Sunday, June 14, 2009

Kebangkitan Islam di Bosnia

Remaja di Bosnia telah menemukan kembali akar ke Islaman mereka setelah para orang tua mereka gagal mencapai hal tersebut. Sebuah majalah AS mempublikasikan sebuah laporan tentang "kebangkitan Islam" di Sarajevo.

Empat perempuan yang bersahabat sejak kecil dan menggunakan jilbab menceritakan kepada majalah Time bagaimana mereka menjadi lebih relijius dan mulai menggunakan jilbab.

"Hal ini sangat aneh bagi mereka," ujar saudina Husic, seorang pelajar dari Arab dan Persia. "Tetapi mereka bisa menggunakan jilbab."

"Hampir 15 tahun setelah perang ......., ibukota Sarajevo, mengalami kebangkitan agama," kata sebuah laporan.

"Kami menghabiskan waktu pagi dengan berbelanja, dan kemudian sholat bersama," kata Husic.

Namun, pemuka agama menghubungkan kebangkitan Islam di Bosnia secara langsung pada peristiwa Horor pembantaian yang mana mereka menjadi saksi mata pada tahun 1990 an, ketika mereka masih anak-anak.

"Generasi ini tumbuh dalam semalam," kata mufti besar Bosnia - Mustafa Efendi Ceric kepada majalah Time.

"Kami dulunya memiliki generasi yang mempertanyakan apakah tuhan itu ada? Dan sekarang kami memiliki generasi yang sangat relijius berbeda dengan generasi sebelumnya.

"Husic dan teman-temannya adalah remaja muslim Bosnia, mereka dulu melihat bagaimana rumah mereka di Mostar menjadi hancur dan tetangga mereka saling serang satu sama lain dalam sebuah konflik etnis dan agama yang berkepanjangan, dua dari empat remaja perempuan ini telah kehilangan orang tua mereka, sedangkan yang lainnya telah melihat dengan mata kepala sendiri bagaimana paman mereka diseret dari rumah dan dibantai.

Imam masjid Raja Fahd - Nezim Halilovic mengatakan bahwa Bosnia kini mengalami kebangkitan keagamaan yang tinggi dibanding sewaktu masih di bawah aturan komunis yang diperintah oleh diktator Yugoslavia - Joisp Broz Tito.

Halilovic juga mengatakan bahwa para politisi Serbia saat ini memandang Sarajevo dengan kacamata yang negatif, mereka mengatakan bahwa Muslim di Bosnia secara umum memiliki hubungan dengan militan Islam dalam rangka untuk mendapat simpati dari Barat serta mereka telah mempunyai stereotip phobia terhadap Islam.

"Anda dapat melihat lebih banyak umat Islam di Paris dan London," ujarnya. "Jadi mengapa ketika masyarakat Bosnia kembali ke Islam menjadi suatu masalah?"

Muslim Bosnia mengalami penyiksaan dan pembunuhan pada kampanye pembersihan etnis oleh Serbia kristen pada tahun 1990 an, dimana Serbia mencoba menciptakan seluruh wilayah di Bosnia hanya untuk warga Serbia.

Contoh yang terburuk dari pembantaian massal yang terjadi adalah sekitar 8.000 Muslim Bosnia di dekat Srebrenica terbunuh, dan peristiwa ini konon merupakan peristiwa terburuk yang ada setelah perang dunia kedua.(fq/wbhttp://www.eramuslim.com/berita/dunia/kebangkitan-islam-di-bosnia.htm-)

Friday, June 12, 2009

Syaikh Umar Bakri : Umat Islam Harus Tolak Boneka Babi dan Barbie

Keumuman anak-anak sangat menyukai bermain dan mempunyai boneka. Pusat-pusat perbelanjaan di Inggris bahkan diseluruh dunia sangat gencar mempromosikan mainan kegemaran anak-anak tersebut. Di Inggris boneka seperti Barbie dan babi Peppa sangat digemari oleh anak-anak.

Bagi seorang Dai terkenal dari Inggris yang sekarang terlarang untuk masuk kembali ke Inggris - Syaikh Umar Bakri Muhammad pimpinan dari Jamaah Al-Muhajirun, boneka Barbie dan babi Peppa tidak lain hanyalah 'racun' yang dapat merusak jiwa anak-anak Muslim.

Para pembuat boneka menurut Umar memang menargetkan anak-anak untuk mempopulerkan boneka Peppa yang merupakan boneka berbentuk babi, dan bagi umat Islam babi adalah binatang haram dan najis dan tidak selayaknya keluarga muslim memberikan anak-anak mereka berupa mainan boneka berbentuk babi.

"Membeli sebuah mainan anak-anak berbentuk boneka babi akan membuat mereka menjadi mengidolakan mainan tersebut dan hal itu akan mempengaruhi perkembangan jiwa mereka.

"Umat Islam seharusnya tidak membolehkan anak-anak mereka memiliki sesuatu/mainan yang tidak Islami."

Sebagian umat Islam di Sarajevo Bosnia telah memboikot boneka babi Peppa dari pusat perbelanjaan. Sedangkan Syaikh Umar Bakri sendiri menginginkan bukan hanya boneka Peppa yang dilarang termasuk boneka Barbie yang bersosok perempuan dan tidak menutup aurat.

"Kami mencoba yang terbaik untuk tidak membiarkan anak-anak kami menjadi rusak pikiran dan perilakunya dari budaya barat."

Boneka Peppa berbentuk babi yang merupakan karakter kartun dari sebuah acara anak-anak di TV channel Five - telah dilarang dibeberapa toko-toko milik umat Islam.(fq/dailystar)

Resesi, Awal Kejatuhan Kapitalisme

Resesi Amerika datang seperti badai dan pergi meninggalkan reruntuhan—bisnis yang bangkrut, angka pengangguran yang tinggi dan kadang kala filosofi yang asal-asalan.

Seperti kita tahu filosofi ekonomi konservatif sudah bertahun-tahun menjadi sistem yang tak tergantikan. Kaum konservatif telah menjadikan pandangan ekonomi tersebut sebagai sistem pereknomian di hampir semua negara. Saat ini, ketika resesi global muncul ke permukaan, para pengamat ekonomi berkeyakinan, inilah kejatuhan kapitalisme yang ditopang oleh kaum neoliberal.

Dalam "The Communist Manifesto" (1848), Karl Marx dan Friedrich Engels mengatakan bahwa kapitalisme mempunyai beberapa kelemahan. Kelemahan-kelemahan ini, menurut Marx akan mengakibatkan resesi ekonomi. Marx menyatakan bahwa kapitalisme hanya akan memakmurkan kaum borjuis (kaya) saja. Saat ini, di AS, semakin besar sebuah perusahaan, maka semakin besar pula kejatuhannya. Faktor utang yang terutama melilit perusahaan tersebut.

Sekarang ini, AS menjadi negara yang paling besar sistem perbankannya. Pada tahun 1980-an, hanya ada sedikit bank di AS. Saat itu para pekerja bank mengetahui baik depositor ataupun para pemimjam. Sekarang, para insan perbankan tidak pernah lagi mengetahui kemana dan siapa yang telah mengalirkan uang di bank mereka. Tetapi kemudian merjer dan akuisisi perusahaan membuat semua sumber daya menjadi sentral. Sejumlah bank bangkrut, namun banyak konglomerat baru lahir dan menciptakan persaingan global yang gelap.

Adam Smith, jauh sebelum Manifesto-Marx lahir, tujuh dedade sebelumnya, telah menulis “The Wealth Nation” yang berisi kapitalisme pada zamannya. Pada waktu itu, kapitalisme sudah berjalan yang terjadi di antara komunitas pedagang daging dan roti yang memang banyak menguasai pasar. Kedua pemain pasar itu hanya membantu di antara mereka saja—di luar komunitasnya, jangan harap.

Marx dan Smith telah melihat kebenaran, dua sisi yang berbeda dari kegagalan kapitalisme. Banyak kaum konservatif tetap kukuh pada pendirian untuk menegakkan hukum dan paham ini karena sudah memberikan kekayaan yang melimpah kepada mereka. Rakya AS sendiri sudah muak dengan sistem kapitalisme ini, dan lambat-laun ataupun dalam waktu yang cepat akan terjadi penolakan yang besar. Karena krisis Amerika tidak juga berakhir. (sa/csm)

Insiden Penembakan di Museum Holocaust Guncang AS dan Israel

Insiden Penembakan di Museum Holocaust Guncang AS dan Israel

Kamis, 11/06/2009 14:22 WIB Cetak | Kirim
Insiden penembakan yang terjadi di Holocaust Memorial Museum, Washington AS hari Rabu siang waktu setempat mendapat perhatian Presiden AS Barack Obama. Obama mennyatakan syok mendengar berita insiden tersebut. Ia juga mengatakan perlunya melawan aksi-aksi bernuansa anti-Semit.

"Saya syok dan sedih dengan insiden penembakan yang terjadi hari ini di Holocaust Memorial Museum. Tindakan keji ini mengingatkan kita untuk tetap waspada terhadap segala sesuatu yang bernuansa anti-Semit dan prasangka buruk dalam semua bentuknya," demikian pernyataan Obama.

Ia juga menyampaikan rasa simpatinya pada penjaga keamanan museum yang menjadi korban aksi penembakan tersebut. Dalam insiden itu, seorang penjaga museum bernama Stephen Tyrone Johns, 39, tewas dalam baku tembak dengan pelaku.

Lelaki berusia 88 tahun bernama James Von Brunn, seorang penganut gerakan supremasi kulit putih, diduga sebagai pelaku penembakan itu. Tapi Kepala Polisi Washington Kathy Lanier menolak menyebut Brunn sebagai tersangka utama dalam insiden tersebut. Brunn, menurut kepolisian, dalam "kondisi yang buruk" setelah mencoba bunuh diri dengan menembak dirinya sendiri usai melakukan aksinya.

Insiden penembakan yang terjadi di siang bolong itu membuat panik para pengunjung musium yang hari itu dipadati oleh ratusan siswa dan turis. "Semua orang berlarian secepat mereka bisa, atau tiarap di lantai. Situasinya kacau balau," kata Maria Hernandez, salah seorang pengunjung museum.

Kepolisian Washington dibantu dengan agen-agen FBI kini sedang menyelidiki insiden tersebut, apakah ada kemungkinan terkait dengan aksi terorisme.

Insiden penembakan di Museum Holocaust di AS juga mengguncang Israel. Menteri Urusan Yahudi Diaspora Israel, Yuli Edelstein menyesalkan insiden tersebut. "Insiden ini menjadi bukti adanya sikap anti-Semit dan penolakan terhadap holocaust. Israel harus menyikapi fenomena ini baik di dalam maupun di luar negeri, baik di media dan di kalangan akademisi. Israel harus harus mengatakan 'tidak!' pada dunia atas insiden-insiden seperti ini," tukas Edelstein.

Museum holocaust Israel 'Yad Vashem Holocaust Memorial' lewat juru bicaranya Iris Rosenberg juga mengungkapkan keprihatinannya. Kecaman juga dilontarkan oleh organisasi Yahudi yang dikenal aktif memburu para anggota Nazi, Simon Wiesenthal Center yang berbasis di Los Angeles. Direkturnya Dr. Efraim Zuroff menyatakan tidak terkejut jika institusi seperti museum holocaust menjadi target serangan oleh kaum gerakan supremasi kulit putih.

"Karena institusi-institusi seperti museum holocaust ini, dianggap sebagai anti-tesis dari ideologi rasial dan sikap anti-semit yang dianut kelompok supremasi kulit putih," kata Dr. Zurrof. (ln/Hrtz/JP/Aby)

Afghanistan, Terburuk Dalam Delapan Tahun Terakhir

Inilah salah satu bukti terbaru kekuatan AS: Kondisi Afghanistan bulan ini sangat buruk. Kekerasan yang terjadi di negeri itu seperti mencapai puncaknya dalam delapan tahun terakhir ini. Ini diakui sendiri oleh militer AS.

Jenderal David Patraeus, kepala Komando Pusat AS, mengatakan bahwa serangan di Afghanistan sudah mulai mencapai puncaknya sejak pekan lalu dan tampaknya akan terus berlanjut.

“Ini karena kami (tentara AS) akan terus mencari mereka (Taliban) sampai ke persembunyian dan rumah rumah mereka atau kemanapun mereka, karena kami harus!” ujarnya.

Dari bulan Januari sampai Mei, terhitung sudah dilakukan penyerangan sebanyak 5.222 kali dengan rasio kenaikan 59%—padahal tahun lalu dalam peridoe waktu yang sama “hanya terjadi” penyerangan sebanyak 3.283 kali, seperti dilaporkan oleh International Security Assistance Force (Isaf), yang dimiliki NATO. Di bulan Mei 2009 saja, dilakukan 1.450 serangan.

Ini tentu saja merupakan konsekuensi dari keputusan presiden AS, Barack Obama mengirim lebih banyak pasukan militer ke Afghanistan. Menurut Patreus sendiri, jumlah ini sudah kelewat banyak. Total saat ini pasukan AS di Afghanistan mencapai 56.000 orang, dan sedianya mendekati Agustus 2009 akan mencapai 70.000. Para analisis perang sudah memperingatkan Obama bahwa strategi ini akan banyak mengakibatkan korban jatuh.

Militer AS sendiri yang sampai saat ini masih kebingunan akan operasi mereka di Afghanistan berorientasi memburu apa dan siapa menyebutkan cuaca sebagai kambing hitam tersendatnya operasi. Musim dingin yang sekarang tengah menerpa sebagian wilayah Afghan, menurut AS, memudahkan Taliban untuk berkeliaran dari satu daerah ke daerah yang lain. Akibat lain, entah sengaja atau tidak, adalah tewasnya rakyat sipil dalam setiap operasi militer AS. (sa/aljzrh)

Hamas mohon kerajaan baru Lubnan bina semula kem Nahr El-Bared.

Khamis 11/06/2009 - Pergerakan Hamas pada hari Selasa mohon kepada kerajaan baru Lubnan agar membina semula kem pelarian Nahr El-Bared dan mengiktiraf hak asasi pelarian Palestin di Lubnan.

Ali Baraka, pegawai Hamas di Beirut berkata demikian dan mahu menjalinkan hubungan persaudaraan dengan semua ahli parlimen Lubnan.Beliau berkata hak pelarian Palestin adalah atas dasar prinsip mereka yang tidak mahu menetap di mana-mana negara dan mahu kembali ke tanah asal. Nasib pelarian Palestin di Lubnan adalah disebabkan penjajahan Zionis dan ini adalah masalah Zionis-Arab dan bukannya Lubnan-Palestin.

Beliau menambah lagi keselamatan dan ketenteraman Lubnan adalah penting dalam perjuangan Palestin dan semua masalah pelarian Palestin boleh diatasi dengan dialog Lubnan-Palestin.

sumber : http://www.imemc.org
penterjemah : anonymous

Israel memaksa penduduk Palestin memusnahkan rumahnya sendiri di Kota Lama, Baitul Maqdis.

Khamis 11/06/2009 - Seorang rakyat Palestin yang bernama Mohamed Ghosheh dipaksa oleh Israel memusnahkan rumahnya sendiri yang terletak di Souk Khan Al -Zeit, Kota Lama Baitul- Maqdis semalam.

Gorsheh telah diugut oleh sekumpulan besar pegawai majlis perbandaran awam Israel supaya dia membayar 25,000 dollars jika dia enggan merobohkan rumahnya itu sendiri. Israel memberi alasan bahawa pembinaan rumah tersebut tidak sah dan tidak berlesen. 13 apartmen lain di Beit Hanina juga telah dimusnahkan Israel atas alasan yang sama.

Dalam konteks yang sama, Menteri perumahan dan kerjaraya, Dr. Mahmoud Al- Mansi, pada isnin lalu, telah memberi amaran bahawa Israel masih lagi meneruskan usaha- usaha mereka untuk menghalau rakyat- rakyat Palestin dari Baitul Maqdis melalui taktik licik dan diskriminasi rang undang -undang mereka. Menurut Dr. Mansi lagi, tujuan Israel berbuat sedemikian adalah untuk mengasingkan kota suci tersebut daripada rakyat- rakyat Palestin, sekaligus mengubah demografi mereka. Israel juga membina petempatan- petempatan mereka di sekitar kawasan tersebut.

sumber : http://www.palestine-info.co.uk/en/
penterjemah : Av Endekku

Meshal: Tangkapan di Tebing Barat halang perdamaian.

Khamis 11/06/2009 - Ketua Biro Politik HAMAS, Khaled Meshal menegaskan HAMAS amat prihatin terhadap kepentingan Palestin. Beliau juga menegaskan sudah terdapat persetujuan dengan Mesir yang menjadi penaung untuk membentuk beberapa jawatankuasa yang akan berusaha membebaskan para tahanan. Beliau juga amat berharap agar naungan Mesir dan negara-negara Arab lain berjaya mencapai matlamat ini.

Semasa mengadakan sidang akhbar di Kaherah pada Selasa (9/6), selepas mengadakan perbincangan dengan Umar Sulaiman, menteri Mesir, beliau menegaskan bahawa halangan besar kepada perdamaian Palestin ialah tangkapan dan penculikan yang berlaku di Tebing Barat. Ia adalah tindakan yang sama sekali tidak boleh diterima.

Beliau juga menjelaskan bahawa terdapat usaha untuk menghapuskan HAMAS yang dilakukan oleh pihak berkuasa Palestin di Tebing Barat. Beliau juga menjelaskan persetujuan telah dicapai dengan pihak Mesir untuk membentuk beberapa jawatankuasa bagi membebaskan mangsa yang diculik, sambil menegaskan: “Jika tugas asasi ini tidak dilaksanakan segera, maka tidak akan berlaku penyelesaian untuk mencapai perdamaian Palestin.”

sumber : http://www.palestine-info.info/ar/
penterjemah : muhajir

MP Bardil berharap lawatan deligasi Parlimen EU dapat mengubah pendirian Barat.

Rabu, 10/06/2009 - Ahli parlimen Hamas, Dr. Salah Al- Bardawil mengalu- alukan rombongan deligasi parlimen EU, dengan harapan ianya dapat membantu dalam membuktikan penindasan yang dilakukan Israel ke atas rakyat Palestin.

Bardawil bercakap pada pemberita; Quds Press bahawa, lawatan tersebut akan membolehkan ahli- ahli deligasi EU itu menyaksikan sendiri kemusnahan yang dilakukan oleh Israel. Dia berharap sikap terbuka barat akan dapat membetulkan pendirian mereka terhadap perjuangan Palestin dan gerakan Hamas. Beliau juga bercadang untuk memaklumkan mereka tentang penahanan berterusan yang dilakukan oleh pihak berkuasa Israel terhadap penggubal undang- undang Palestin.

Deligasi yang terdiri daripada 41 orang ahli parlimen , dari 15 buah negara Eropah itu juga tersertai speker- speker parlimen. Bardawil mengalu- alukan juga lawatan sedemikian daripada persatuan parlimen- parlimen Arab.

sumber : http://www.palestine-info.co.uk/en/
penterjemah : Av Endekku

Abu Marzouq menyeru Obama adakan perbincangan terus dengan Hamas.

Rabu, 10/06/2009 - Keazaman Obama bagi mencapai keamanan di Timur Tengah dialu-alukan, tetapi ianya perlu melalui perbincangan terus dengan Hamas yang merupakan suara bagi mewakili penduduk Palestin. “Penting adakan rundingan dengan Hamas, Obama tidak boleh berbincang dengan rakyat yang tidak mewakili suara penduduk Palestin,” Abu Marzouq dalam kenyataannya merujuk Presiden Mahmoud Abbas dan pergerakan Fateh yang dipimpinya.

Abu Marzouq menambah, Hamas mempunyai hak untuk menentang pendudukan Israel dan tidak akan melaksanakan menurut arahan AS serta tuntutan orang Eropah untuk “menolak keganasan” menyatakan, rintangan itu adalah satu di seluruh dunia hak yang dijamin untuk mana-mana negara di bawah pemerintahan pendudukan dan penindasan. Beliau turut meminta pentadbiran Obama mengubah kedudukan dan pegangan dengan mengadakan perbincangan dengan pergerakan Hamas.

Abu Marzouq seterusnya menyatakan, pendudukan Israel adalah punca keganasan yang berlaku di Timur Tengah. Dalam masa yang sama, Pemimpin Hamas juga berkata, Obama harus telah menghuraikan pada orang Israel haram pendudukan dan serangan-serangan sedang menentang penduduk Palestin. Pendirian Obama menentang pembinaan perkampungan Yahudi di Tebing Barat dan East Jerusalem itu dipuji Abu Marzouq.

Hamas yang mencapai kemenangan dalam pilihan raya perundangan bagi 2006 walaubagaimana pun berhadapan dengan satu pengepungan Israel dan sekutunya Amerika Syarikat di Semenanjung Gaza. Malah tentera-tentera Israel turut melarikan sekumpulan pejuang Hamas terutamanya mereka yang dilantik Ahli Majlis Undangan, Datuk Bandar dan pegawai-pegawai, termasuk Ketua Badan Legislatif Palestin, Dr Aziz Dweik.

sumber : http://www.imemc.org
penterjemah : alfishahrin_85

HAMAS seru pembebasan segera Taisir Imran.

Rabu, 10/06/2009 - HAMAS di Tebing Barat menuntut kerajaan Abbas agar membebaskan segera salah seorang anggota pimpinan politiknya, Syeikh Taisir Imran, sambil menyifatkan tindakan penahanannya sebagai tidak berakhlak dan batu penghalang kepada usaha dialog Palestin.

Dalam satu kenyataan yang dikeluarkan pada Isnin (8/6) yang diterima oleh Pusat Media Palestin, HAMAS menganggap tindakan kerajaan Abbas-Dayton yang tunduk kepada penjajah terhadap para ulama, pimpinan, pensyarah universiti, isteri tawanan dan syuhada’ sebagai petunjuk kebangkrapan tidak berakhlak dan batu penghalang kepada dialog.

HAMAS juga mengutuk penculikan Dr Khidr Sondak, pensyarah di Universiti Kebangsaan al-Najah setelah rumahnya diserbu, juga penahanan isteri Wajih Abu Idah yang diculik oleh pasukan keselamatan Abbas selepas 10 hari sahaja dibebaskan daripada penjara Zionis, setelah menghabiskan 28 bulan dalam ‘tahanan pentadbiran

sumber : http://www.palestine-info.info/ar/
penterjemah : muhajir

Thursday, June 11, 2009

Afghanistan, Panas-Bergejolak!

Semakin hari, semakin mendekatnya pemilu di Afghanistan, semakin membuat negara itu panas bergejolak. AS yang berada di balik semua kekacauan yang sedang terjadi di Afghan, pun sudah dibuat kalang kabut.

Bagaimana tidak, kondisi yang ada sekarang ini sudah tak terkendali. Bom meledak di manapun, tak pandang bulu dan tempat, di tempat sepi ataupun keramaian. Membunuh warga sipil dan juga tentara asing.

Jumlah tentara AS dan NATO meroket tajam, dan segera saja fakta ini mengatakan bahwa inilah tahun paling krusial dalam sejarah Afghanistan. Berpuluh tahun digempur oleh pasukan asing dimulai dari Rusia beberapa dekade yang lalu, tak urung, peta penguasaan AS dan sekutu sekarang ini membuat Afghanistan seperti kehilangan identitas. Pasalnya, sekarang ini, hanya ada satu pihak saja yang melakukan perlawanan, sedangkan pemerintah Afghan telah lama menginstalasi diri pada kekuasaan AS.

AS sendiri seperti diburu waktu. Mereka seperti tengah berusaha membuktikan diri dan pemilu Afghan pada 20 Agustus mendatang menjadi pertaruhan mereka. Walau bukan sebuah spekulasi terakhir, tetapi AS akan menghadapi jalan buntu seandainya saja pemilu ini berjalan lancar, walaupun pada intinya, apapun hasil dari pemilu itu tetap akan membuat AS mempertahankan hegemoninya di negara ini.

Saat ini AS sudah menyodorkan hanya dua pilihan pada pemerintahan Afghanistan dan disusul Pakistan: memisahkan diri dengan grup yang AS sebut militan (Taliban) ataukah bergabung sepenuhnya dengan AS. Masalahnya tidak semudah itu, karena satu ganjalan paling besar justru datang dari rakyat. Pemerintah Afghan dan Pakistan terlalu kecewa kepada rakyatnya yang selalu melindungi Taliban—bayangkan “kelompok ekstremis” itu dengan bebas bisa berlalu-lalang di pasar, di jalanan, atau di ladang mereka, dan ketika keamanan AS atau Afghanistan datang, para penduduk itu tutup mata, menyembunyikan Taliban.

Saat ini AS bisa dibilang sudah habis-habisan. Mereka sudah mengirim tambahan amunisi perang, intelijen dan bantuan keuangan yang sangat besar yang diambil dari rakyat AS yang resah. Pada dasarnya, tentara AS yang berada di Iraq bukanlah untuk dipulangkan ke negaranya seperti yang diharapkan oleh prajurit-prajurit yang stess itu, tetapi dipindahtugaskan ke Afghanistan. Bagi prajurit AS yang bernasib nahas tersebut, ibaratnya seperti keluar dari sarang buaya, masuk ke perangkap harimau.

Presiden Afghanistan, Hamid Karzai, juga tak dikehendaki oleh rakyat Afghanistan. Ia telah memimpin korupsi dan menjadi perpanjangan tangan pihak asing—sesuatu yang sangat dibenci oleh rakyat Afghan sendiri. Afghanistan seperti terjebak dalam sebuah sudut segi empat yang tak mempunyai pintu, dan korbannya apalagi kalau bukan orang-orang Islam.

Sementara militer AS masih bersikeras bahwa perang Afghansitan bukanlah sebuah pertunjukan, hanya sebuah konfrontasi prinsipil, sebagai bentuk pertanggungjawaban peristiwa 9/11 delapan tahun yang lalu, yang tanpa alasan jelas, tanpa bukti kuat, melimpahkannya pada Afghanistan yang sengsara, miskin, dan terdhalimi.

Dan rakyat AS yang juga sedang terjepit resesi kerap bertanya: memerangi apa gerangan di Afghanistan? Washington, Nato, serta pemerintah Afghanistan dan Pakistan berjalan dalam diam, sementara Afghanistan terus panas bergejolak, dan orang Islam terus menjadi korban satu persatu. (sa/nyt-http://www.eramuslim.com/berita/dunia/afghanistan-panas-bergejolak.htm)

ALQURAN & RECITATION

Quran Explorer - [Sura : 1, Verse : 1 - 7]