Showing posts with label Palestine. Show all posts
Showing posts with label Palestine. Show all posts

Thursday, November 25, 2010

Zionis Israel Kembali Hancurkan Masjid di Tepi Barat


Buldoser militer Israel pada Kamis pagi ini (25/11) telah membongkar sebuah masjid Khirbat Izra di daerah lembah Yordan sebelah timur Tuba di Tepi Barat, dan mengklaim pembongkaran masjid karena tidak memiliki izin pembangunan.

Ahmad As'ad juru bicara Otoritas Palestina untuk penduduk lokal Tuba mengatakan bahwa tentara Israel telah menyerbu wilayah yang dianggap oleh militer Israel sebagai zona militer tertutup pada Kamis pagi, dan melakukan pembongkaran terhadap masjid satu-satunya di desa itu.

As'ad menegaskan bahwa para orang tua desa itu dulu telah membangun dua ruangan tambahan untuk perluasan masjid, yang dibangun pada tahun 1967. Ia juga menegaskan bahwa mereka memiliki surat-surat resmi yang membuktikan tempat pembangunan masjid pada tahun 1967 lalu dan perluasan masjid dilakukan karena meningkatnya jamaah yang memanfaatkan masjid tersebut untuk beribadah.

Dia menambahkan bahwa tentara Israel berusaha mengusir warga Palestina dari wilayah ini dengan membatasi hak mereka dan menerapkan aturan perintah militer kepada mereka dari waktu ke waktu.(fq/imo)

Thursday, October 14, 2010

Helen Thomas: Anda Tidak Bisa Mengkritik Israel Dan Tetap Hidup Di AS


Masih ingat dengan Helen Thomas? Itu, koresponden Gedung Putih yang mengkritik Israel dan kemudian langsung dilengserkan.

Menurut Thomas dia telah memasuki suatu wilayah yang tak boleh disentuh. "Komentar itu apa yang saya pikirkan. Anda tidak bisa mengkritik Israel di negara ini dan kemudian bertahan hidup," kata Thomas kepada stasiun WMRN-AM Ohio dalam wawancara selama 35 menit, Selasa (12/10).

Thomas, 90, mengundurkan diri dari pekerjaannya sebagai kolumnis untuk Hearst News Service pada bulan Juni silam setelah menyerukan Israel untuk "keluar dari Palestina."

"Pada dua minggu pertama, semuanya berjalan sangat sulit. Setelah itu, barulah saya bisa keluar dari kondisi koma saya," kata Thomas, yang orang tuanya berimigrasi ke AS dari Lebanon.

Awal mulany adalah Rabbi David Nesenoff, yang mengolola situs rabbilive.com, mendatangi Helen pada perayaan Jewish Heritage Day pada 27 Mei. Nesenoff iseng-iseng bertanya kepada Thomas tentang Israel.

"Katakan kepada mereka untuk pergi dari Palestina," jawab Thomas.

"Ingat, orang-orang Palestina itu dijajah, dan itu adalah tanah mereka. Ini bukan Jerman, bukan pula Polandia," lanjutnya. "Mereka (orang Yahudi) itu harus pulang."

"Kemana?" Nesenoff bertanya.

"Polandia, Jerman dan Amerika dan tempat-tempat lainnya," jawab Thomas.

"Saya mengatakan kepadanya persis apa yang saya pikirkan," katanya, "Saya tidak berbicara tentang Auschwitz atau hal lain."

"Mereka memutarbalikkan komentar saya, yang mereka lakukan untuk tujuan propaganda mereka sendiri."

Thomas kemudian mengeluarkan permintaan maaf, ia mengatakan kepada pewawancaranya, bahwa orang-orang marah dan ia berpikir ia telah menyakiti sebagian orang. "Pada saat yang sama, saya punya perasaan yang sama tentang agresi dan kebrutalan Israel (terhadap Palestina)," kata Thomas. (sa/haaretz)

Amerika: Israel Itu Negara Yahudi

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan regional di sekitar wilayah Palestina harus 'menerima keberadaan Israel sebagai tanah air orang Yahudi.'

Departemen Luar Negeri AS mengatakan Selasa kemarin ia mendukung Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dan meminta Palestina untuk mengakui Israel sebagai negara Yahudi.

"Saya tidak membuat berita apa pun di sini," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Philip Crowley dalam konferensi pers. "Ini adalah negara bagi orang-orang Yahudi. Sebuah negara bagi warga lain dari agama lain juga."

Netanyahu mengatakan Senin bahwa Israel setuju untuk memperpanjang pembekuan pembangunan pemukiman di Tepi Barat jika Palestina mengakui Israel sebagai negara orang-orang Yahudi.

"Apa yand dikatakan oleh Perdana Menteri Netanyahu kemarin adalah, pada dasarnya merupakan permintaan inti dari pemerintah Israel, dan kami mendukung," kata Crowley. "Pengakuan bahwa Israel merupakan bagian dari wilayah ini adalah apa yang mereka inginkan dalam negosiasi ini."

Crowley menekankan bahwa Amerika mendorong kelanjutan pembicaraan damai. "Ini bukan jalan satu arah, ini adalah jalan dua arah.. Perdana Menteri Israel menawarkan sesuatu dan meminta sesuatu. Ini sempurna untuk Otoritas Palestina dan Presidennya, Mahmoud Abbas mengatakan ada sesuatu yang ia butuhkan dan ada sesuatu yang akan ia berikan."

"Kami berharap bahwa rakyat Palestina akan melakukan hal yang sama dan, melalui dialog yang berkelanjutan, kita akan mendapatkan komitmen kedua belah pihak untuk melanjutkan negosiasi ini." (sa/ynet)

Sunday, September 26, 2010

Pidato Obama di PBB: Siapa Berani Ganggu Israel, AS akan Bertindak


Presiden AS Barack Obama menegaskan kembali dukungannya yang tak tergoyahkan pada Israel. Pidato Obama dalam sidang tahunan Dewan Umum PBB memperkuat keyakinan banyak pihak di Palestina, bahwa negosiasi baru Israel-Palestina lewat mediasi AS tidak akan menghasilkan apapun bagi rakyat Palestina dan hanya akan menguntungkan Israel.

Dalam pidatonya, Obama menyatakan bahwa setiap upaya yang ingin mendelegitimasi Israel akan menghadapi perlawanan keras dari AS. "Eksistensi Israel seharus tidak lagi menjadi perdebatan. Israel adalah negara yang berdaulat dan merupakan tanah air yang bersejarah bagi orang-orang Yahudi," kata Obama.

"Hal ini selayaknya sudah jelas bahwa setiap upaya untuk menghancurkan legitimasi Israel hanya akan menghadapi perlawanan yang tak tergoyahkan dari AS," sambungnya.

Obama juga mengancam Palestina dengan mengatakan, jika pembicaraan damai Israel-Palestina yang disponsori AS tidak mencapai kesepakatan, maka rakyat Palestina tidak akan pernah meraih kebanggaan dan martabat dengan terbentuknya negara Palestina. Di sisi lain, keamanan dan kedaulatan Israel juga terancam jika negara tetangganya tidak berkomitmen untuk hidup berdampingan dengan damai.

Presiden AS meminta agar negara-negara Arab membuka hubungan diplomatik dengan Israel dan menjembati konflik antara Israel dan Palestina.

Presiden Palestina Mahmud Abbas yang juga menghadiri sidang Dewan Umum PBB menilai positif pernyataan Obama. Ia mengatakan bahwa pihaknya akan membuka diri secara penuh untuk bekerjasama dengan AS mencapai kesepakatan dan resolusi yang adil dalam konflik Israel-Palestina. (ln/PNN)

Tuesday, September 14, 2010

Haniyya : 40.000 Penghafal Qur'an, Menjawab Pembakaran Qur'an

Di Gaza segala telah berubah. Kehidupan ikut berubah. Sejak Hamas mengambil alih kekuasaan di Gaza tahun 2007, yang sebelum di pegang oleh Otoritas Palestina (PA) yang dipimpin Presiden Mahmud Abbas.

Kehidupan nampak lebih Islami, dan segala berjalan dengan tertib. Blokade Israel dan Barat terasa pahit. Tetapi, tidak membuat Hamas menyerah dan mengakui Israel. Hamas tetap menegaskan bahwa Israel sebagai penjajah dan illegal.

Selama kekuasaan di bawah Otoritas Palestina (PA), kehidupan sangat sekuler, dan jauh dari pengaruh agama. Berbagai kekerasan diantara penduduk Gaza berlangsung, khususnya tindakan sewenang-wenang dari aparat keamanan Otoritas Palestina (PA), sampai seluruh Gaza di ambil alih oleh Hamas.

Perubahan yang paling mendasar kehidupan sehari-hari dikalangan rakyat Gaza, yang mulai nampak terlihat nilai-nilai Islam dalam segala kehidupan. Perlahan-lahan mereka dapat mengurai krisis akibat blokade Israel dan sekutunya. Mereka dapat mencukupkan kebutuhan mereka tanpa harus bergantung terhadap Israel.

Tentu, yang paling menarik, bagaimana pemerintahan Hamas membangun masa depan kehidupan rakyat Gaza, yang lebih bersumber dari nilai-nilai Islam, di mana anak-anak sejak dini sudah dididik untuk dapat membaca Al-Qur'an, memahaminya, dan menghafalnya. Setiap tahun pemerintah Hamas mewisuda anak-anak yang sudah selesai menghafal Al-Qur'an. "Kami akan menjadi Al-Qur'an sebagai hidu kami", ucap Ismail Haniyya. Perlahan-lahan dan sangat nyata, anak-anak di Gaza mereka telah menjadi penghafal Al-Qur'an yang baik.

Selama Ramadhan rumah-rumah dan masjid-masjid di seluruh Gaza menjadi tempat, yang paling ramai, suara orang membaca Al-Qur'an. Ini buah dari apa yang dilakukan oleh pemerintahan Hamas, yang mempunyai perhatian yang demikian besar terhadap anak-anak untuk dapat menghafal Al-Qur'an. Setiap sekolah hampir dapat meluluskan lebih dari 200 anak yang hafal Al-Qur'an.

Maka, Perdana Menteri Palestina di Gaza, Ismail Haneyya, selain mengutuk Pastor Terry Jones, yang menyerukan membakar Quran di Negara Bagian Florida, Amerika. Tetapi, Haniyya memberikan respon dengan mempersiapkan 40.000 penghafal Quran setiap tahunnya. Haniyya telah menjadikan kebijakan pemerintahannya untuk menghafal Al-Qur'an.

Selanjutnya, Haniyya mengatakan dalam khotbah Idul Fitri-nya bahwa proyek Zionis terus mengalami kemunduran, dan kemenangan rakyat Palestina semakin dekat daripada yang mereka pikirkan.

Haniyya menambahkan bahwa Otoritas Palestina di Ramallah telah melakukan tiga dosa selama bulan Ramadhan. Pertama, negosiasi langsung dengan penjajah Israel, dan a negosiasi itu ditolak dan tidak mendapatkan amanat dari rakyat Palestina sama sekali untuk bernegosiasi atas nama Yahudi.

Hanniya menyebutkan dosa kedua Otoritas Palestina adalah perang mereka terhadap agama dan masjid-masjid yang dianggap telah menjadi alat perlawanan terhadap penjajah Israel. Haniyya menegaskan kebijakan lyang memerangi masjid-masjid dan agama merupakan kebijakan seperti itu secara luas ditolak oleh rakyat Palestina.

Dosa yang ketiga, Haniyya mengatakan, adalah Otoritas Palestina (PA) yang bekerjasama dengan Israel telah memburu para pejuang di Tepi Barat. Tindkan ini bertentangan dengan keinginan rakyat Palestina, dan Haniyya menolak kebijakan tersebut dan bahwa pemerintahnya menolak koordinasi keamanan antara Otoritas Palestina dan penjajah Israel.

Dalam kesempatan ini, Hanniya mengucapkan selamat Idul Fitri kepada orang-orang Arab dan umat Islam umumnya. "Salam khusus kepada keluarga syuhada, tawanan dan mereka terluka, serta mereka yang rumahnya hancur oleh Israel."

Haniyya menyerukan kunjungan ke keluarga syuhada, tawanan yang terluka karena itu akan meningkatkan solidaritas dan memperkuat ketabahan keluarga-keluarga tersebut.

Haniyya menyerukan agar menghadapi kampanye Pendeta Terry Jones itu, hanya dengna memperbanyak kaum muslimin menghafal Al-Qur'an, yang akan menjadi perisai menghadapi Yahudi dan Nashrani, yang sangat memusuhi umat Islam.

Saturday, September 04, 2010

Puluhan Ribu Umat Islam Langsungkan Shalat Jumat di Masjid Al-Aqsha


Puluhan ribu kaum muslimin memenuhi kompleks masjid al-Aqsha yang dijaga ketat di Yerusalem untuk shalat Jumat terakhir pada bulan Ramadhan sebagai aksi protes diluncurkankannya kembali pembicaraan damai langsung antara otoritas Palestina dan Israel.

Polisi Israel menyebutkan jumlah jamaah sekitari 160.000 hingga 170.000 orang, sedangkan pihak berwenang muslim Palestina mengatakan jumlah jamaah melebihi 200.000 orang.

Dalam khotbah Jumat-nya Syaikh Yusuf Abu Snainih mengkritik kembali pembicaraan perdamaian Timur Tengah yang diluncurkan pada hari Kamis lalu di Washington, dengan mengatakan "negosiasi ini adalah lelucon."

Syaikh Yusuf menuduh Israel berusaha melakukan normalisasi dengan Arab dan dunia Islam sementara mereka tetap "melanjutkan penjajahan" nya di Tepi Barat melalui pembangunan pemukiman Yahudi.

Dalam kejadian terpisah Hamas yang menguasai Jalur Gaza, dengan ratusan orang menghadiri rapat umum untuk menghormati pernyataan Iran yang menyatakan hari al-Quds (Yerusalem).

Pejabat senior dari Hamas dan faksi-faksi pejuang lainnya turut hadir dalam acara tersebut setelah serangan kembar oleh kelompok Islam di Tepi Barat yang menewaskan empat pemukim menjelang pembicaraan damai langsung.

"Yerusalem tidak akan dibebaskan oleh negosiasi melainkan denganh jihad dan perlawanan," kata pejabat senior Hamas Ismail al-Ashqar kepada kerumunan orang banyak, menambahkan bahwa kejahatan untuk berpartisipasi dalam pembicaraan tersebut.

Situasi dan kondisi Yerusalem tetap tenang, menurut polisi Israel.

"Seperti di minggu sebelumnya, polisi dikerahkan sebanyak 2.000 orang di sekitar masjid Mereka tidak ikut campur. Dan shalat jumat berlangsung dengan tenang sepenuhnya," kata juru bicara polisi Yerusalem Shmulik Ben Ruby.(fq/aby)

Penyelidikan Freedom Flotilla: Anggota Parlemen Israel akan Bersaksi


Anggota Parlemen Israel Hanin Zoabi akan memberikan kesaksian di hadapan tim PBB yang bertugas menyelidiki serangan Israel ke rombongan Freedom Flotilla yang terjadi akhir Mei lalu. Zoabi, seorang warga Arab di Israel adalah anggota parlemen Israel yang ikut dalam rombongan itu bersama ratusan aktivis internasional yang akan menyerahkan bantuan kemanusiaan bagi warga Gaza.

Menjelang kesaksiannya, Zoabi mengatakan bahwa dirinya akan mendesak tim PBB agar juga menyelidiki Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang bertanggung jawab langsung atas serangan yang menewaskan sembilan aktivis kemanusiaan itu. Selain Netanyahu, pejabat Israel lainnya yang juga harus diselidiki, kata Zoabi, adalah menteri urusan perang dan kepala staff militer Israel atas keterlibatan mereka dalam operasi ke kapal Mavi Marmara, salah satu kapal rombongan Freedom Flotilla yang diserang pasukan komando Israel.

Zoabi juga akan meminta anggota tim penyelidik PBB untuk membuat rekomendasi yang jelas dan tegas untuk mengajukan ketiga pejabat pemerintah Israel ke Mahkamah Kriminal Internasional, termasuk pelanggaran Israel terhadap hukum internasional dalam kebijakan blokadenya di Gaza, kejahatan perang dan kejahatan kemanusiaan yang telah dilakukan Israel di Gaza selama empat tahun belakangan ini.

Atas nama keluarga korban serangan Israel ke rombongan Freedom Flotilla, Zoabi mengungkapkan harapannya, tim PBB melakukan penyelidikannya dengan berani dan jujur serta tidak terpengaruh dengan tekanan-tekanan Israel. Ia juga meminta kepala Shabak--badan intelijen dalam negeri Israel--agar memberi kesempatan bagi tim penyelidik PBB untuk mendengarkan kesaksian dari Syaikh Raed Salah, pemimpin gerakan Islam di Israel yang dijebloskan ke penjara oleh pemerintah Israel. Salah juga ikut serta dalam aksi kemanusiaan Freedom Flotilla bulan Mei kemarin.

Di Israel, Zoabi menuai kecaman keras dari anggota parlemen dari kalangan Yahudi Israel. Karena dianggap pro-Palestina, hak-hak istimewa Zoabi sebagai anggota parlemen dicabut.

Tim panel PBB memulai misi penyelidikannya atas serangan Israel ke rombongan Freedom Flotilla pada Selasa (31/8) dengan mendengarkan kesaksian terkait serangan tersebut. Tahap ini dijadwalkan selesai tanggal 4 September mendatang. (ln/pic)

ALQURAN & RECITATION

Quran Explorer - [Sura : 1, Verse : 1 - 7]