Tuesday, January 05, 2010

Sepuluh Yang Akan Menentukan Amerika Di Tahun 2010

Inilah sepuluh orang yang diprediksikan akan menentukan wajah politik Amerika Serikat di tahun 2010, setelah kiprahnya di tahun 2009. Dan ala kuli hal, kecuali Sarah Palin yang "hanya" mempunyai akar Yahudi yang jauh, semuanya merupakan keturunan Yahudi. Siapa saja mereka?

10. Charles Djou

Charles Kong Djou adalah seorang politikus Partai Republik dari Negara Bagian Hawaii. Dia saat ini bertugas sebagai Dewan Kota Honolulu untuk kedua kalinya, di mana dia mewakili Distrik 4 (Waikiki ke Hawaii Kai). Ia pertama kali dipilih pada tahun 2002, dan terpilih kembali pada tahun 2006. Dia sebelumnya menjabat sebagai anggota DPR Hawaii 2000-2002, di mana ia menjabat sebagai Minority Floor Leader. Di Dewan Kota, Djou menjabat sebagai Ketua Komite Urusan Inter-Governmental, Wakil Ketua Komite Transportasi dan merupakan anggota Matters Eksekutif, dan Komite Kesehatan, Keselamatan & Kesejahteraan Masyarakat.

9. Erick Erickson

Pada tahun 2009, blog Erickson menjadi sumber kunci untuk konservatif Republik. Beberapa dari mereka, seperti Senator Jim DeMint (RS.C.), memberikan situs berita eksklusif. Erickson menjalankan blog dari rumahnya di negara bagian Georgia. Blognya saat ini sangat memengaruhi perjalanan Partai Republik.

8. Chris Chocola

Joseph Christopher "Chris" Chocola (lahir 24 Februari, 1962) adalah presiden Klub Growth, sebuah organisasi politik konservatif fiskal yang mendukung pajak rendah dan terbatas. Chocola adalah anggota Partai Republik dari Indiana. Ia dikalahkan pada tahun 2006 oleh Joe Donnelly.

7. Allen West

West diberhentikan tidak hormat dari militer AS karena menembakkan senjatanya di sebelah kepala seorang tawanan di Irak dengan cepat muncul di Fox News dan acaran bincang-bincang untuk membuat kasus yang agresif terhadap liberalisme. Dia adalah orang pertama kandidat Partai Republik, yang menyebut pembantaian Fort Hood sebagai "tindakan terorisme."

6. Sarah Palin

Bisa dibilang, selama 2009, dia menjadi orang penting. Pada tahun 2010, Palin akan menyelesaikan transisi dari perjuangan seorang gubernur negara yang tidak jelas, untuk menjadi cendekiawan dan aktivis konservatif yang total. Setiap kata-katanya di Tweetter dan Facebook akan menjadi obsesi korps pers politik.

5. Rand Paul

Putra Rep Ron Paul (Texas) yang berkampanye lewat akar rumput yang diberlakukan awal tahun 2009, sebuah jaringan penggalangan dana nasional dan anti kemapanan akan mempromosikan dengan brilian tentang Paulus yang lebih muda, setidaknya akan memaksa Partai Republik di negara bagian itu lebih condong ke libertarian kanan. Paul berdiri untuk menjadi seorang yang blak-blakan.

4. Tucker Carlson

Bernama lengkap Swanson McNear Tucker Carlson (lahir 16 Mei 1969). Ia adalah seorang koresponden berita politik Amerika dan komentator untuk Fox News Channel. Dia adalah anggota senior dari Cato Institute. Carlson sebelumnya menjabat sebagai pembawa acara CNN Crossfire dan MSNBC's Tucker.

3. Sean Duffy

Sean Duffy adalah jaksa dari Ashland County, Wisconsin, mantan anggota The Real World: Boston. Ia mengumumkan pada 8 Juli 2009 bahwa ia menjalankanKongres di Wisconsin yang ketujuh kalinya meliputi semua distrik.

2. Tim Pawlenty

Timothy James "Tim" "T-Paw" Pawlenty (lahir 27 November, 1960) adalah gubernur Minnesota saat ini sekaligus yang ke-39. Dalam pemilihan gubernur Minnesota tahun 2002 ia terpilih sebagai Gubernur dan diresmikan pada tanggal 6 Januari 2003. Dia terpilih kembali pada tahun 2006. Pada tanggal 2 Juni 2009, Pawlenty mengumumkan bahwa dia tidak akan ikut dalam pemilihan untuk masa jabatan ketiga.

1. Marco Rubio

Marco Rubio (lahir 28 Mei 1971, Miami, Florida) adalah Ketua DPR Florida selama tahun 2007 dan 2008. Ia pertama kali dipilih pada 25 Januari 2000, dari 111 distrik. Dia adalah seorang calon untuk kursi Senat Amerika Serikat yang saat ini dipegang oleh George Lemieux.

14 Negara Masuk dalam "Daftar Hitam" Otoritas Bandara AS

Mulai hari Senin ini, pemerintah AS memberlakukan aturan pemeriksaan keamanan khusus di bandara-bandaranya bagi para penumpang yang terbang dari 14 negara atau melintasi 14 negara yang masuk dalam daftar hitam otoritas keamanan penerbangan AS, termasuk negara Yaman dan Nigeria.

Para penumpang dari negara-negara tersebut harus menjalani pemeriksaan secara khusus dan semua tas bawaan mereka akan digeledak sebelum diperbolehkan naik ke pesawat yang menuju AS. Aturan baru diberlakukan sebagai bagian dari langkah pengetatan keamanan di bandara-bandara AS pasca insiden Detroit yang terjadi pesawat komersil milik maskapai penerbangan Northwest Airlines tepat pada hari Natal kemarin.

Lembaga Administrasi Keamanan Transportasi (TSA) AS dalam pernyataannya menyebutkan bahwa "keamanan penerbangan efektif harus dilakukan secara lintas perbatasan ... setiap individu yang akan masuk ke AS lewat jalur penerbangan dari manapun di dunia ini, yang terbang dari dan melalui negara-negara yang menjadi sponsor terorisme atau negara-negara yang dianggap mendukung terorisme, akan diwajibkan untuk melalui pemeriksaan yang lebih teliti."

Dari 14 negara yang masuk dalam daftar hitam otoritas penerbangan AS antara lain, Kuba, Iran, Sudan dan Suriah yang dikatagorikan sebagai negara "yang mensponsori terorisme". Negara-negara lainnya adalah Afghanistan, Aljazair, Irak, Libanon, Libya, Pakistan, Arab Saudi dan Somalia.

Bandara Heathrow di London, Inggris juga memberlakukan pemeriksaan penumpang yang meliputi skrining seluruh badan sebelum penumpang naik ke atas pesawat. PM Inggris Gordon Brown mengatakan, otoritas keamanan bandara bertindak cepat memberlakukan aturan pemeriksaan semacam itu karena menerima informasi bahwa bahan eksplosif yang digunakan kelompok Al-Qaida tidak bisa diidentifikasi oleh alat biasa.

Selain AS dan Inggris, otoritas bandara negara Belanda, pekan kemarin sudah lebih dulu menggunakan alat semacam "scanner" yang digunakan untuk memeriksa tubuh manusia bagi para penumpang dari bandara Schipol, Amsterdam yang menuju AS. (ln/aljz)

Yusuf Qardhawi: Untuk Apa Nobel Perdamaian Itu, Mr. Obama?

Selain menyampaikan agar umat Islam jangan sampai terlibat dalam segala hal yang berhubungan dengan Natal, pada kesempatan yang sama, di stasiun televisi Qatar, Dr. Yusuf Qardhawi, juga menyampaikan satu dua kata kepada presiden AS, Barack Obama. Berikut petikannya:

“Ada masalah lain yang ingin saya bicarakan secara singkat. Obama menerima Hadiah Nobel Perdamaian. Saya tidak tahu mengapa mereka memberinya hadiah ini.

Apa yang membuat Mr Obama layak mendapatkan hadiah? Tidak ada perdamaian di Irak. Tidak pula Afghanistan. Tidak di Somalia. Tidak ada perdamaian di negara manapun. Dia tidak bahkan berhasil memaksa Israel untuk menghentikan aktivitas pemukiman.

Obama menarik beberapa prajurit dari Irak, hanya untuk mengirim mereka ke Afghanistan –dari satu perang ke perang yang lain, dari satu pertumpahan darah yang lain.

Darah terus ditumpahkan di Irak dan di Afghanistan, dan saya harus menambahkan Pakistan, Yaman, Sudan, dan seterusnya. Dunia ini mendidih dengan perang, jadi untuk apa Mr Obama mendapatkan Hadiah Nobel Perdamaian?” (sa/islamicawakening)

Anak Gaza Kelaparan, Makan Rumput Untuk Bertahan Hidup

Kondisi umat Islam di Gaza, Palestina, sangat menyedihkan khususnya setelah distribusi bantuan makanan bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza dihentikan PBB dengan alasan kekurangan bahan bakar.

Orang-orang Palestina telah berada dalam kesulitan untuk mendapatkan makanan sejak Palestina diduduki pada tahun 1946. Di beberapa resort, bahkan sebagian lagi memakan rumput.

Badan PBB yang mengelola distribusi bantuan, UNRWA, menghentikan pengiriman bantuan makanan ke Gaza dua minggu lalu karena kendaraan mereka mengalami kekurangan bahan bakar. Lebih dari 80% penduduk Gaza mengandalkan bantuan kemanusiaan, dengan pasokan makanan dari PBB memenuhi kebutuhan 1,5 juta orang. Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak.

Cris Gunness, juru bicara UNRWA mengatakan bahwa bantuan kepada 650.000 orang harus dihentikan sementara. Israel benar-benar kejam, setelah tanah Palestina dirampas, mereka membiarkan orang-orang Islam Palestina hidup dalam kesengsaraan dan kelaparan.

Sampai kapan situasi menyedihkan dan mengiriskan ini berlangsung? Sementara ada sebagian orang Arab yang akan berencana membeli seorang penyerang sepakbola asal Spanyol bernama Fernando Torres dengan tawaran yang—ehm, bisa mengurut dada—Rp 2,2 trilyun! (sa/poj)

Berapa Jumlah Penduduk Israel Pada Akhir Tahun 2009?

Berapa jumlah penduduk Israel sekarang ini? Biro Pusat Statistik Israel merilis angka 7.509.000. Suatu jumlah yang sangat besar tentu saja, untuk ukuran di tanah jajahan.

Penduduk Israel tumbuh 1,8 persen selama 2009, dengan 160.000 kelahiran dan 39.000 kematian.

Israel dikelilingi Laut Tengah, Lebanon, Suriah, Yordania, Mesir dan gurun pasir Sinai. Selain itu dikelilingi pula dua daerah Otoritas Nasional Palestina: Jalur Gaza dan Tepi Barat. Dengan populasi sebesar itu, Israel merupakan satu-satunya negara Yahudi di dunia.

Selain itu, terdapat pula beberapa kelompok etnis minoritas lainnya, meliputi etnis Arab yang berkewarganegaraan Israel, beserta kelompok-kelompok keagamaan lainnya seperti Muslim, Kristen, Druze, Samaritan, dan lain-lain.

Pendirian negara modern Israel berakar dari konsep Tanah Israel (Eretz Yisrael), sebuah konsep pusat Yudaisme sejak zaman kuno, yang juga merupakan pusat wilayah Kerajaan Yehuda kuno. Setelah Perang Dunia I, Liga Bangsa-Bangsa menyetujui dijadikannya Mandat Britania atas Palestina sebagai "negara orang Yahudi". Pada tahun 1947, PBB menyetujui Pembagian Palestina menjadi dua negara, yaitu satu negara Yahudi dan satu negara Arab.

Pada 14 Mei 1948, Israel memproklamasikan kemerdekaannya dan ini segera diikuti oleh peperangan dengan negara-negara Arab di sekitarnya yang menolak rencana pembagian ini. Israel kemudian memenangkan perang ini dan mengukuhkan kemerdekaannya. Akibat perang ini pula, Israel berhasil memperluas batas wilayah negaranya melebihi batas wilayah yang ditentukan oleh Rencana Pembagian Palestina. Sejak saat itu, Israel terus menerus berseteru dengan negara-negara Arab tetangga, menyebabkan peperangan dan kekerasan yang berlanjut sampai saat ini.

Sejak awal pembentukan Negara Israel, batas negara Israel beserta hak Israel untuk berdiri telah dipertentangkan oleh banyak pihak, terutama oleh negara Arab dan para pengungsi Palestina. Israel telah menandatangani perjanjian damai dengan Mesir dan Yordania, namun usaha perdamaian antara Palestina dan Israel sampai sekarang belum berhasil. Dan tampaknya tak akan pernah berhasil mengingat ini adalah soal yang menjajah dan terjajah. (sa/jewishjournal)

Monday, January 04, 2010

Bangunan tertinggi di dunia.

PENDUDUK sekitar Emiriah Arab Bersatu (UAE) berjalan melepasi bangunan tertinggi dunia dikenali Burj Dubai, yang turut dilengkapi masjid tertinggi. Ia membabitkan 169 tingkat dengan kolam renang tertinggi di dunia pada tingkat 76 dan masjid di tingkat 158. Burj Dubai yang dibangunkan dengan kos RM2.7 bilion akan dirasmikan malam ini. - Foto AFP

Dicatat oleh DRS. KHALIL IDHAM LIM

Dr. Raghib Al-Sirjani Pemenang Nobel Mubarak 2009 Bidang Penelitian Keislaman

Tahun 2009 akan segera berlalu. Di tahun ini, Mesir mencatat sosok fenomenal pada bidang Al-Dirâsah Al-Islâmiah (Penelitian Keislaman). Walau ia seorang dokter urologi, namun karena semangat memperjuangkan Islamnya tinggi, ia juga merupakan seorang yang hafal Al-Quran, pakar sejarah, dan dai internasional yang telah berkontribusi besar bagi dunia Islam. Ia adalah Dr. Raghib Al-Sirjani.

Di antara sekian banyak ulama Mesir, Dr. Raghib Al-Sirjani berhak meraih Penghargaan Mubarak (presiden Mesir) bidang Al-Dirâsah Al-Islâmiah, untuk tahun 2009. Penghargaan ini ia raih setelah menulis buku berjudul, "Mâzâ Qaddamal Muslimûna lil ‘Alam" (Apa yang Telah Diberikan Umat Islam untuk Dunia; Kontribusi Umat Islam dalam Membangun Peradaban Manusia).

Buku ini dua jilid dengan tebal 847 halaman. Negara Mesir mempersembahkan penghargaan melalui perantara Kementrian Waqaf pada Rabu 26 Ramadan 1430 H, bertepatan dengan 16 September 2009.

Dr. Raghib Al-Sirjani adalah seorang dai internasional yang kaset dan CD-nya memperkaya khazanah Islam, sekaligus penulis produktif yang buku-bukunya memenuhi perpustakaan Islam. Beberapa bukunya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia yang mendapat sambutan hangat, seperti buku best seller Misteri di Balik Shalat Subuh. Bukunya yang memenangkan penghargaan internasional tahun 2007 dalam memaparkan Nabi Sang Penyayang juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Dr. Raghib Al-Sirjani salah satu dai yang sangat peduli dunia Islam, khususnya Palestina. Hingga saat ini, analisa segar dan tajam beliau terkait dunia Islam masih bisa terus diikuti melalui situs www.islamstory.com.

Khusus Palestina, hingga kini beliau mengisi materi di dua channel TV; pertama, Channel Al-Quds dengan materi bersambung Fathu Filasthin (Pembebasan Palestina) setiap hari Jumat. Kedua, Channel Al-Risalah dengan materi Khattuzzaman; Qishshah Filastîn (Garis Masa; Kisah Palestina) pada hari Senin, yang disiar ulang setiap Selasa dan Sabtu.

Buku Pemenang Nobel Mubarak

Dalam buku Mâzâ Qaddamal Muslimûna lil ‘Alam, Dr. Raghib mendefinisikan "Peradaban adalah kemampuan manusia dalam menjalin hubungan baik dengan Tuhannya, dengan sesama manusia, dan dengan alam beserta seluruh kekayaannya."

Dr. Raghib menulis buku ini sebagai persembahan untuk peradaban Islam. Sebuah peradaban mengagumkan yang telah menguras perhatian para peneliti objektif dari Barat. Ia menulis, "Kemajuan manusia dalam berbagai bidang saat ini sama sekali tak terlepas dari kontribusi besar umat Islam dan peradabannya."

Yang membuat buku ini istimewa adalah, pemaparannya ilmiah, realistis, dan seluruh persembahan umat Islam baik keilmuan maupun peradaban beliau paparkan dengan penuh data-data dan argumentasi yang tak terbantahkan.

Dr. Raghib juga memastikan bahwa, "Karakteristik peradaban Islam yang istimewa sama sekali tidak ada tandingannya dengan seluruh peradaban lain di dunia. Ketika wajah dunia mulai dihiasi kerusakan karena neraca pemahaman dan keyakinan telah terbalik, maka peradaban Islamlah sebagai solusinya."

Setelah memaparkan kegemilangan peradaban Islam yang menjadi titik perubahan peradaban di seluruh dunia, di akhir buku peraih Penghargaan Bidang Dirasah Islamiah ini Dr. Raghib bertanya, "Apa yang akan kita lakukan setelah mengetahui semua ini?"

Sepenggal pertanyaan yang menyeru setiap umat Islam untuk mengerahkan seluruh kekuatannya, sehingga mampu membangun peradaban impian yang membawa rahmat bagi semesata alam. (Sn/ist/ak/)

Al-Azhar "Halalkan" tembok Baja, Ulama Saudi Mengharamkan

Frekuensi pemberitaan tentang Mesir dalam persoalan pembangunan tembok baja di sepanjang perbatasan antara Mesir dan jalur Gaza yang bertujuan untuk mencegah penyelundupam senjata dan barang-barang kebutuhan pokok bagi warga Gaza melalui terowongan-terowongan bawah tanah telah menimbulkan komentar dari seorang ulama Saudi dalam sebuah fatwanya.

Berbeda dengan fatwa dari Majma'al-Buhuts al-Islamiyyah, salah satu lembaga riset Islam di bawah naungan Al-Azhar Mesir yang kerap dijadikan rujukan, yang secara penuh menyatakan dukungannya terhadap upaya pemerintahan Mesir membangun dan menanam tembok logam bawah tanah di sepanjang perbatasan Mesir-Gaza.

Syaikh Dr.Yusuf Al-Ahmad, seorang profesor syariah di Universitas Imam Muhammad bin Saud Arab Saudi, mengeluarkan fatwa pada sabtu kemarin (2/1) bahwa HARAM membangun tembok baja tersebut karena akan menyebabkan ketidakadilan terhadap umat Islam di Gaza.

Fatwa Syaikh Dr. Yusuf Ahmad diterbitkan pada situs "Noor al-Islam", yang berjudul "Pembangunan dinding baja Mesir untuk pembongkaran terowongan Gaza ": "Pembangunan dinding baja adalah haram karena merupakan ketidakadilan yang sangat besar bagi kaum muslimin di Jalur Gaza sehingga dapat mengisolasi dan menyesengsarakan mereka, sesuai dengan hadits Nabi saw dalam kitab Shahih Al-Bukhari Ibnu Umar berkata: "Seorang wanita masuk Neraka hanya karena mengurung seekor kucing dan tidak memberi kucing tersebut makan hingga mati kelaparan" Jika mengurung kucing saja bisa memasukkan seseorang ke neraka, maka bagaimana dengan mengurung sekumpulan manusia?

Dia menekankan dalam pendapatnya, bahwa fatwanya tersebut merupakan tanggapan pertama dari Arab Saudi atas pembangunan tembok baja yang menyelimuti umat Islam di Gaza, umat Islam diharuskan untuk bekerja sama dengan umat Islam di Gaza dan mendukungnya, bukan malah bekerja sama dengan musuh-musuh Islam.

Mendukung pendapat dan fatwa Syaikh Dr.Yusuf Ahmad - Dr Ali Al-Ahmad Al Badahdah, presiden Koalisi untuk Palestina, menyatakan: "menanam dinding baja sudah cukup menjadi bencana bagi pengepungan seluruh Jalur Gaza."

Badahdah mengatakan dalam sebuah wawancara dengan "Islam Online.Net": "Kami berharap negara-negara Islam membantu saudara-saudara mereka di Gaza Palestina dan tidak membiarkan mereka kelaparan dan menyerukan negara-negara Islam untuk campur tangan menghentikan pembangun dinding tersebut, membuka penyeberangan Rafah "perbatasan antara Mesir dan Jalur Gaza yang dikepung sejak pengambilalihan oleh Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) sejak bulan Juni 2007.(fq/iol)

Fatwa Al Azhar Terkait Tembok Baja Mesir "Cacat Hukum"

Pemerintah Mesir tak henti-hentinya mencari dukungan menguatkan proyek gilanya membangun tembok baja yang memisahkan Mesir dan Gaza. Kali ini dukungan yang dicari dan cukup berpotensi kuat berasal dari kampus ternama dan tertua, Al Azhar As Syarief. Sebagaimana yang diberitakan beberapa media, Al Azhar melalui Majma' Al Buhuts-nya telah membenarkan pembangunan tembok pemisah, namun setelah ditelusuri ternyata pernyataan tersebut menyalahi UU sehingga kekuatan fatwa tersebut dipertanyakan.

Hal ini disampaikan oleh salah satu anggota legislatif dari kelompok Independen, Prof. Dr. Ali Laban yang juga berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin. Ia mengatakan, fatwa tersebut tidak sah karena menyalahi ketentuan yang ditetapkan oleh Majma' Al Buhuts itu sendiri. "Tidak diikut sertakannya anggota Majma' Al Buhuts yang berasal dari luar Mesir dalam menetapkan fatwa, telah melanggar UU yang ditetapkan oleh Al Azhar", jelas Ali Laban.

Dalam penjelasannya kepada Aljazeera.net, Ali Laban mengatakan, fatwa yang dikeluarkan oleh Majlis Majma' Al Buhuts hanya disepakati oleh anggota lokal-dari Mesir-saja, "Seharusnya pengambilan fatwa itu mengikutsertakan seluruh ulama negara-negara Islam dan juga para ahli mazhab, karena Al Azhar merupakan organisasi Muslim Internasional dan bukan organisasi lokal", lanjut Ali Laban menjelaskan kesalahan dalam penatapan fatwa itu.

Laban kemudian menambahkan, kesepakatan dari fatwa pembenaran atas pembangun tembok baja telah menyalahi pasal 22 dari UU Al Azhar yang mensyaratkan sahnya sebuah keputusan diambil berdasarkan kehadiran minimal seperempat anggota Majlis Majma' Al Buhuts dari luar Mesir. Dan juga melanggar pasal 15 yang mensyaratkan harus adanya kesepakatan dari anggota non Mesir dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan masalah aqidah.

Dalam posisinya sebagai anggota parlemen dari faksi Independen, Laban kemudian dengan keras mengecam sikap PM. Mesir, Ahmad Nazief dengan menyebutnya sebagai Menteri Urusan Al Azhar, karena tindakannya yang selalu menjadikan Al Azhar sebagai tameng untuk melindungi sikap pemerintah. "Keputusan yang dikeluarkan dari Majlis Majma' Al Buhuts selama ini adalah "dusta" yang dinisbatkan kepada Al Azhar guna mendapatkan legalisasi atas sikap pemerintah Mesir terhadap pembangun tembok baja", jelas Ali Laban.

Dirinya juga berencana memanggil Departemen Urusan Agama Mesir guna mengkaji hal ini. "Ini merupakan pembohongan publik, karena pernyataan ini sangat sensitif dan rawan melukai nilai kebangsaan baik Mesir mau pun Palestina," lanjut Ali Laban.

Ulama Al Azhar: Tembok Baja, Haram!

Sejak jauh hari, para syeikh dan ulama Al Azhar telah mengelurkan pernyataan sikap yang dengan jelas "mengutuk" sikap pemerintah Mesir terhadap pembangunan tembok pemisah Refah dan Jalur Gaza, dengan tegas mereka katakan upaya itu adalah "haram" baik dilihat dari kacamata hukum mau pun kemanusiaan.

Para Ulama Al Azhar meminta kepada para pemimpin negara-negara Arab dan Islam untuk segera mengadakan konferensi bersama guna menentukan sikapnya terhadap proyek pembangun tembok baja Mesir.

Diantara ulama yang lantang menyuarakan hal ini adalah Syeikh Sayid 'Askar, mantan Sekjen Majlis Majma' Al Buhuts yang kini menjabat sebagai anggota parlemen yang berafiliasi dengan Ikhwanul Muslimin, kemudian ulama dari anggota aktif Majlis Majma' Al Buhuts, Syeikh Muhammad Rawi dan juga Dr. Musthofa Asyak'ah. (sn/alj)

Gila: Al-Azhar Dukung Pembangunan Tembok "Neraka Gaza"

Majma' al-Buhuts al-Islamiyyah, salah satu lembaga riset Islam di bawah naungan Al-Azhar Mesir yang kerap dijadikan rujukan, secara mengejutkan menyatakan dukungannya terhadap upaya pemerintahan Mesir yang membangun dan menanam tembok logam bawah tanah di sepanjang perbatasan Mesir-Gaza.

Dalam keterangannya, Majma', yang dikenal dekat dengan pemerintahan Mesir, menegaskan jika sudah menjadi hak setiap negara untuk membangun tembok, benteng, dan sejenisnya di atas tanah airnya guna mempertahankan keamanan, hak-hak, sekaligus perbatasannya.

Ditambahkan oleh keterangan itu, sudah menjadi hak syara' bagi Mesir untuk membangun tembok atau penghalang apapun guna mencegah bahaya terowongan bawah tanah yang banyak digali di bawah tanah wilayah Rafah, Mesir, yang berbatasan langsung dengan wilayah Gaza.

"Karena lewat terowongan bawah tanah itu, kerap kali terjadi aksi penyelundupan narkotika dan selainnya. Ini jelas mengancam keamanan Mesir, dan tidak ada jalan lain kecuali melawannya," terang Majma'.

Diterangkan oleh Majma', pembangunan dan penanaman tembok logam di sepanjang perbatasan Mesir-Gaza bahkan legal secara syari'at Islam, yang memerintahkan setiap negara untuk menjaga hak-haknya, keamanannya, dan juga harga dirinya.

"Dan mereka yang menentang pendapat ini, jelas menyimpang dari syari'at Islam," terang Majma'. (ags/srq)

Sunday, January 03, 2010

AL-QURAN SEBAGAI PEMBELA DI HARI AKHIRAT

Sal AmAbu Umamah r.a. berkata : "Rasulullah S.A.W telah menganjurkan supaya kami semua mempelajari Al-Quran, setelah itu Rasulullah S.A.W memberitahu tentang kelebihan Al-Quran." Telah bersabda Rasulullah S.A.W : “Belajarlah kamu akan Al-Quran, di akhirat nanti dia akan datang kepada ahli-ahlinya, yang mana di kala itu orang sangat memerlukannya."Ia akan datang dalam bentuk seindah-indahnya dan ia bertanya, " Kenalkah kamu kepadaku?" Maka orang yang pernah membaca akan menjawab : "Siapakah kamu?" Maka berkata Al-Quran : "Akulah yang kamu cintai dan kamu sanjung, dan juga telah bangun malam untukku dan kamu juga pernah membacaku di waktu siang hari."Kemudian berkata orang yang pernah membaca Al-Quran itu : "Adakah kamu Al-Quran?" Lalu Al-Quran mengakui dan menuntun orang yang pernah membaca mengadap Allah S.W.T. Lalu orang itu diberi kerajaan di tangan kanan dan kekal di tangan kirinya, kemudian dia meletakkan mahkota di atas kepalanya.Pada kedua ayah dan ibunya pula yang muslim diberi perhiasan yang tidak dapat ditukar dengan dunia walau berlipat ganda, sehingga keduanya bertanya : "Dari manakah kami memperolehi ini semua, pada hal amal kami tidak sampai ini?"Lalu dijawab : "Kamu diberi ini semua kerana anak kamu telah mempelajari Al-Quran."DISEDIAKAN OLEH:USTAZ IBRAHIM BIN ZAKARIA 019-2627636PENGETUAMAAHAD TAHFIZ AL-QURAN DAR AL-ABRAR

Hukum Memberi Salam dan Menjawab Salam Orang Bukan Islam


Oleh: al-Ustaz Mohd Khairuddin Aman Razali at-Takiri
Imam Muslim meriwayatkan sebuah hadis daripada Abi Hurairah bahawa Rasulullah saw bersabda:لا تبدأوا اليهود ولا النصارى بالسلام فإذا لقيتم أحدهم في طريق فاضطروه إلى أضيقهMaksudnya: “Janganlah kamu mulakan orang-orang Yahudi dan juga orang Nasrani dengan salam. Justeru itu, sekiranya kamu menemui seseorang mereka di jalan tolaklah mereka ke jalan yang paling sempit.Ulama berbeza pendapat dalam menyelusuri fiqh (kefahaman) hadis ini.


Kebanyakan mereka memutuskan bahawa haram memulakan ucapan salam kepada mereka. Sebahagian pula berkata ianya tidak haram tetapi makruh.Seorang fuqaha iaitu Abu Sa`ad berpendapat, sekiranya seorang muslim ingin memberi ucapan hormat kepada bukan Islam dia boleh melakukannya dengan lafaz yang lain daripada lafaz salam. Contohnya dengan menyebut: (هداك الله ) maksudnya moga Allah memberi hidayah kepada kamu atau (أنعم الله صباحك) maksudnya moga Allah memberi anugerah di waktu pagimu ini. Imam Nawawi menyetujui pendapat ini tetapi dengan tambahan: sekiranya ianya diperlu. Antara contoh ucapannya bagi Imam Nawawi ialah ucapan selamat pagi, pagi yang bahagia, pagi yang baik, moga Allah kurniakan kamu dengan kebahagian di waktu pagi, atau nikmat di waktu pagi dan seumpamanya. Sekiranya tidak perlu maka pilihannya ialah jangan mengucapkan apa-apa. (Nawawi, al-Azkar, Dar al-Khayr, hlm. 311)


Pandangan ini bagi saya sesuai diamalkan oleh umat Islam di Malaysia pada hari ini. Mereka boleh menyatakan selamat pagi kepada bukan Islam tanda penghormatan, atau berdoa moga Allah bagi hidayah atau seumpamanya. Ucapan-ucapan ini boleh mendekatkan mereka dengan bukan Islam sebagai satu pendekatan dakwah.Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadis daripada Anas bin Malik katanya, Rasulullah saw bersabda:إذا سلم عليكم أهل الكتاب فقولوا وعليكمMaksudnya: “Apabila kamu diberi salam oleh ahli Kitab, jawablah “wa`alaikum”.


Imam Bukhari pula meriwayatkan daripada Ibn `Umar –radiyallahu `anhuma- katanya; Rasulullah saw bersabda:إذا سلم عليكم اليهود فإنما يقول أحدهم السام عليك فقل وعليكMaksudnya: “Apabila kamu diberi salam oleh Yahudi, mereka hanya menyatakan Assaamu `alaikum (mampuslah kamu), maka jawablah: wa `alaik (dan ke atas kamu juga).Daripada kedua-dua hadis diatas para fuqaha mengambil hukum apabila seorang muslim diberi salam oleh bukan Islam, jawapan yang diberi ialah wa `alaik atau wa `alaikum (dan ke atas kamu juga).


Imam Mawardi menghikayatkan satu wajah di kalangan ashab Syafie iaitu harus memulakan salam kepada bukan Islam dengan menyebut Assalamu `Alaik sahaja bukannya Assalamu `Alaikum. Begitu juga boleh menjawab salam mereka dengan Wa `Alaikum Salam, tapi tidak menyebut warahmatullah. Imam Nawawi menegaskan bahawa kedua-dua pendapat ini adalah janggal dan ditolak. (Nawawi, al-Azkar, Dar al-Khayr, hlm. 311)


Kesimpulan perbahasan di atas ialah ucapan salam adalah ucapan khusus untuk umat islam. Justeru, untuk bukan Islam tidak perlu digunakan lafaz salam tetapi boleh digunakan lafaz-lafaz penghormatan yang lain.

Dicatat oleh DRS. KHALIL IDHAM LIM

ALQURAN & RECITATION

Quran Explorer - [Sura : 1, Verse : 1 - 7]