara mereka ada yang sudahpun bekerja sebagai guru agama. Qadi atau sebagainya. Untuk meminta Tuk Kenali membaca kitab, cukuplah dengan meminta izin beliau di mana si peminatnya sendiri yang akan disuruh membacanya di hadapan kumpulan pelajar-pelajar. Sesudah itu Tuk kenali memainkan peranan memberi kefahaman dan mensyarahkan isi kitab itu, juga memberi peluang-peluang bertanya.

Menghembus Nafas Terakhir

Setelah kira-kira 65 tahun menyedut udara dunia ini, maka Tuk kenali pun dipanggil tuhan, kekasihnya iaitu pada Ahad 19 November 1933M, berikutan suatu penyakit di kakinya.

Majalah “Pengasuh” keluaran 11 disember 1933M. Mencalitkan berita tentang kematian Tuk kenali antara lain berbunyi;

“ kembali ke Darul-Baqa 1352 yang meredupkan alam Kelantan dendan dukacita. Innalillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun:.

“Hari wafatnya; dilawati oleh tidak kurang daripada 2,500 orang dan disembahyang jenazahnya lebih daripada 1,000 orang dan disembahyang jenazahnya lebih seribu orang yang khalis liwajhillaahi Ta’ala.

Tuk Kenali dikebumikan di perkuburan yang sekarang terkenal dengan nama Kubur Tuk Kenali’ kilometer 5 jalan Pasir Puteh, Kota Bharu, tidak jauh dari istana negeri. Kuburnya selalu dizarahi oleh Duli yang maha Mulia Al-marhum Sultan Ibrahim (nenekanda kepada Duli Yang mulia Sultan Ismail Putera Sekarang) apa lagi oleh ramai terutamnya bekas murid-murid beliau yang ada berselerak di negeri ini, juga oleh pelawat-pelawat.

Dari desa pergi ke kota mencari sahabat nan berbudi kematiannya tanpa mewarisi harta tapi meninggalkan ilmu dana bakti.

Jawatan-jawatan Tok Kenali

Tuk kenali ada di antara orang-orang yang memikul tugas dan jawatan terpenting dalam perkembangan pengajian islam dan pertubuhan kebudayaan timur yang berteraskan islam di negeri Kelantan berdasarkan jawatan-jawatan yang pernah disandangnya sebagai berikut:

1. Ahli Majlis Ulama Islam Kelantan (7 Disember 1951- 19 November 1933).

2. Ketua Pelajaran Agama (Pengarah Bahagian Ilmu Agama. Bertanggungjawab memimpin Madrasah Muhammadiyyah dan penerbitan buku teks.

3. Ketua Pengarang pertama majalah Pengasuh (lidah rasmi Majlis Agama Islam Kelantan dikeluarkan setiap Isnin, dijual 10 sen senaskah).

4. Anggota Majlis Agama Islam Kelantan dan Adat Istiadat Melayu Kelantan.

5. Pengasas Jamiyyah al-Ashriyyah - kumpulan ilmiah membincangkan isu agama dan semasa.

6. Penterjemah kitab dari Bahasa Arab ke Bahasa Melayu.

7. Guru agama di Masjid Besar al-Muhammadi, Kota Bharu.

8. Penasihat agama kepada Datuk Perdana Kelantan (Menteri Besar).

Kegiatan-kegiatan dan Jasa Tok Kenali

Selain daripada mengajar, Tuk Kenali juga bergiat dalam lapangan-lapangan yang berhubung dengan kemajuan agala dana kebudayaan islam. Datu Paduka menteri Paduka Raja (Tuan haji mahmud bin ismail) dengan nasihat beliau telah dapat membentuk Majis Agama Islam dan Adat istiadat melayu kelantan pada 24 Disember 1915M (17 Safar 1334H). Ini adalah satu jasa yang dapat dilihat buktinya sampai sekarang.

Semasa hendak mengeluarkan majalah pengasuh 1918M iaitu warta majlis Agama islam dan Adat Istiadat Melayu kelantan. Tuk kenali telah dipilih untuk menjadi ketua pengarang kehormat . pada mulanya majalah ini dikeluarkan berupa lembaran akhbar yang mempunyai bidang besar, diterbitkan setiap hari Isnin, senaskah berharga 10 sen. Penerbitan majalah ini juga adalah daripada saranan dan dorongan-dorongan beliau.

Selain itu beliau telah ditugaskan oleh pihak majlis Agama Islam kelantan untuk menterjemahkan Tafsir Al-Khazin yang bertajuk “Lubaab at-Ta,wiil fil Ma’aani At-Tanzil” ke dalam bahasa melayu. Tugas berat ini telah dijalankan oleh beliau dan sebahagian daripada tafsir Al-khazin telahpun siap diterjemahkan. Sayangnya, naskah ini tidak dapat dikesan sehingga sekarang.

Juga tidak dapat dilupakan bahawa majalah Al-Hikmah (lahir 1 julai 1923M) di mana ketua Pengarang dan penerbitnya yang berbahagia tuan hj. Ahmad bin Ismail (Datuk Lela negara) adalah kerap menerima nasihat-nasihat dan fikiran-fikiran yang berguna daripada Tuk kenali. Majalah pengetahuan ini diterbitkan tiga kali sebulan . pejabat penerbitan ini selalu didatangi oleh Tuk kenali danaa merupakan salah satu tempat beliau membaca surat-surat khabar dan majalah dewasa itu.

Tuk kenali adalah seorang pencinta ilmu pengetahuan. Hal ini ternyata sekali dalam sejarah hidupnya . Beliau juga pernah menyimopan sebuah buku cetera Raja Muda . salah sebuah buku sejarah kelantan yang penting. Buku ini kemudiannya telah diberikan kepada pengaranag buku Hikayat Seri kelantan.

- dalam kegiatan kemasyarakatan pula , beliau telah melancarkan suatu getakan perhimpunan umat islam yang di namakan ‘Jam ,iyyatul Asriyyah] ‘[Perhimpunan semasa] yang kerap membicangkan perkara-perkara hangat dalam masyarakat [Politik] , pebincangan= perbincangan ilmu dan perhimpunan kerana ibadat. Sebagai megekal gerakan tersebut ,maka satu bangunan telah didirikan di tebgah-tengah ibu kota dengan nama yang sama, terletak di Jalan Tengku Petra Semarak , Kota Bharu.

Perkembangan Pengaruh

Melihatkan jawatan- jawatan pentig yang telah disandang oleh Tuk Kenali dalam masa hayatnya,juga memandangkepada kegiatan dan jasa -jasa beliau yang cermelang dalam perkambangan pengajian ugama dan kebudayaan islam di Negeri Kelantan khasnya dan Alam Melayu amnya.

Maka sudah sewajanyalah pengaruh beliau segera berkembang ke segenap pelusuk tanah air dalam masa yang singkat sekali. Perkembangan- perkembangan ini adalah agak memuncak di penghujung pemerintahan Sultan Muhammad IV (1900-1920M) dan di awal pemerintahan sultan Ismail (1920-1944M) . kedua-dua baginda sultan ini adalah di antara sultan-sultan yang banyak mencipta kemajuan negeri dalam serba lapangan, lebih-lebih lagi di lapangan kemajuan agama islam. Ini adalah memberi peluang yang besar kepada perkembangan pengaruh Tuk kenali yang sedang berkembang ke seluruh tanah air, apa lagi melihat kedudukan Tuk Kenali yang sedang berkembang ke seluruh tanah air, apa lagi mellihatkan eratnya perhubungan Tuk Kenali dengan anak tuan gurunya dahulu iaitu dengan hj. Nik mahmud bin ismail (Datuk Perdana Menteri Paduka Raja) yang juga memegang peranan terpenting dalam pentadbiran negeri kelantan dewasa itu.

Tidak keterlaluan jika dikatakan bahawa tersebarnya pengatahuan Bahasa Arab dan pengetahuan- pengetahuan agama melalui pondok dan sekolah-sekolah pondok ke seluruh Tanah melayu ini antara lain ialah daripada jasa Tuk kenali yang menyusun kata-kata Tassrif yang kemudiannya diperkanalkan oleh murid-murid nya terutama tuan guru hj. Ali Shalaahuddin Pulau Pisang dan syaikh uthman jalaluluddin, seberang prai dalam buku Tatriful Arf- itu, syaikh Uthman menulis;

“Sesungguhnya hamba pungut akan dia daaripada beberapa mutiasa tasrif yang amat elok bagi guru hamba yang alim lagi yang amat ilmunya lagi yang menghimpunkan bagi beberapa fan ilmu yang bangsa kepada agama iaitu muhammad yusof yang masyhur akan gelarannya di seluruh tanah melayu dengan Tuk kenali di negeri kelantan.

Perkembangan Pondok Sekolah Agama dan Sekolah Melayu

Sistem persekolahan yang diutaamakan oleh Tuk kenali dalam masa hayatnya ialah sistem pondok, Sistem pondok yang menggunakan bahan-bahan pelajaran yang berdasarkan kitab dengan mengkelas-kelaskan kitab kepada pengajian peringkat rendah, menengah atas dana tinggi yang dipelajari secara berkelompok (berhalqah) di masjid atau madrasah (balaisah) . Manakala pelajar-pelajar yang tinggal di pondok-pondok (Asrama) di bawah bimbingan Tuk kenali, telah melahirkan beberapa orang tokoh ulamak. Tuan-tuan guru (tok guru_, pendakwah, pengarang yang terkenal yang datang dari beberapa tempat di seluruh tanah Melayu , sumatera, kemboja dan lain-lain.

Guru-guru pondok lepasan kenali inilah kemudiannya tersebar keseluruhan rantau ini di mana mereka menghidupkan pula sistem pondok.

Adalah agak luar biasa, di samping menggalakkan sistem pondok, Tuk kenali sebagai pencinta ilmu, tidaaklah menghalang wujudnya sistem persekolahan.

Tertubuhnya Agama islam dan adat istiadat melayu kelantan padaa tahun 1915M yang sudahpun mempunyai rancangana mendidikan sekolah-sekolah Agama islam di kelantan , adalah juga dengan mendapat nasihat daripada Tuk kenali. Maka pada 5 Ogos 1917M ditubuhkan sebuah Sekolah Agama berbahasa pengantar melayu yang menitik beratkan Bahasa Arab, dengan nama “Al-Madrasah Al-Muhammadiyyah Al-Kilantaniyyah”. Sekolah ini juga mengadakan pelajaran bahasa inggeris di sebelah petangnya.

Jadi, Tuk Kenali sebagai Ketua Pelajaran Agama Islam di Kelantan adalah memainkan peranan dalam pembukaan dan perlaksaan sekolah ini. Sekolah ini lebih dikenal dengan nama “ Sekolah Agama Majlis”.

Kemudian pada tahun 1937 bila lahirnya sekolah aliran bahasa arab di Majlis dengan nama “Majlis Al-Muhammadiyyah Al-Arabiyyah” barulah Sekolah Agama Majlis tadi bertukar nama dengan “Sekolah Melayu Majlis”, manakala sekolah yang baru tadi disebut “Sekolah Arab Majlis”. Akhir sekolah aliran melayu ini diserapkan secara beransur-ansur ke dalam Bahasa Arab sesudah dia dipindahkan ke bangunan Maahad Al-Muhammadi sekarang ( sebagai ekoran daripada sekolah aliran arab tadi )

Keberkatan usaha beliau ini membawa Syaikh Uthman Jalaludin Al-Kilatani membuka sekolah arab Manaabi’ Ai-’Uluum, Bukit mertajam pada tahun 1934 (1353). Demikian juga Tuan Guru Hj. Ali Salaahudin membuka madrasah Al-Falaah di Pulau Pinang di mana kedua-dua madrasah ini lebih berbentuk pondok (sistem pondok).

Di samping itu beliau juga adalah dianggap sebagai pendorong pembukaan sebahagian sekolah-sekolah Melayu di Kelantan ini seperti Sekolah Melayu Kubang Kerian 1920M, Sekolah Melayu Mentuan, dan lain-lain. Beliau tidaklah memusuhi pembukaan sekolah-sekolah seperti ini selagi pelajaran yang diajar tidak menyelaweng daripada ajaran islam yang suci.

Tok Kenali Melahirkan Angkatan Pengarang

Di antara murid-murid Tuk kenali terdapat suatu golongan atau angkatan pengarang buku-buku agama yang mempunyai kedudukan yang baik di kalangan masyarakat Islam di dunia sebelah sini. Mereka ialah”

1. Dr. Syaikh Muhammad idris Al-Marbawi, seorang pujangga Islam yang banyak memberio sumbangan dalam perkembangan ajaran-ajaran Isdlam dengan kamusnya “Kamus Al- Marbawi” (Arab-Melayu) dan kitab-kitab karyanya yang banyak di lapangan Agama Islam.

2. Saahib Al-Fadhilah Datuk Hj. Ahmad mahir, Mufti Kerajaan kelantan yang juga seorang pengarang.

3. Syaikh uthman Jalaluddin Al-Kilantani, seorang pengarang buku-buku agama dan seorang guru.

4. Tuan guru Hj. Yaakub bin Ismail. Legor, Selatan Thailand.

5. Saahib Al-Fadhilah, Datuk Hj. Ismail bin Yusoff, Mufti Kerajaan kelantan.

6. Asy-Syaikh Muhammad Salih Tuk kenali, Makkah Al-Mukarramah Saudi Arabia.

7. Yang Berbahagia Hj. Ahmad bin Ismail (Datuk Lela Negara) pengarang majalah Al-Hikmah*** (1923M) yang banyak mendidik bakat-bakat penulis dan pengarang-pengarang sebelum perang.

8. Tuan guru Hj. Ali Salahuddin, seorang guru agama terkenal yang juga menjadi seorang pengarang.

9. Tuan Guru Hj. Abdullah Tahir, seorang guru agama terkenal yang juga menjadi seorang pengarang.

10. Tuan Guru Hj. Yaakub bin Hj. Ahmad , lorong Gajah mati, kota Bharu adalah seorang guru agama dan seorang pengarang.

11. Yang berbahagia Datuk Hj. Hassan Yunus Al-Azhari, Bekas Menteri Besar Johor , ahli politikyang juga menjadi seorang pengarang.

Selain murid-murid beliau yang berbakat, terdapat pula cahaya-cahaya mata Tuk kenali yang turut memperkembangkan pengajaran ayahndanya, mereka ialah

1. Al-Marhum Hj. Ahmad Tuk Kenali, guru agama di pondok kenali dan guru yang mengajar pada beberapa buah surau dalam beberapa jajahan, daerah Negeri Kelantan.

2. Hj. Mahmud, wakil Syaikh haji , makkah.

3. Hj. Mohd Salleh Tuk Kenali, guru agama di kota suci Makkah dan seorang pengarang buku-buku dan risalah-risalah agama. Beliau mendirikan persatuan “Darul-Islah” bertempat di Maulid nabi, Suatu persatuan astu perhimpunan kaum Muslimin dari Tanah melayu, patani, kemboja, Indonesia dan lain-lain yang datang ke Tanah Suci makkah terutamanya di musim-musim haji, di mana Tuk kenali diperkenal dan jasanya diperkenangkan. Suatu persatuan lagi didirikan oleh beliau dengan nama “Darul-Quran (Persatuan Al-quran) bertempat di Misfalah, Makkah.

4. Hj. Abdullah Zawawi, lulusan kuliah Syariah, makkah. Berkecimpung di bidang pendidikan dan menjadi pengetua sekolah-sekolah menengah di Kerajaan Arab Saudi dan Nigeria.

Peribadi dan Sifat-sifat Utama


Tuk kenali bukan hanya terkenal sebagai salah seorang ulamak besar sahaja, malah terkenal pula sebagai tokoh yang mempunyai sifat-sifat utama yang berguna untuk menjadi teladan kepada masyarakat islam. Antara sifat-sifat utama yang berguna untuk menjadi teladan kepada masyarakatt islam. Antara si fat-sifat tersebut ialah:

a) Sangat menghormati dan memuliai ibu

b) Pemurah, suka menderma terutamanya kepada fakir miskin dan anak-anak.

C) Seorang yang sabar, tidak lekas marah.

D) Suka berjalan kaki sahaja sebagai suatu langkah latihan melenyapkan perasaan sombong, bongkak dan megah.

E) mengamalkan hidup berdikari. Beliau membeli sendiri di pasar.

F) suka membaca dan menatap, baik buku-buku atau majalah-majalah di mana-mana sahaja beliau berada.

G) Suka beriktikaf di masjid, manakala tidur kerap berbantalkan lengan.

H) pakaian beliau amat sederhana.

Sebenarnya Tuk kenali ialah seorang “wali” atau seorang sufi disebabkan berlaku perkara luar biasa pada dirinya dan tidak inginkan kemegahan dan kesenangan hidup yang berlebihan. Tambahan pula memandang makhluk-makhluk lain dengan pandangan yang penuh bertimbang rasa dan kasihan belas.

Tok Kenali dan Hal-hal Kemasyarakatan

Sewaktu melancarkan pengajaran-pengajar annya, Tuk kenali didapati agak gemar sekali membincangkan hal-hal politik tanah air. Semasa hayatnya Tuk kenali tidak memisahkan politik daripada bidang pelajaran, malah beliau tidak mengenal pemisahan antara. Agama islam yang difahami dengan politik. Ini adalah merupakan suatu cara menyesuaikan pengajarannya dengan masalah-masalah yang dihadapi masyarakat dengan alam keliling. Kerana itu dalam pengajarannya beliau mengemukakan beberapa anjuran melalui cerita-cerita tauladan yang berkesan antaranya: ikut bapamu, tetapi takutkan Tuhan kuasailah pengetahuan agama dan politik ilmu itu apa yang terguris dalam hati pengetahuan manusia terbatas. Mengaku salah jika bersalah. Sunnah Tuhan sudahlah wajar biar mati adat, jangan mati syarak. Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Bertanya pada yang tahu. Penjahat itu mencukupi dengan kejahatannya. Doa adalah senjata orang mukmin. (Cerpen-cerpen Tuk Kenali” oleh AQHAS - halaman 76), Terbitan baru dengan tajuk cerpen-cerpen warisan Tuk Kenali).

Tok Kenali dan Puisi

Dalam masa menyampaikan pengajarannya, disamapaing mengutarakan ayat-ayat suci Al-Quran dan hadis-hadis nabi Muhammad S.A.W , maka terhamburlah dari mulut beliau beberapa rangkap syair dan kata-kata hikmat bak mutiara gugur dari untainya.

Di sini dibentangkan sebuah syair yang pernah dikeluarkan oleh Tuk Kenali iaitu:

Bahaya Merokok:

Perokok itu terhina, dungu, membazir dan keji, kerendahan bagi penagihnya, pasti, Darinya menguap kentut yang busuk dan diluati. Kepulan asap dari bibirnya mengasapi muka dana peribadi.

Antara kata-kata hikmatnya:

“orang yang mulia itu ialah orang yang memuliakan ibu” “mengkaji sendiri adalah punca kemajuan dalam pembelajaran”,

Pengaruh Imam Al-Ghazali

Melihatkan peribadi dana sikap hidupnya, nyatakan bahawa Tuk kenali adalah terpengaruh oleh ajaran-ajaran Failasuf islam Iman Ghazali, seorang alhi Tasauf yang sampai kepada darjat “hakikat” mengenal diri dan Tuhannya, ingin mencapai kebahagiaan dan kesucian yang setinggi-tingginya dalam penghidupan yang singkat ini, kemewahan hidup yang terhad dan sifat tidak membesar diri adalah nyata sekali dalam penghidupannya.

Unsur-unsur ini adalah terkandung dalam adoa yang dikumpul dan digubah oleh Iman Al-Ghazali dalam kitabnya “Ayyuhai Walad” (Wahai Anak) yang menjadi amalan Tuk Kenali dan murid-murid beliau sehingga sesudah itu dikenal pula dengan “Doa Tuk Kenali” (Doa mengiringi sembahyang Lima Waktu) yang antara lain bererti:

wahai tuhan, sesungguhnya saya pohon pada Engkau pemberiannya sempurna , kesihatan yang berkekalan, rahmat yang menyeluruh dan kesegaran yang berguna. Saya pohonkan daripada Engkau puncak kesenangan hidup, puncak kebahagiaan umur, kesempurnaan kebaikan, juga keluasan pemberian dan kesopanan yang lebih berfaedah.”
Tuhanku, Tolonglah kami dan jangan pula kami ditindas. Tuhanku, Bahagiakanlah kesudahan hidup kami, buktikanlah hasrat kami dengan penambahan amalan. Susilah kesegaran dikala berpagi-pagi dan berpetang-petang.

Wahai Tuhanku, tumpahkanlah rahmat engkau di tempat kembali kami dan kesudahan kami dan tuangkanlah dulang kemaafan ke atas dosa-dosa kami dan kurniakanlah pembaikan kepada keaifan-keaifan kami dan berikanlah kegiatan kami pada agama engkau. Kepada Engkau kami berserah dan kepada engkau kami menggantung harapan”.

Meninjau kepada beberapa segi yang telah dikemukakan di atas, tidaklah keterlaluan jika dikatakan bahawa Tuk kenali adalah salah seorang tokoh ulama terkenal dan pembangun fikiran Umat Islam di dunia sebelah juga tidaklah salah jika dikatakan bahawa selagi terbitnya majalah pengasuh ke alam persuratan melayu, maka selama itulah Tuk Kenali dikenangan, seterusnya tidaklah merupakan suatu penonjolan jika dikatakan bahawa selagi wujudnya majlis Agama islam dan Adat istiadat melayu kelantan” maka selama itulah ?Tuk Kenali masih disebut dan dikenali.

Tokoh Kelantan di Laman Pendidikan Kelantan

•http://www.geocitie s.com/traditiona lislam/TokKenali .htm
•http://ulama. blogspot. com/2006_ 10_01_ulama_ archive.html
•http://www.bharian. com.my/m/ BHarian/Sunday/ Perspektif/ 20070318082401/ Article/
•http://www.townplan .gov.my/al% 20ansar/AL_ ANSAR2.pdf

Friday, April 23, 2010

Kisah Pilu Tentara AS Di Medan Perang


Spesialis William B Allen adalah petugas medis Angkatan Darat AS yang bertugas mendampingi dua putaran tur perang di Irak. Ia menghabiskan 27 bulan di sana. Dia baru saja menyelesaikan program tiga-minggu pengobatan untuk Gangguan Stres Pasca Trauma atau Post Traumatic Stress Disorder (PTSD) pada Warrior Combat Stress Reset Center di Fort Hood, pangkalan militer terbesar AS di dunia.

“Menjadi pasukan medis di medan tempur, kami harus 'hidup' selama 24 jam sehari. Kami menangani peristiwa korban massal, atau pembom bunuh diri wanita yang meledakkan rumah sakit tiga kali berturut-turut. Kami lah orang yang merespon itu. Saya 'meledak’ beberapa kali dalam hidup saya.

“Ketika Anda kembali ke Amerika Anda akan terus menjadi seseorang yang hiper. Insomnia akan menghingapi Anda setiap empat bulan sekali. Saya benar-benar menjadi gila.

"Saya mulai minum alkohol, menggunakan narkoba, bahkan terpikir untuk bunuh diri. Saya lelah terus bermimpi buruk, saya ingin menemui teman saya yang sudah mati.

“Saya pernah berada di pusat rehabilitasi narkoba selama sebulan. Saya konsultasi dengan ahli psikologi. Waktu itu, penyembuhannya hanya dengan ‘minumlah pil ini.’”

“Kemudian mereka menempatkan saya dalam program ini. Mereka bilang saya akan menjalani reiki, pijat, yoga, akupunktur, dan yang terpikir pertama kali dalam pikiran saya, saya akan menjalani pengobatan mistis atau voodoo.

“Ketika saya berada dalam kondisi ini, saya benar-benar marah terhadap segala sesuatu. Semuanya membuat saya jengkel dan murka. Saya benar-benar takut.

“Tapi kemudian, pikiran saya menjadi terbuka, karena saya yakin, saya akan melakukan sesuatu yang terbaik. Dalam beberapa hari terapi alternatif komplementer itu, saya merasakannya. Saya menjadi realistis.

“Saya bisa tidur lebih baik sekarang. Minggu lalu, saya tidur tanpa obat penenang sepanjang malam, dengan menggunakan teknik pernapasan, teknik relaksasi.

“Bagian yang sulit bagi saya adalah kembali ke medan perang. Kembali sebagai petugas medis dan berurusan dengan peluru, amputasi, kematian yang mengerikan ... Saya tidak yakin bahwa saya benar-benar ingin melakukannya.

“Tapi saya bisa membantu dengan aspek-aspek lain—konseling, atau merawat. Ada banyak jiwa yang perlu disembuhkan juga. Segala sesuatu harus diperhitungkan, dan pada saat ini saya tidak keberatan menyebarkan aspek seperti itu.

“Hal yang disayangkan adalah fasilitas konseling ini tidak ada yang mencukupi. Ada 12 tentara pada satu waktu, di mana ada bisa 1.200 prajurit yang mungkin perlu konseling dan perawatan.

"Semua orang terpengaruh. Saya tidak pernah menemukan satu orang pun yang tidak terpengaruh. Akhirnya tak peduli siapa pun Anda, perang akan selalu memengaruhi Anda. Perang akan mengubah jiwa Anda.” (sa/bbc)

Wednesday, April 21, 2010

Menara Masjid Bradford Inggris Menjadi Menara Terindah di Eropa


Masjid Madni Bradford, di Inggris utara, telah mengalahkan 50 masjid pesaing untuk memenangkan gelar "menara Eropa yang paling indah," kata parlemen Eropa Selasa kemarin (20/4).

Masjid di Bradford, yang memiliki populasi penduduk Muslim yang besar, diresmikan pada tahun 2008.

Empat menara yang terdapat di beberapa masjid telah memenangkan hadiah, termasuk menara masjid di Stockholm, Roma, Oslo dan Granada di Spanyol, kata penyelenggara acara yang diorganisir oleh COJEP internasional, lembaga amal pemuda yang dibentuk oleh para imigran Turki di Perancis, yang juga merupakan mitra OSCE dan Dewan Eropa.

Uniknya, para juri terdiri dari sebuah "multi konfesional, multi etnis, bahkan jurinya termasuk seorang rabbi Yahudi, seorang teolog Protestan Swiss dan seorang pendeta Anglikan, mereka mengamati ke 53 menara masjid di 13 negara sebelum melakukan pilihan menara masjid mana yang terbaik.

Hanya masjid yang berusia di bawah usia 50 tahun yang memenuhi syarat untuk mengikuti kontes karena "kami menolak semua bangunan menara 'bersejarah' seperti yang ada di Andalusía, Bosnia atau Paris karena kami menginginkan kompetisi ini tetap terkait dengan imigrasi umat Islam baru-baru ini," kata juru bicara COJEP Veysel Filiz.

Juri membuat keputusan mereka atas dasar pertimbangan estetika tetapi juga bagaimana cara menara masjid itu berfungsi yang dibangun di dalam lingkungan perkotaan.

"Ide dari kompetisi ini adalah untuk menunjukkan bahwa menara masjid tidak boleh menjadi alasan untuk dicurigai dan ditakuti," kata Filiz.

Masjid harus terlihat dari jauh "karena Islam di Eropa harus berfungsi secara transparan dan masjid harus terbuka untuk masyarakat.

"Jika Islam hanya tersembunyi di gua-gua, kita tidak dapat mengetahui apa yang dikatakan di atas mimbar masjid," tegasnya.(fq/aby)

Monday, April 19, 2010

Mengenang 100 tahun Imam Syahid Hasan Al-Banna

Oleh: Abu Ahmad

Hasan Al-BannaMengenang seratus tahun Imam Syahid Hasan Al-Banna; kembali kita mengingat masa hidup beliau, di saat begitu banyak peristiwa yang menerpa dunia Islam setelah perang dunia I, dan disaat dunia Islam mengalami kemunduran akibat jatuhnya khilafah Islamiyah, sehingga mesti ada seseorang yang lahir ke dunia mengembalikan Islam kembali hidup dan mulia.

Saat begitu kuatnya persekongkolan yang dilakukan oleh kekuatan jahat pemerintahan Arab dan dunia barat, hadir seorang pemuda berumur 21 tahun yang telah banyak meneguk air sungai nil untuk menghilangkan dahaga dan menjadikan ajaran Islam sebagai syariat dan minhajul hayah (jalan hidup), Al-Quran sebagai hidayah. Beliau selalu menyeru “Wahai kaum kami, sesungguhnya saya menyeru kepada kalian, bahwa Al-Quran ada ditangan kanan saya dan sunnah di tangan kiri saya dan amal para salafussholih dari umat ini sebagai tauladan. Kami menyeru kepada kalian untuk kembali kepada Islam; ajaran dan hidayah Islam… Islam adalah sistem kehidupan yang komprehensif, mencakup segala aspek kehidupan, dia merupakan negara dan bangsa, atau pemerintahan dan umat, dia merupakan akhlak dan kekuatan atau rahmat dan keadilan, dia merupakan tsaqafah dan qonun atau ilmu dan hukum, dia merupakan materi dan harta atau usaha dan kekayaan, dan dia merupakan jihad dan da’wah atau prajurit dan ideologi, sebagaimana dia merupakan akidah yang bersih dan ibadah yang benar satu sama lainnya”.

Jadi melalui cahaya yang bersinar di ufuk mengajak untuk mengembalikan kehidupan pada ajaran Islam yang agung, melalui tangan yang telah digerakkan oleh pertolongan ilahi sehingga mampu mengemban beban da’wah ini dan mengembalikan cahayanya kembali bersinar, memancarkan cahaya kesegala penjuru dunia. Demikianlah Imam Syahid Hasan Al-Banna, lahir kedunia pada saat dan waktu yang tepat, guna membangun kembali Islam yang telah luntur dan membina jamaah yang beriman dan mampu mengemban da’wah yang telah diamanahkan di pundak yang menisbatkan diri kepada da’wah.

Imam Al-Banna rahimahullah adalah figur yang telah digerakkan oleh takdir ilahi, dibentuk oleh tarbiyah Rabbaniyah, muncul pada waktu dan tempat yang tepat, maka sangatlah cocok ungkapan ustadz Umar At-Tilmitsani dengan “Anugerah yang sangat berharga”. Beliau tidak pernah ragu untuk mengenalkan dirinya: “Saya adalah seorang pelancong yang sedang mencari kebenaran, manusia yang mencari petunjuk ditengah kerumunan manusia, rakyat yang mengidamkan kemuliaan negaranya, kebebasan, ketenangan dan kehidupan yang sejahtera dibawah naungan Islam yang suci, saya seorang hamba yang mengenal tujuan hidup, lalu beliau membaca firman Allah: “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah karena Allah Tuhan semesta alam, tiada sekutu bagi-Nya dan dengan demikian Aku diperintahkan dan Aku termasuk orang yang pertama muslim”. (Al-An’am : 162-163). Inilah saya, lalu sipakah anda?

Mengenang seratus tahun Imam Al-Banna, saat beliau masih belia, sosok yang memiliki kecerdasan pada akal dan fikirannya, begitu besar semangat dan ghirahnya terhadap agama. Saat beliau berumur 10 tahun tidak didapati dalam dirinya kecuali kegigihan beliau dalam merubah segala kemungkaran yang dilihatnya, seperti yang pernah dilakukan terhadap seorang penari telanjang yang menari di atas perahu di sepanjang sungai nil di daerah Al-Mahmudiyah.

Begitupun kita mengenang beliau; Saat menjadi pelajar dalam berbagai jenjangnya, beliau begitu semangat dalam mengikuti dan membentuk Jam’iyyah (lembaga) da’wah seperti (Jam’iyah akhlak Al-adabiyah – lembaga akhlak dan etika, Jam’iyah man’u al-muharramat – lembaga pencegah perbuatan haram, Jam’iyah Al-ikhwan al-hashofiyah - Lembaga al-Ikhwan al-hashofiyah), kita belajar dari beliau akan ghirah Islam yang begitu menggelora, semangat dalam menyampaikan da’wah dan himmah (Antusias) dalam mengajak manusia pada kebajikan dan mencegah kemungkaran.

Kita mengenang beliau; Sosok yang hidup dengan jujur karena Allah, menunaikan janjinya bersama Allah saat mendaftarkan dirinya sebagai tentara Allah, seperti dalam ungkapannya yang masyhur, sebagai bagian dari impiannya: “Saya harus menjadi seorang yang mursyid (memberikan arahan) dan muallim (memberikan pelajaran), sehingga sepanjang hari saya bisa mengajarkan anak-anak, sementara di malam harinya saya bisa mengajarkan orang tua tentang tujuan agama mereka, sumber kebahagiaan dan perjalanan hidup mereka. Kadang disampaikan melalui khutbah dan kadang dengan melakukan dialog, mengarang buku, menulis, dan juga dengan melakukan jaulah (perjalanan)”.

Kita belajar darinya akan tingginya semangat dan tujuan hidup serta kesempurnaan dalam menunaikna apa yang dinadzarkan terhadap dirinya.

Kita semua mengenang beliau; Seorang muslim yang optimis dan berani membusungkan dadanya sambil berkata: “Inilah saya”, Sambil menggenggam Al-quran dan dengan suara yang tinggi beliau berseru: “Jalan yang benar adalah dari sini”, beliau juga menyampaikan kepada seluruh manusia “Bahwa Islam adalah sistem yang komprehensif mencakup segala aspek kehidupan, menetapkan hukum pada setiap keadaan dan meletakkan sistem yang permanen dan teliti serta tidak pernah berhenti sekalipun berhadapan dengan benturan-benturan dan sistem yang dlalim dalam memberikan kebaikan kepada manusia manusia”. Kita belajar darinya sikap optimisme yang membangun.

Mengenang seratus tahun Imam Al-Banna, sosok yang beriman kepada Allah dan memiliki keyakinan yang penuh akan pembelaan dan dukungan Rabb-nya, beliau menyeru: “Serukanlah kepada kami karena sesungguhnya kami membawa suatu kebaikan, kumpulkanlah kepada kami manusia maka akan kami bacakan kepada mereka dzikir, kami akan menjadi dokter bagi yang sakit, akan diam teliang penduduk dunia jika tidak mendengar semboyan kami; “Allah adalah tujuan kami, Rasul adalah pemimpin kami, Al-Quran dustur kami, jihad adalah jalan hidup kami, mati di jalan Allah adalah cita-cita tertinggi kami…” Kita belajar dari azzam (semangat) dari seorang pemuda yang beriman yang tidak merasa lemah, keyakinannya sangat tinggi dalam jiwanya, agamanya, dakwahnya dan kesiapan dirinya untuk berkorban dijalan da’wah yang diembannya.

Mengenang seratus tahun imam Syahid Hasan Al-Banna; sosok yang begitu berani menyerukan tujuan ideologinya: “Mencetak generasi baru yang beriman kepada ajaran-ajaran Islam yang benar, siap bekerja dalam melakukan perbaikan pada umat dengan shibgah al-islamiyah (celupan islam) yang komprehensif dalam segala aspek kehidupan”. “Shibgoh Allah, dan adakah shibghoh yang lebih baik dari shibgoh Allah ?” (Al-Baqoroh : 138). Beliau berhasil menyelamatkan umat Islam dari penyimpangan, menyambungkan lisannya dan menyemburkan ruhnya kepada murid-muridnya, dan dengan gambalang beliau berkata kepada mereka: “Ruh yang berjalan dihati umat ini yang hidup dengan Al-Quran, cahaya yang bersinar hingga menembus kegelapan materi melalui ma’rifah Allah swt, suara yang bergema meninggikan dakwah Rasulullah saw… Kita belajar darinya akan terangnya tujuan dan status serta benarnya petunjuk jalan.

Mengenang beliau; Seorang imam (pemimpin) yang sangat mengagumkan, di bumi Mesir beliau mampu menembus jalan hingga berpuluh-puluh kota besar dan beribu desa, berbicara kepada setiap manusia paling sedikit tiga ribu desa, beliau menanamkan benih cinta melalui senyuman dan kasih sayang, memberikan keyakinan yang memuaskan dan menyejukkan, menghindar silang pendapat dan menolak perdebatan dan memberikan komentar dengan gamblang bukan dengan fenomena, mendahulukan yang lebih penting dari yang penting… Namun sebelum dan sesudahnya beliau selalu menekankan akan pentingnya taqwa kepada Allah dan bersiap diri untuk bertemu dengan-Nya, beliau selalu menyeru : “Bahwa fana dalam kebenaran merupakan kunci kekekalan”. .. Kita belajar darinya usaha yang terus menerus untuk menyebarkan da’wah dan risalah, dan tidak kekalnya jiwa dari ajalnya.

Mengenang seratus tahun Imam Al-Banna; Pendiri dua ribu cabang di berbagai desa di penjuru Mesir, pada tiap cabang didirikan sekolah untuk menanamkan kebangsaan dan jihad, amal shalih dan dakwah, beliau menghidupkan kepahlawanan dan keberanian, membuka wawasan terhadap hakikat yang terjadi didunia politik, membina generasi baru yang memliki kesemangatan kebangsaan dan memiliki kesiapan untuk mengorbankan jiwanya dan hartanya dan segala apa yang dimilikinya guna mempertahankan negara dan kehormatan dirinya.

Mengenang seratus tahun Imam Al-Banna; sosok yang memberikan gambaran kepada kita tentang pengikutnya: “Mata mereka terus bangun hingga larut sementara manusia terlelap dalam tidurnya, jiwa mereka sibuk sementara yang lainnya dalam keadaan lalai, salah seorang dari mereka duduk di perpustakaannya hingga larut malam terus bekerja dan berjuang, menjadi mufakkir dan mujaddid, terus berjalan selama sebulan sepanjang hidupnya, sehingga saat berada dipenghujung bulan dijadikan tempat kembalinya adalah untuk jamaah, dikeluarkan hartanya untuk merealisasikan tujuannya, lisannya berbicara untuk membangunkan umatnya yang lengah akan pengorbanannya. “Saya tidak berharap kepada kalian upah, karena tidak ada yang aku harapkan kecuali ganjaran dari Allah”. (Hud : 29).. Kita belajar darinya usaha yang sempurna terhadap dakwah dan permasalan umat.

Mengenang Imam Syahid Hasan Al-Banna saat beliau berpidato: “bahwa Umat yang baik dalam mempersiapakan kematian, mengetahui bagaimana menggapai kematian yang mulia, maka Allah anugerahkan kepadanya kehidupan yang mulia di dunia dan kenikmaatan yang kekal di akhirat, maka persiapkanlah diri kalian untuk menyongsong hari yang agung, bersegeralah dalam menyambut kematian sehingga jiwa kalian akan hidup, dan ketahuilah bahwa kematian merupakan suatu kepastian, dan tidak akan terjadi kematian kecuali hanya sekali, jika anda membuatnya berada di jalan Allah maka hal tersebut merupakan keberuntungan didunia dan ganjaran di akhirat”. Kita belajar darinya bagaimana hakikat berkorban dan berdakwah dijalan Allah .

Saudaraku yang tercinta…

Seratus tahun telah berlalu kelahiran pemimpin kita, namun sosok dakwahnya masih tetap menggetarkan dunia, para pembela dakwah dan ideologinya dan juga para penentangnya, semuanya melihat seperti burung elang yang terbang diatas langit menembus angin topan, para pengikut dakwahnya masih terus bergerak di setiap tempat, dakwah yang menembus hingga 90 negara di dunia, hingga menjadi tandhim Islam yang membawa ideologi, menyeru dan membina manusia menuju Allah, untaian hikmah beliau masih terus bergema dan selalu diulang di tengah-tengah kita, beliau selalu menyerukan kepada pendukung dan penentangnya: “Kami akan memerangi manusia dengan cinta”. Memberikan arahan akan tabiat perjuangan dan jalan yang sebenarnya: “Bahwa perjuangan kita adalah perjuangan tarbiyah (pembinaan)”. Guna menebar benih cinta dan tarbiyah dalam dakwah, keduanya merupakan rahasia keberlangsungan dakwah sekalipun angin topan menerpanya. (Ikhwanonline.com 14/11/2006. Oleh: Ismail Hamid)

Adab membentuk peribadi dalam Islam

Ahmad Baei Jaafar

Setiap orang yang dilahirkan ke dunia ini dibekalkan dengan akhlak semula jadi. Mereka ada nilai kasih sayang, nilai pemurah, nilai simpati dan nilai kawan. Tetapi semua nilai ini belum sempurna selagi tidak diberi suntikan iman dan Islam.

Umat Islam pada zaman awal Islam mewarisi akhlak Arab Jahiliah dan Arab Badawi, namun Rasulullah s.a.w. berjaya mengubah mereka menjadi manusia yang paling sempurna. Sabda Rasulullah s.a.w.:

Ø¥ِÙ†َّÙ…َا بُعِØ«ْتُ ِلأُتَÙ…ِّÙ…َ Ù…َÙƒَارِÙ…َ الاَØ®ْلاَÙ‚ِ

Maksudnya: “Sesungguhnya aku diutuskan untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.”

Rasulullah Berjaya membina akhlak mulia dalam kalangan para sahabat, malah Arab Badawi yang kasar juga dapat dibentuk supaya menjadi murni. Akhlak Rasulullah sendiri berjaya menarik minat orang lain untuk menerima Islam.

Wanita Yahudi yang sering memarahi Rasulullah dengan pelbagai tuduhan buruk, meletak halangan najis pada laluan Baginda, pada suatu hari jatuh sakit. Baginda yang menyedari laluannya tidak ada halangan najis dan sebagainya cuba bertanya orang ramai akan keadaan wanita itu.

“Wanita itu sakit,” jawab mereka.

Mendengar berita sakit itu, Baginda terus menziarahinya. Akhlak Baginda yang tidak ambil hati terhadap sikap wanita itu, menyebabkan wanita itu jatuh hati kepada Islam. Akhlak sebaik Rasulullah itulah yang harus kita warisi pada hari ini.

Akhlak Islam dibina dengan adab-adab yang baik. Adab dalam Islam mencantikkan setiap perjalanan hidup umat Islam dalam memenuhi aturan dan syariat. Orang Islam yang menghiasi diri dengan adab perilaku ataupun perbuatan yang bersopan.

Dalam pergaulan Islam menyediakan beberapa adab dan contoh seperti:

1-Adab sopan dalam bercakap. Tidak berbohong, mengumpat dan buat fitnah.

2-Adab hormat-menghormati sesama manusia. Orang besar mengasihi orang kecil dan orang kecil memuliakan yang besar

3-Adab berpakaian (Jilbab, Hijab, Niqab). Menutup aurat

4-Adab dalam keluarga. Anak dengan ibu bapa dan adik beradik

5-Adab ketika berhadapan orang yang meninggal dunia. Membaca doa untuk kebaikan arwah dan keluarga

6-Adab memberi salam. Orang di atas kepada yang di bawah, orang kecil terhadap orang besar

7-Adab menepati janji. Masa dan tempat, meminta maaf jika gagal

8-Adab mengucapkan selawat ke atas Nabi. Menyebut dengan baik

9-Adab antara bukan mahram. Tidak berkhalwat dan menyentuh tubuh antara satu sama lain

Adab-adab itu boleh didapati dalam kitab-kitab akhlak Islam terutama yang ditulis oleh Imam al-Ghazali. Jika diizinkan akan saya paparkan dari masa ke masa mengikut keperluan dan keadaan.

Dicatat Oleh Ahmad Baei Jaafar ke Fikrah Islamiah

Friday, April 16, 2010

Kiprah Dakwah Para Dokter Hewan Muslim di AS


Dr Zia Usman adalah seorang muslim kelahiran India yang pemilik rumah sakit khusus untuk hewan, Rogers Park Animal Hospital di kawasan North Side, Chicago. Dia adalah sedikit dari dokter hewan di AS yang memilih membuka klinik sendiri, dan yang istimewa, ia seorang muslim.

Mengapa istimewa? Karena menurut kolega Dokter Usman, Riza H. Siddiqi-profesor di Truman College dan Presiden Veterenarian Muslim Association (VMA), Riza- jarang sekali generasi pertama imigran muslim India di AS yang memilih dan menekuni profesi sebagai dokter hewan.

Asosiasi itu mempekirakan ada sekitar 500 muslim di AS yang menyandang gelar sarjana di bidang kedokteran hewan. Tapi sebagian besar mereka memilih bekerja sebagai akademisi, peneliti atau bekerja di sektor industri dan pemerintahan, dimana mereka biasanya menjadi pengawas di rumah-rumah potong hewan.

Profesor Siddiqi menyatakan, hanya sedikit dari mereka yang benar-benar bekerja di antara hewan-hewan. Persoalannya ternyata tidak terkait dengan keagamaan tapi semata-mata karena masalah ekonomi

"Banyak dari kami yang datang ke sini (AS), kami punya keluarga dan kami harus cepat mendapatkan pekerjaan. Kami tidak punya banyak uang dan waktu untuk menjalani proses sertifikasi," kata Profesor Siddiqi.

Kembali ke Dokter Usman, ia tadinya diharapkan untuk menjadi dokter seperti ayahnya. Tapi kecintaannya pada hewan, membuatnya memutuskan untuk mendaftarkan diri ke Ranchi College of Veterinary Science and Animal Husbandry di Bihar, India.


Dokter Usman lulus kuliah kedokteran hewan pada tahun 1970, lalu ia berimigrasi ke AS. Pekerjaan pertamanya adalah menjadi teknisi di laboratorium hewan di University of Illinois Biological Resources Laboratory, Chicago.

Sambil bekerja, Usman mengikuti program sertifikasi untuk para lulusan dokter hewan dari luar AS yang diselenggarakan oleh lembaga AVMA Educational Commission on Foreign Veterinary Graduates. Lulus dari program itu, ia bekerja sebagai asisten direktor laboratorium sumberdaya hewan di fakultas kedokteran, University of Northwestern hingga akhirnya ia memutuskan untuk membuka sendiri rumah sakit khusus hewan.

Di rumah sakit itu, Dokter Usman bukan cuma bekerja sebagai dokter hewan, tapi ia juga mendakwahkan Islam, sebagai seorang muslim penyayang binatang. "Jika Anda berusaha untuk memahami Islam dan apa yang diajarkan Islam, Anda akan menemui hal-hal yang bertolak belakang dari apa yang Anda dengar dari media massa," kata Dokter Usman.

Komunitas Muslim di Chicago, umumnya hidup aman dan damai. Tapi situasi itu terusik ketika terjadi insiden serangan 11 September 2001. Islam dan Muslim digambarkan dalam pencitraan yang serba negatif. "Sekarang, banyak orang yang tahu tentang Islam dan Muslim, tapi sayangnya, mereka tidak mengetahuinya dengan tepat. Media selalu menggambarkan muslim sebagai teroris," tukas Dokter Usman.

Terkait dengan profesinya sebagai dokter hewan, Usman mengatakan bahwa Islam adalah agama di dunia yang paling cepat perkembangannya, karena Islam mengajarkan perdamaian dan kasih sayang, termasuk pada hewan. Islam, kata Dokter Usman, mengatur kewajiban manusia pada hewan, khususnya cara-cara penyembelihan hewan yang bisa dimakan.

Muslim dilarang menyembelih hewan di depan hewan lainnya dan disarankan agar proses penyembelihan dilakukan dengan cepat dan diusahakan hanya sedikit mungkin menimbulkan rasa sakit bagi hewan. Islam juga mengajarkan bagaimana cara berburu hewan dengan cara yang manusiawi.

"Kami memiliki tuntunan adalam agama dari setiap langkah-langkahnya," kata Profesor Siddiqi menguatkan pernyataan koleganya.

Dokter Usman dan Profesor Siddiqi, bukanlah seorang ahli agama, tapi mereka berkeyakinan ada salah penafsiran di kalangan Muslim tentang hewan anjing yang dianggap sebagai hewan yang kotor. Mereka mengatakan bahwa Islam tidak melarang Muslim untuk memelihara anjing, asalkan tidak terkena air liurnya.

Karena kecintaannya pada hewan, pada tahun 1999, Dokter Usman ikut membidani lahirnya organisasi VMA di AS. Kegiatannya, bukan sekedar memberi informasi pada para muslim yang berprofesi sebagai dokter hewan dan ingin berkarir di AS. VMA juga membantu kaum Muslimin di AS untuk mendapatkan makanan halal dan menyediakan makanan yang sesuai untuk diet berdasarkan hukum Islam. Lembaga ini nantinya juga berniat melayani pemberian sertifikasi halal. (ln/isc)

Thursday, April 15, 2010

Malaysia funny

Email: izuddin.merican@cimb.com


>























Tuesday, April 13, 2010

Perancis, Negara Umat Muslim Terbesar di Eropah

Oleh: Sirajuddin Abbas

Islam adalah agama yang damai, universal, dan rahmat bagi seluruh alam. Karena dasar itu, agama Islam pun dapat diterima dengan baik di berbagai belahan muka bumi ini. Mulai dari jazirah Arabia, Asia, Afrika, Amerika, hingga Eropa.

Pada abad ke-20, Islam berkembang dengan sangat pesat di daratan Eropa. Perlahan-lahan, masyarakat di benua biru yang mayoritas beragama Kristen dan Katholikini mulai menerima kehadiran Islam. Tak heran bila kemudian Islam menjadi salah satuagama yang mendapat perhatian serius dari masyarakat Eropa.

Di Prancis, Islam berkembang pada akhir abad ke-19 dan awal ke-20 M. Bahkan, pada tahun 1922, telah berdiri sebuah masjid yang sangat megah bernama Masjid Raya Yusuf di ibu kota Prancis, Paris. Hingga kini, lebih dari 10ncis00 masjid berdiri di seantero Prancis.

Di negara ini, Islam berkembang melalui para imigran dari negeri Maghribi, seperti Aljazair, Libya, Maroko, Mauritania, dan lainnya. Sekitar tahun 1960-an, ribuan buruh Arab berimigrasi (hijrah) secara besar-besaran ke daratan Eropa, terutama di Prancis.

Saat ini, jumlah penganut agama Islam di Prancis mencapai tujuh juta jiwa. Dengan jumlah tersebut, Prancis menjadi negara dengan pemeluk Islam terbesar di Eropa. Menyusul kemudian negara Jerman sekitar empat juta jiwa dan Inggris sekitar tiga juta jiwa.

Peran buruh migran asal Afrika dan sebagian Asia itu membuat agama Islam berkembang dengan pesat. Para buruh ini mendirikan komunitas atau organisasi untuk mengembangkan Islam. Secara perlahan-lahan, penduduk Prancis pun makin banyak yang memeluk Islam.

Karena pengaruhnya yang demikian pesat itu, Pemerintah Prancis sempat melarang buruh migran melakukan penyebaran agama, khususnya Islam. Pemerintah Prancis khawatir organisasi agama Islam yang dilakukan para buruh tersebut akan membuat pengkotak-kotakan masyarakat dalam beberapa kelompok etnik. Sehingga, dapat menimbulkan disintegrasi dan dapat memecah belah kelompok masyarakat.

Tak hanya itu, pintu keimigrasian bagi buruh-buruh yang beragama Islam pun makin dipersempit, bahkan ditutup. Meski demikian, masyarakat Arab yang ingin berpindah ke Prancis tetap meningkat. Pintu ke arah sana semakin terbuka.

Pelajar Muslim

Pada tahun 1970-an, imigran Muslim kembali mendatangi negara pencetus trias politica itu. Kali ini, para pelajar Muslim yang datang ke Prancis untuk menuntut ilmu. Kedatangan para pelajar ini menjadi faktor penting yang mengambil peran besar dan penting dalam mendorong penyebaran Islam dan berkehidupan Islam di jantung negeri Napoleon Bonaparte ini.

Tahun 1985, diselenggarakan konferensi besar Islam yang dibiayai Rabithah Alam Islami (Organisasi Islam Dunia). Turut serta dalam konferensi itu 141 negara Islam dengan keputusan mendirikan Federasi Muslim Prancis.

Peristiwa besar ini tidak luput dari perhatian dunia, mengingat kehadiran umat Islam di salah satu negara Eropa selalu menjadi dilema bagi para penguasa setempat, terutama yang menyangkut ketenagakerjaan (buruh) dan masalah sosial.

Hasil konferensi dan terbentuknya federasi Muslim itu berhasil mempersatukan sebanyak 540 buah organisasi Islam di seluruh Prancis dan melindungi 1600 buah masjid, lembaga-lembaga pendidikan Islam, dan gedung-gedung milik umat Islam.

Dengan kondisi ini, barisan (saf) umat Islam pun semakin kokoh. Yang lebih menggembirakan lagi, kebanyakan anggota federasi yang menjalankan roda organisasi justru berasal dari kaum muda-mudi Muslim berkebangsaan Prancis sendiri.

Federasi ini bertujuan berperan aktif dalam menyukseskan kegiatan keislaman di Prancis dan memberikan pengetahuan dan pendidikan tentang Islam kepada warga Prancis.
Lembaga ini berperan besar dalam menjembatani umat Islam Prancis dengan pemerintah setempat, terutama dalam menyuarakan kepentingan umat Islam.

''Dengan kesepakatan ini, umat Islam punya hak yang sama dengan umat Katholik, Yahudi, dan Protestan,'' kata seorang menteri di pemerintahan, Nicolas Sarkozy.

Organisasi itu merupakan gabungan dari tiga organisasi besar Islam di Prancis, yakni Masjid Paris, Federasi Nasional Muslim, dan Persatuan Organisasi Islam Prancis.
Pelarangan Jilbab

Prancis, yang juga terkenal sebagai negara mode ini, pernah melarang Muslimah menggunakan jilbab sekitar tahun 1989. Pelajar Muslimah dikeluarkan dari kelas karena memakai jilbab, pekerja Muslimah dipecat dari kantornya karena mengenakan jilbab. Namun, mereka tidak menyerah begitu saja. Umat Islam Prancis menggoyang Paris dengan aksi-aksi demo menuntut kebebasan. Dan, umat Islam di berbagai negara pun turut melakukan protes atas kebijakan tersebut.

Akhirnya, pemerintah mengeluarkan kebijaksanaan pada 2 November 1992 yang memperbolehkan para siswi Muslimah untuk mengenakan jilbab di sekolah-sekolah negeri.
Sekarang, tampilnya wanita-wanita berjilbab di Prancis menjadi satu fenomena keislaman yang sangat kuat di negeri tersebut. Mereka bukan hanya hadir di masjid-masjid atau pusat-pusat keagamaan Islam lainnya, melainkan juga di sekolah-sekolah negeri, perguruan tinggi negeri, dan tempat-tempat umum lainnya.

Banyak hal yang memengaruhi perkembangan Islam di Perancis. Salah satunya adalah Perang Teluk 1991 yang menyebabkan munculnya krisis identitas di kalangan anak muda Muslim di Prancis. Kondisi ini mendorong mereka lebih rajin datang ke masjid. Gerakan Intifada di Palestina juga mendorong makin banyaknya Muslim Perancis yang beribadah ke masjid.

Umat Islam di Prancis memiliki peranan yang sangat penting. Mereka memainkan peranan dalam semua sektor. Mulai dari pendidikan, lembaga keuangan, pemerintahan, olahraga, sosial, dan lainnya.

Bahkan, pada Perang Dunia I dan II, umat Islam di Eropa tercatat turut menentang pendudukan Nazi. Keikutsertaan umat Islam dalam menentang pendudukan Nazi menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah perjuangan kemerdekaan Prancis.

Masjid dan Sekolah Islam Meningkat

Seiring dengan berkembangannya agama Islam di negara Prancis, jumlah sarana ibadah dan kegiatan keislaman pun semakin meningkat.

Menurut survei yang dilakukan kelompok Muslim Prancis, sampai tahun 2003, jumlah masjid di seantero Prancis mencapai 1.554 buah. Mulai dari yang berupa ruangan sewaan di bawah tanah sampai gedung yang dimiliki oleh warga Muslim dan dibangun di tempat-tempat umum.

Perkembangan Islam dan masjid di Prancis juga ditulis oleh seorang wartawan Prancis yang juga pakar tentang Islam, Xavier Ternisien. Dalam buku terbarunya, Ternisien menulis, di kawasan Saint Denis, sebelah utara Prancis, terdapat kurang lebih 97 masjid, sementara di selatan Prancis sebanyak 73 masjid.

Ternisien menambahkan, masjid-masjid yang banyak berdiri di Prancis dengan kubah-kubahnya yang khas menunjukkan bahwa Islam kini makin mengemuka di negara itu. Islam di Prancis bukan lagi agama yang di masa lalu bergerak secara diam-diam.

''Masjid-masjid yang ada di Prancis kini bahkan dibangun atas tanah milik warga Muslim sendiri, bukan lagi di tempat sewaan seperti pada masa lalu,'' ujarnya.
Tampaknya, pada tahun-tahun mendatang, jumlah masjid akan makin bertambah di Prancis. Sejumlah masjid yang ada sekarang terkadang tidak bisa menampung semua jamaah. Masjid di kawasan Belle Ville dan Barbes, misalnya, sebagian jamaah terpaksa harus shalat sampai ke pinggiran jalan.

Awalnya, masjid-masjid yang ada di Prancis didirikan oleh orang-orang Muslim asal Pakistan yang bekerja di pabrik-pabrik di Paris, Prancis. Mereka mengubah ruangan kecil tempat makan siang atau berganti pakaian menjadi ruangan untuk shalat. Terkadang, mereka menggunakan ruangan di asramanya sebagai sarana ibadah. Sehingga, hal itu terus berkembang dan menyebar.

Perkembangan yang terus meningkat itu membuat sebagian masyarakat Prancis khawatir. Masjid-masjid yang ada sering menjadi sasaran serangan yang berbau rasisme. Masa suram masjid di Prancis terjadi pada tahun 2001. Sejumlah masjid menjadi sasaran serangan dengan menggunakan bom molotov. Bahkan, ada masjid yang dibakar.

Bentuk serangan lainnya adalah menggambari dinding-dinding masjid dan dinding rumah imam-imam masjid dengan lambang swastika. Namun, sejauh ini, belum ada organisasi hak asasi manusia atau asosiasi Muslim yang mempersoalkan serangan-serangan itu.
Sekolah Tak hanya masjid yang tumbuh, lembaga pendidikan Islam di negeri mode ini pun turut berkembang. Sejumlah sekolah Islam berdiri di Prancis. Sampai kini, sedikitnya ada empat sekolah Muslim swasta.

Academy of Lyon, badan pendidikan negara yang tertinggi di kota itu, menolak izin operasional sekolah itu dan menutup sekolah dengan alasan pihak sekolah tidak memenuhi standar kebersihan dan keselamatan. Namun, Pengadilan Administratif di Lyon membatalkan penutupan itu pada Februari tahun lalu. Ini berarti sekolah Al-Kindi bisa membuka ajaran baru pada Maret 2007.

Menurut para pemimpin Muslim Prancis, insiden di Al-Kindi justru mendorong masyarakat Muslim untuk membuka sekolah serupa. ''Kontroversi Al-Kindi mendobrak ketakutan di minoritas Muslim untuk memiliki sekolah lebih banyak,'' ujar Lhaj Thami Breze, ketua Organisasi Persatuan Islam di Prancis, UOIF.





ALQURAN & RECITATION

Quran Explorer - [Sura : 1, Verse : 1 - 7]