Saturday, September 18, 2010
Saturday, September 04, 2010
Ketua Dewan Mufti Rusia Desak Terbentuknya Negara Palestina Merdeka
Warga Rusia dan dunia Muslim meminta terbentuknya negara Palestina yang merdeka, kata Ketua Dewan Mufti Rusia Syaikh Rawi Ain al-Din.
Kepala lembaga Islam tertinggi Rusia ini membuat pernyataan tersebut selama khotbah shalat Jumat di Moskow yang juga dihadiri oleh Duta Besar Iran untuk Rusia dan delegasi yang menyertainya.
"Pendirian negara Palestina yang merdeka adalah tujuan dari umat Muslim dunia dan kita berdoa kepada Allah untuk mewujudkan tujuan ini dan untuk pembentukan perdamaian di tanah suci ini," IRNA mengutip pemimpin pernyataan ketua dewan Mufti Moskow dalam shalat Jumat kemarin (3/9).
Pernyataan Syaikh Ain al-Din datang pada saat umat Syi'ah di Iran dan negara-negara lain menandai Hari Quds Internasional pada Jumat terakhir bulan Ramadhan saat ini, 3 September 2010.
Khatib Shalat Jumat di Moskow mengatakan hari Internasional Quds ini adalah hari untuk menunjukkan dukungan dan solidaritas dengan bangsa Palestina dan mendesak semua umat Islam untuk melakukan demonstrasi setiap Ramadhan untuk mengambil sikap untuk mendukung perjuangan Palestina melawan rezim Israel yang merampas wilayah tersebut.
Ulama Rusia ini juga menekankan pentingnya kesatuan antara kelompok Palestina Fatah dan Hamas.
Ia, selanjutnya, mengucapkan terima kasih kepada Duta Besar Iran untuk Rusia Sayyed Mahmoud-Reza Sajjadi atas usahanya untuk mengembangkan hubungan Iran-Rusia di berbagai bidang dan untuk meningkatkan hubungan antara Iran dan muslim Rusia.(fq/prtv)
Tuesday, March 23, 2010
Pembantaian Demi Pembantaian Zionis-Israel
Sejarah kehidupan entitas Zionis-Israel hanyalah diisi dengan pembantaian demi pembantaian terhadap rakyat Palestina dan bangsa Arab, yang tidak berdosa. Rezim Zionis-Israel dari waktu ke waktu, tanpa jeda sedikitkpun terus melakukan pembantaian terhadap rakyat sipil, dan kemudian mengusir, menjajah, dan menguasai tanah kelaharinnya.
Tapi, rezim Zionis-Israel terus menipu dan memanipulasi masyarakat dunia, dan menuduh rakyat Palestina, sebagai penjahat, teroris, dan biadab. Rezim Zionis-Israel telah memutar-balikkan fakta-fakta yang tidak mungkin dipungkirinya. Semua bukti-bukti sangat nyata, menunjukkan bahwa Zionis-Israel adalah bangsa paling biadab di muka bumi ini. Anehnya, masyarakat dunia, terkecoh dengan kebohongan Zionis-Israel, yang selalu menggembar-nggemborkan tentang adanya ‘Holacoust’ (pembantaian), yang semuanya hanyalah fiktik, dan tujuannya untuk memeras masyarakat dunia, dan menutupi segala kejahatannya terhadpa rakyat Palestina.
Inilah diantara fakta kekejian yang paling dahsyat yang dilakukan Zionis-Israel sejak perang tahun 1948 :
- Pembantaian di desa Balad As-Sheikh dan Hawasyah, pada 1 Januari 1948, di dua perkampungan yang terletak disebelah tenggara Haifa. Teroris Zionis melakukan bersenjata, di mana 200 pasukan teroris Zionis, membantai habis seluruh penduduk dua desa itu.
- Pembantaian Naashiruddin, pada 15 Mei 1948, terjadi di desa dekat Thabriyah. Di sini pasukan teroris Zionis dengan menggunakan pakaian Arab, kemudian mendatangi penduduk, namun disaat penduduk menyambutnya, sekonyong-konyong pasukan teroris Zionis, lalu memuntahkan peluru, dan menembaki seluruh penduduk desa, hingga seluruh tewas.
- Pembantaian Bait Darais, pada 21 Mei 1948, di mana serangan dilancarkan pasukan Zionis-Israel terhadap desa besar, yang berada di sebelah timur Gaza, Bait Darais, dengan panser-panser dari segala penjuru, dan membabat seluruh penduduknya, tanpa menyisakannya.
- Pembantaian Deir Yasin, pada 9 Oktober 1948, serangan yang dilancarkan pasukan Zionis-Israel terhadap desa yang terletak di dekat kota Al-Quds dengan jumlah penduduk 600 muslim. Disini pasukan gabungan dari teroris Irghun dan Stern, yang jumlahnya 300, yang dilengkapi dengan panser menghancurkan desa itu dan mendudukinya, dan membantai habis seluruh penduduk Deir Yasin. Tak ada yang tersisa anak-anak, wanita, orang tua semuanya dibantai habis. Teroris Irghun dan Stern masuk rumah-rumah warga Palestina, dan melenyapkan dengan senjata.
- Pambantaian Ad-Duwaimah, pada 30 Oktober 1948, di mana pasukan gerombolan Zionis-Israel, memasuki desa yang terletak sebelah tenggara Hebron (al-Khalil), pasukan Zionis-Israel yang dipimpin Moshe Dayyan, memasuki desa, dan membantai 96 orang, dan juga membunuh anak-anak yang tidak berdosa dengan cara memecahkan kepala mereka.
- Pembantaian Ailbun, pada 30 Oktober 1948, di mana pasukan Zionis-Israel membantai 12 pemuda Palestina dengan cara-cara yang keji, termasuk menghilangkan kepala mereka, dan membiarkan mayat mereka berserakan di jalan-jalan.
- Pembantaian Shafshaf di Al Jalil, di mana pasukan Zionis-Israel, di mana dalam peristiwa itu, pasukan Zionis-Israel, membantai 52 orang Palestina, dan memasukkan mayat-mayat mereka ke dalam sumur, dan tanpa belas kasihan.
- Pembantaian Allah, pada 11 Desember 1948, di mana dalam peristiwa puluhan anak Palestina terbunuh akibat muntahan peluru Israel yang terjadi di dalam masjid. Saat itu pemuda Palestina sedanga menunaikan shalat. Menurut sumber di Israel, waktu itu, lebih 250 orang Palestina yang dibantai oleh Zionis-Israel, belum termasuk yang mengalami luka-luka.
- Allah, juga menyaksikan pembantaian, yang sebelumnya terjadi pengusiran terhadap penduduk di wilayah itu, saat pasukan Zionis-Israel melakukan pengosongan besar-besaran.
- Pembantaian di Shafat, di mana gerombolan teroris Zionis-Israel, membantai 70 pemuda Arab, yang sedang melakukan shalat saat itu.
- Gerombolan Al-Atsel, pada 6 Juli 1938, meledakkan dua mobil di pasar Haifa, sehingga meluluh-lantakkan keuda mobil itu, dan merenggut nyawa 21 orang Palestina, dan melukai 52 orang lainnya.
- Seorang Zionis melemparkan granat di pasar sayur mayur, dan itu terjadi pada 14 Juli1938, akibat ledakan granat itu, 12 orang Arab tewas.
- Gerombolan Zionis, pada 15 Juli 1938, meledakkan granat di depan salah satu Masjid Al-Quds, disaat para jamaah keluar masjid. Peristiwa itu menewaskan 10 orang Palestina, dan melukai 30 orang lainya.
- Gerombolan Zionis, pada 26 Agustus 1938, meledakkan mobil yang sudah dipenuhi dengan bahan peledak oleh para teroris Al-Atsel, di pasar Al-Quds. Peristiwa ini membunuh 34 pemuda Arab, dan melukai 35 orang lainnya.
- Para gerombolan teroris Al-Atsel , pada 27 Februari 1939, meledakkan dua bom di Haifa, sehingga menewaskan 27 orang Arab, dan 39 lainnya mengalami cidera.
- Pembantaian Qabiyyah, pada 14 Oktober 1953, di mana pasukan teroris Zionis-Israel dengan kekuatan 600 pasukan, memasuki desa yang terletak di sebelah timur Al-Quds, dan desa itu berpenduduk 2.000 jiwa. Teroris Zionis-Israel mengepung desa itu, kemudian menembak secara sporadis ke segala arah. Teroris Zionis-Israel itu juga meledakkan rumah-rumah penduduk Palestina yang ada, dan membantai pemiliknya satu-satu, seperti membunuhi binatang, tanpa ada sedikitpun rasa belas-kasihannya. Pembantaian itu berlangsung selama 32 jam. 56 rumah hancur, 67 penduduk tewas, dan banyak seluruh keluarga dibantai dalam peristiwa itu. Termasuk anak-anak dan wanita. Zionis-Israel juga menghancurkan masjid-masjid yang ada di desa itu.
- Pembantaian di Kafr Qasim, pada 29 Oktober 1956, di mana gerombolan teroris Zionis-Israel mengumpulkan buruh, pada pukul 17.00 petang. Gerombolan teroris Zionis dengan dingin membantai buruh, yang sudah berkumpul, tanpa bersisa. 49 orang tewas, diantaranya yang tewas anak-anak yang berumur 11 tahun.
- Shabra dan Syatila, di mana 2 diantara 12 tempat pengungsian Palestina di Lebanon. Pembantaian di Shabra dan Syatila ini berlansung pada 18 September 19882. Ini merupakan pembantaian paling keji dalam sejarah kehidupan kemanusiaan. Zionis-Israel benar-benar biadab. Di bawah komando Jendral Ariel Sharon ( sekarang masih koma, dan sudah 4 tahun), dimana pembantaian di kamp pengungsi ini, yang dilakukan rezim Zionis-Zionis yang bekerjasama dengan milisih Phalangist (Kristen), membantai sekitar 4.000 warga Palestina, yang ada di dua kamp pengungsian itu. Inilah kejahatah yang paling terkutuk yang dilakukan Zionis-Israel. Sebelum melakukan pembantaian itu, terlebih dahulu pasukan Zionis bersama milisi Phalangist memadamkan listrik yang ada di kamp Shabra dan Syatila.
- Pembantaian di Al-Aqsha, yang berlangsung pada 8 Oktober 1990. Di mana gerombolan teroris yang mengatas-namakan ‘Pengawal Gunung Haikal’, memuntahkan peluru yang diarahkan kepada jamaah yang sedang melakukan shalat di dalam masjid. Korban yang syahid sebanyak 21 orang, 800 orang yang luka-luka, dan 250 orang yang ditangkap. Ini peperangan yang dilancarkan kaum muslimin, yang sedang shalat terhdap Zionis-Israel.
- Pembantaian di Masjid Ibrahim Hebron, yang berlangsung di tahun 1994, di mana kaum muslimin sedang menunaikan shalat, dan berdzikir, dan belum selesai wirid mereka, muntahan senjata Zionis-Israel tanpa henti-henti. 24 warga Hebron tewas, dan 35 orang lainnya luka-luka. Dari pembantaian di Masjid Al-Khalil Hebron, kemudian muncul Intifadah.
- Pembantaian Uyun Qarra, yang berlangsung pada 20 Mei 1989, di mana pasukan Zionis-Israel menembakkan senjatanya kearah buruh yang sedang menungu jemputan. 7 oran tewas. Dari peristiwa ini dampaknya sangat luas ke seluruh Palestina.
- Pembantaian Bahr Al-Baqr, pasukan tempur mengebom sekolah anak-anak di dekat Suez, sehingga puluhan anak sekolah tewas.
- Agresi Zionis-Israel ke Gaza, yang menewaskan lebih dari 1500, dan melukai lebih 5.000 penduduk Gaza. Zionis Israel juga menghancurkan seluruh sarana hidup di wilayah itu.
Kejahatan Zionis-Israel itu akan terus berlangsung sempai bangsa yang sangat rasialis di muka bumi itu, musnah. Kekacauan dan perang tidak akan pernah berhenti, selama eksistensi Zionis-Israel itu masih ada di tanah Palestina, yang sekarang mereka duduki. Inila fakta-fakta kejahatan yang dilakukan Zionis-Israel terhadap rakyat Palestina dan bangsa Arab. (m)
Thursday, March 18, 2010
Israel sendiri sudah membuat semua persiapan untuk hari pembukaan itu, yang menurut ramalan rabi Yahudi di abad ke-18, akan didirikan pada tanggal 16 Maret di atas reruntuhan Masjid al-Aqsha.
Israel sudah bertekad bulat untuk meruntuhkan Masjid al-Aqsha, tapi kondisi ini tidak memungkinkan pada saat ini untuk melakukannya.
Palestine Information Center mengatakan bahwa sudah ada kesepakatan antara Israel dan pemerintahan Mahmoud Abbas akan rencana ini, dan menolak setiap gerakan Islam untuk mempertahankan Masjid al-Aqsha.
Mengingat persiapan Israel untuk menumpas gerakan apapun yang mempertahankan Masjid suci pada hari itu, orang-orang Israel yang berusia di bawah umur 50 dicegah memasuki Masjid dan sebaliknya Israel melancarkan kampanye penculikan terhadap pemuda Palestina di kota suci. (sa/pic)
Saturday, January 09, 2010
Kezaliman di Palestin jadikan Israel takut sertai FIFA2010
| Dzulfikar Mashoor |
KUALA LUMPUR, 9 Jan: Kezaliman yang berpanjangan di bumi Palestin mengakibatkan pihak penceroboh, Zionis-Israel sendiri dilaporkan begitu takut menyertai Piala Dunia 2010 di Afsel, Afrika Selatan secara langsung (live) tidak lama lagi. Suatu saluran televisyen Tel Aviv baru-baru ini melaporkan, beberapa organisasi tempatan Afrika Selatan yang pro kemanusiaan Palestin mula melengkapkan beberapa maklumat logistik berkaitan pasukan Zionis-Israel sejak Januari tahun lalu lagi.
|
Tuesday, January 05, 2010
Anak Gaza Kelaparan, Makan Rumput Untuk Bertahan Hidup
Kondisi umat Islam di Gaza, Palestina, sangat menyedihkan khususnya setelah distribusi bantuan makanan bagi rakyat Palestina di Jalur Gaza dihentikan PBB dengan alasan kekurangan bahan bakar.
Orang-orang Palestina telah berada dalam kesulitan untuk mendapatkan makanan sejak Palestina diduduki pada tahun 1946. Di beberapa resort, bahkan sebagian lagi memakan rumput.
Badan PBB yang mengelola distribusi bantuan, UNRWA, menghentikan pengiriman bantuan makanan ke Gaza dua minggu lalu karena kendaraan mereka mengalami kekurangan bahan bakar. Lebih dari 80% penduduk Gaza mengandalkan bantuan kemanusiaan, dengan pasokan makanan dari PBB memenuhi kebutuhan 1,5 juta orang. Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak.
Cris Gunness, juru bicara UNRWA mengatakan bahwa bantuan kepada 650.000 orang harus dihentikan sementara. Israel benar-benar kejam, setelah tanah Palestina dirampas, mereka membiarkan orang-orang Islam Palestina hidup dalam kesengsaraan dan kelaparan.
Sampai kapan situasi menyedihkan dan mengiriskan ini berlangsung? Sementara ada sebagian orang Arab yang akan berencana membeli seorang penyerang sepakbola asal Spanyol bernama Fernando Torres dengan tawaran yang—ehm, bisa mengurut dada—Rp 2,2 trilyun! (sa/poj)
Tuesday, November 10, 2009
Israel Kembali Serang Al-Aqsa
Mengapa dunia internasional tidak juga peduli pada Palestina? Mengapa pula dunia Israel tidak menganggap Israel sekarang serius dalam menyerang MasjidAl Aqsa, tempat suci ketiga bagi umat ini?
Hanya dalam hitungan kurang dari satu bulan, para penjajah Yahudi itu sudah melakukan beberapa kali penyerangan. Dan kali ini yang terjadi kedua kalinya.
Bentrokan meletus sebelumnya hari Minggu ketika pasukan Israel menggunakan granat, gas air mata dan peluru karet yang dilemparkan ke halaman masjid, menghalau semua jamaah Palestina yang tengah berkumpul di dalam masjid.
Sudah seharusnya dunia Islam berjaga-jaga setiap kali memasuki bulan November atau Desember. Dalam peristiwa-peristiwa sebelumnya yang membunuh dan menghapus sejarah Islam, Yahudi lebih sering melakukannya di bulan-bulan ini.
Ingat, invasi Cast Lead tahun kemarin dilakukan pada akhir Desember. Saat itu, Israel menewaskan lebih dari 1500 orang Palestina. Termasuk ibu-ibu dan anak-anak yang tak berdaya.
Rakyat Palestina sendiri--dengan tetap dipimpin oleh Hamas, tetap tak akan pernah menyerah. Semua ikut terlibat. Tua muda, lelaki dan perempuan. Gaza bukan hanya milikPalestina, dan juga menjadi simbol perlawanan langsung dunia Islam terhadap penjajahan Israel saat ini.
Saat ini, Israel terus-terusan mengepung kompleks masjid Al-Aqsa. Mereka masih menggunakan gas air mata dan peluru karet. Yang menahan mereka dari menggunakan senjata api mungkin saat ini karena debat panas di PBB dan adanya laporan Richard Goldstone.
Sementara negara-negara Islam diam seribu bahasa. Mesir, negeri tetangga sedang sibuk seputar suksesi Mubarak. Arab Saudi tengah kelimpungan mengurus haji dan feminisme. Sedangkan negeri Muslim terbesar di dunia, konon tengah panas dengan dagelan pemberantasan korupsi.
Semoga, serangan kedua kalinya Israel ini mulai bisa membuka kembali kesadaran kita akan kejamnya para Zionis. Jangan lupakan Palestina! (sa/wb)
Tuesday, October 20, 2009
Kemenangan Palestina di Al-Aqsa
Ketegangan antara pasukan Israel dan rakyat Palestina telah mereda ketika beberapa ratus orang Muslim Palestina terus menduduki Masjid Al-Aqsa dan tak sedetikpun meninggalkannya.
Konfrontasi antara Palestina dan Israel di Yerusalem dan melibatkan Masjid Al Aqsa dimulai ketika Israel menangkap pemimpin Gerakan Islam, Raed Shaleh. Polisi Israel menuduh Salah yang melancarkan "perang agama" dan mengatakan ia bersalah dari "penghasutan dan hasutan".
Raed Salah meminta rakyat Palestina untuk terus berada di dalam dan sekitar Al-Aqsa untuk "melindungi dari makar Yahudi." Selama bentrokan yang sudah terjadi lebih dari seminggu ini, tentara dan polisi Israel telah menangkap ratusan orang Palestina. Puluhan tentara Israel luka-luka. Namun kekejaman tentara Yahudi bukan hanya di Al Aqsa saja, juga merembet ke beberapa kamp pengungsi dan kota-kota di Tepi Barat di mana ribuan orang Arab bergabung solidaritas demonstrasi di Gaza, Suriah, Mesir dan Yordania.
Kemarahan rakyat Palestina dipicu karena ratusan ekstremis Israel mencoba memasuki Haram, di mana Masjid Al-Aqsa berada. Para Yahudi itu merayakan Yom Kippur dan Sukkot . Beberapa ekstremis ingin menghancurkan masjid. Kemarahan ini diperburuk ketika para penduduk Gaza ditolak masuk ke Yerusalem untuk beribadah di mesjid. Hanya perempuan saja yang diperbolehkan masuk.
Keteganan sedikit mereda setelah intervensi Duta Besar Yordania di Tel Aviv. Pemerintah Israel setuju berjanji bahwa umat Islam akan diizinkan masuk dan memiliki akses bebas ke Al-Aqsa. Ehab Jallad, koordinator Komite Populer Perayaan Yerusalem sebagai Ibukota Kebudayaan Arab untuk 2009, yang bekerja sama dengan Waqf Islam yang mengurus Masjid Al-Aqsa, melihat ini sebagai kemenangan.
"Ini adalah pertama kalinya sejak pendudukan Israel pada 1967 Yerusalem Timur bahwa umat Islam tinggal di masjid selama satu minggu dan mencegah Ekstremis Yahudi masuk. Kami berencana untuk mengorganisir rakyat di masa depan untuk mencegah upaya lebih lanjut pengambilalihan, " terang Jallad kepada IPS.
Dalam sebuah wawancara dengan IPS tidak lama sebelum ia ditangkap Israel, Syeikh Raed Salah mengatakan bahwa pemerintah Israel sebelumnya telah memberitahu beberapa rekan-rekannya bahwa masjid akan dibagi. "Ini adalah garis merah. Kami tidak akan membiarkan orang-orang Israel untuk mengambil alih Haram. Jika kita harus memilih antara syahid dan kehilangan Haram, kami memilih yang pertama," tegas Salah.
Arkeolog Israel telah melakukan penggalian ekstensif di masjid Al Aqsa, dan tentu saja penggalian itu mengancam rumah orang Muslim yang tinggal di dekatnya. Penggalian dilakukan di bawah masjid, pertama kali pada tahun 1996. Raphael Greenberg, profesor arkeologi di universitas Tel Aviv, mengatakan penggalian Israel sekarang adalah bermotif politik.
"Seperti biasa selama liburan Yahudi, Israel telah publik kebanjiran dengan laporan 'penemuan yang mengagumkan' dalam penggalian di Yerusalem," katanya. "Sebagian besar penelitian arkeologi di Yerusalem sedang didorong oleh tekanan dari tertarik politik kelompok dan individu dengan tujuan 'membuktikan' hak sejarah kami di kota atau daerah kliring untuk konstruksi. "
Kota Yerusalem memiliki izin bangunan terbatas untuk orang Palestina, sedangkan hampir 200.000 pemukim Yahudi dengan sewenang-wenang mendirikan pemukiman di situ. (sa/uruknet)