Sunday, May 15, 2011

Khalid Misyal: Kami Beri Waktu Israel 1 Tahun untuk Akui Negara Palestin



Khalid Misyal, Kepala Politbiro Hamas mengatakan Selasa kemarin (10/5) bahwa gerakannya bersedia untuk memberikan Israel waktu perpanjangan selama satu tahun untuk mengakui negara Palestina di perbatasan tahun 1967 dengan Yerusalem sebagai ibukotanya.

Misyal mengatakan bahwa Hamas tidak akan menyatakan perang terhadap Israel pada akhir tahun ini, melainkan, akan menambahkan kartu tambahan untuk pengakuan mereka.

Pada kunjungan ke Mesir untuk bertemu dengan faksi-faksi yang memimpin pemberontakan terhadap Mubarak, Misyal mengatakan "agar Israel tidak menemukan alasan untuk menghalangi kesepakatan persatuan, kita bersedia untuk menawarkan perpanjangan satu tahun dalam rangka untuk memeriksa niat mereka. "

Misyal menolak untuk mengkritik rezim Mesir sebelumnya dan mengatakan bahwa mereka pernah memiliki peran positif terhadap masalah Palestina dan semua isu tentang persatuan Palestina dan urusan internal Palestina.

Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Reuters, hari Minggu lalu Misyal mengatakan bahwa masalah pengakuan Palestina oleh Israel hanya dapat diatasi setelah negara merdeka didirikan di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

"Pertama memungkinkan rakyat Palestina untuk hidup di tanah mereka secara bebas ... untuk mendirikan negara merdeka mereka sendiri... kemudian meminta rakyat Palestina, pemerintah dan para pemimpin tentang posisi mereka terhadap Israel," katanya menegaskan.

Misyal menambahkan masyarakat internasional harus menekan Israel untuk mengakui Palestina, bukan sebaliknya. "Israel harus mendapat tekanan," tegasnya.

"Apa yang dibutuhkan hari ini ... adalah melakukan perlawanan dalam segala bentuknya, yang bersenjata dan perjuangan masyarakat," katanya, menambahkan bahwa ia berniat untuk mencoba membujuk Fatah untuk mengadopsi pendekatan baru untuk memaksa Israel mengakhiri pendudukan. (fq/ynet)

Petinggi Fatah: Pemerintahan Baru Palestina Akan Terbentuk dalam 10 Hari



Sebuah pemerintahan baru akan terbentuk dalam 10 hari, seorang anggota teras atas partai yang berkuasa di Ramallah mengatakan pada hari Selasa kemarin (10/5).

Pemimpin Fatah Nabil Shaath mengatakan nama calon perdana menteri belum diumumkan, dan ia tidak mengesampingkan masuknya nama Salam Fayyad.

Shaath mengatakan kepada Ma'an bahwa AS dan Uni Eropa telah menekan Israel untuk melepaskan penerimaan pajak Otoritas Palestina, yang dibekukan ketika Hamas dan Fatah menandatangani perjanjian kesatuan bulan ini di ibukota Mesir Kairo.

Dalam kesepakatan persatuan yang ditandatangani di Kairo pekan lalu, faksi-faksi Palestina sepakat untuk membentuk pemerintahan sementara untuk mempersiapkan pemilihan umum nasional.

Perjanjian Rekonsiliasi mengakhiri persaingan antara Hamas dan Fatah, yang pada tahun 2007 telah menyebabkan terpisahnya pemerintahan di Gaza dan Tepi Barat.

Pemimpin Fatah Hussam Khadir mengatakan pemerintah interim harus dipimpin oleh Salam Fayyad, yang telah menjadi perdana menteri Otoritas Palestina di Tepi Barat sejak tahun 2007.

Fayyad harus menjadi kepala pemerintahan baru karena keberhasilan rencana pembangunan negara, yang diluncurkan pada 2009 dan dijadwalkan selesai pada bulan Agustus, Khadir mengatakan.

Pejabat Fatah mendesak Hamas untuk tidak menentang penunjukan Fayyad, dan mengatakan dia berharap gerakan Islam Hamas akan meninggalkan ide bahwa perdana menteri dari PA merupakan "Orang Amerika."

Hamas kemungkinan besar akan menentang penunjukan Fayyad atas dasar penindasan pemerintahnya terhadap gerakan Hamas di Tepi Barat dan kerjasama keamanan PA dengan Israel.(fq/mna)

Hari Ini Peringatan Hari Nakba Palestina


Ribuan warga Palestina melakukan aksi pawai di kota-kota Tepi Barat menjelang "Nakba Day" yang menandai peringatan ke-63 tahun terusirnya warga Palestina dari rumah mereka oleh pendudukan Israel.

Pengunjuk rasa di Beit Lahm (Betlehem) mengibar-ngibarkan bendera Palestina dan sebuah kunci raksasa sebagai simbol optimisme mereka untuk pulang juga dibawa dalam aksi pawai tersebut.

Sementara itu, di Gaza City, ratusan anak-anak ambil bagian dalam pawai sambil memegang plakat dengan nama desa-desa dan kota-kota yang secara paksa diambil alih oleh penjajah Israel pada tahun 1948.

Palestina melakukan aksi mengacu pada tanggal 15 Mei 1948 sebagai "Hari Nakba" atau hari bencana. Pada tahun itu, pasukan Israel membuat sekitar 700.000 orang Palestina terusir, memaksa mereka untuk mengungsi ke negara-negara tetangga yang berbeda.

Para tentara Isreal menghapus hampir 500 desa Palestina dan kota-kota dari peta, menyebabkan perkiraan total 4,7 juta pengungsi Palestina harus bermimpi untuk bisa kembali ke tanah air mereka selama lebih dari enam dekade kemudian.

Sementara itu, pihak penyelenggara aksi mendesak adanya pawai massal pada hari Jumat dan Sabtu dan mengatakan bahwa "pawai damai ini akan diadakan untuk menuntut hak natural bangsa Palestina untuk kembali ke tanah air mereka."(fq/prtv)

Thursday, May 12, 2011

Toronto Life: "Lima Perkara Bodoh Dalam Kempen Wilders Kanada



Politisi anti-Muslim asal Belanda Geert Wilders menyebarkan "paham anti-Islam"nya dalam kunjungan ke Toronto, Kanada, Selasa (10/5). Ia diundang menjadi pembicara di Canada Christian College dan di Sun TV. Setidaknya ada lima hal yang dikampanyekan Wilders selama berada di Toronto, berdasarkan laporan situs majalah Toronto Life;

1. Kanada harus melarang burka

Toronto Sun menulis pernyataan Wilders yang mengatakan, "Jika para muslimah dipaksa untuk mengenakan burka yang menutupi wajah, mereka tidak akan pernah mendapatkan pekerjaan atau mendapatkan teman di Kanada, dan selamanya akan bergantung pada suami mereka."

2. Tidak ada yang namanya "Islam moderat"

Wilders menyamakan Al-Quran dengan buku "Mein Kampf" karangan Hitler, yang berisi retorika yang menyesatkan. "Tidak ada itu yang namanya 'Islam moderat' ... tidak ada satu bagian pun dalam Al-Quran yang bagus," ujarnya.

3. Muslim akan mengambil alih

Wilders mengatakan, makin berkembangnya komunitas Muslim di Kanada, maka Kanada menghadapi persoalan yang sama dengan negara-negara lainnya. Kelompok lobi Islam, kata Wilders, berupaya menyingkirkan umat Kristiani, ingin menerapkan poligami dan kewajiban sunat bagi perempuan.

Wilders menambahkan, bertambahnya jumlah muslim baik di Belanda maupun di Kanada, ketaatan umat Islam terhadap agamanya, merupakan ancaman bagi demokrasi. Pernyataan Wilders ini senada dengan pernyataan Ezra Levant--politisi, pengacara, pemilik Sun TV sekaligus tokoh anti-Islam di Kanada--yang mengatakan, "Tantangan akan Islam radikal yang dihadapi Belanda saat ini juga menjadi tantangan yang akan kita (Kanada) hadapi esok hari." Levant menyebut skenario "Eurabia" dimana umat Islam ingin mengambil alih kekuasaan di Eropa.

4. Usir orang-orang 'berkulit coklat.'

Yang dimaksud orang-orang berkulit coklat adalah para imigran muslim. Wilders mengatakan, jika Muslim ingin menerapkan budaya Islami, maka mereka harus tinggal di negara asal mereka.

5. Muslim adalah ancaman bagi hak-hak kaum homoseksual

Pernyataan Wilders ini mengundang senyum, karena menunjukkan minimnya pengetahuan Wilders. Faktanya, kaum homoseks di Belanda maupun Kanada melakukan aksi protes bukan karena ada ancaman dari Islam dan Muslim, tapi karena sikap pemerintah kedua negara itu terhadap kaum homoseks. (ln/TL)

"Hari Singkirkan Sisa Rezim Mubarak dari Mesir" Jumaat Esok


Demonstran Mesir merencanakan aksi terbaru pada Jumat depan, dengan menamakan aksi mereka sebagai "Hari untuk menyingkirkan sisa-sisa Rezim Mubarak dari Mesir."

Mantan wakil ketua Pengadilan Kasasi Mesir, Mahmoud El Khodeiry pada hari Selasa kemarin (10/5) menyerukan kepada semua warga Mesir, termasuk Muslim dan Kristen, untuk ikut mengambil bagian dalam aksi protes pada hari Jumat mendatang di Tahrir Square, surat kabar Al-Youm Al-Sabi melaporkan.

Seruan untuk aksi massa datang tiga hari setelah bentrokan sektarian antara aktivis Salafi dan Kristen Koptik di ibukota yang setidaknya menyebabkan selusin orang tewas dan ratusan lainnya terluka.

Pejabat Mesir mengatakan sisa-sisa elemen dari rezim mantan Hosni Mubarak berada di balik bentrokan mematikan yang baru-baru in terjadi.

Dia menambahkan bahwa unsur-unsur rezim Mubarak berusaha untuk mencegah revolusi dari mencapai tujuannya.

Sejak pengusiran Mubarak dalam revolusi Februari, warga Mesir secara rutin menuntut dibersihkannya pemerintahan dari antek-antek Mubarak.

Sementara itu, ribuan demonstran dijadwalkan menggelar aksi di luar gedung televisi pemerintah di ibukota Kairo pada hari Rabu ini (11/5), dalam menanggapi bentrokan sektarian mematikan yang terjadi Sabtu lalu.

Para pengunjuk rasa akan menuntut sebuah gereja yang dibakar di distrik Imbaba Kairo dibangun kembali dan orang-orang di balik kekerasan sektarian segera diadili.

Mereka juga akan mendesak pengunduran diri kepala dewan penguasa militer negara itu, Marsekal Hussein Tantawi, mengatakan militer gagal melindungi warga negara.(fq/prtv)

Saturday, May 07, 2011

Ketika Sebuah Gereja di Utah Membagi-Bagikan Al-Quran


Kaum perempuan dari komunitas Gereja Presbiterian dan delapan muslimah dari komunitas Muslim di Wasatch, Salt Lake City, Utah menggelar acara makan siang bersama pada Kamis (5/6).

Acara hari itu bukan sekedar makan siang biasa, tapi untuk lebih mempererat persahabatan, yang diharapkan bisa mendorong rasa saling pengertian antara kedua pemeluk agama dan sebagai ungkapan rasa terima kasih komunitas Muslim di kota itu atas inisiatif komunitas gereja yang menggelar kegiatan membagikan Qur'an beberapa hari yang lalu.

Ancara makan siang menyajikan berbagai makanan khas negara Muslim, seperti nasi biryani, hummus dan baklava yang dimasak di rumah warga Muslim, lalu dibawa ke gereja, disajikan dan dinikmati bersama-sama. Warga yang datang, baik muslim maupun kristiani, saling berpelukan, berbagi pengalaman, resep masakan dan alamat email.

Dua pekan yang lalu, Pastor Scott Dalgamo yang baru ditugaskan di Gereja Presbiterian Wasatch, menggagas ide agar para pemuka gereja mengumpullkan uang untuk membeli Al-Quran, lalu dibagi-bagikan. Ide itu juga untuk merespon tindakan seorang pastor Florida yang membakar Al-Quran sehingga memicu kemarahan umat Islam.

Akhirnya terkumpul uang 600 USD. Pihak gereja lalu memesan 70 Al-Quran ke toko buku The King's English Bookshop di Salt Lake City dan meminta toko buku itu untuk membagikannya pada para pengunjung yang datang. Pihak toko memajang Al-Quran gratis itu di rak buku pada Senin (2/5) dan dalam waktu 90 menit, Al-Quran itu langsung habis, hanya beberapa jam setelah tersiar kabar bahwa pasukan AS berhasil membunuh Usamah bin Ladin.

"Momennya sangat tepat. Warga sangat berterima kasih. Mereka ingin membacanya dan ingin tahu apa isi Al-Quran," kata manajer toko buku, Anne Holman.

Al-Quran gratis yang dibagikan hari itu, jumlahnya bertambah menjadi 90, karena organisasi Muslim "Muslims for Peace" ikut menyumbangkan 20 Al-Quran.

Seorang mualaf, Angela Young mengungkapkan, ia "sungguh dan sangat" terharu ketika mendengar gereja di Wasatch akan membagikan Al-Quran. "Senang rasanya melihat orang yang melawan perbuatan buruk dengan kebaikan," kata Young merujuk pada aksi bakar Quran yang dilakukan Pastor Terry Jones beberapa waktu lalu.

"Semoga kemesraan ini tak cepat berlalu," komentar seorang warga muslim yang hadir dalam acara makan siang itu. (ln/UtahNews)

Demo Besar-besaran di Mesir Kembali Tuntut Mesir Putus dengan Israel


Ribuan demonstran berkumpul di luar kedutaan Israel di ibukota Mesir, menyerukan untuk mengakhiri hubungan Kairo dengan Tel Aviv.

Ratusan pengunjuk rasa yang marah juga berkumpul di lapangan bersejarah Tahrir Square untuk mengikuti Shalat Jumat. Para pengunjuk rasa menyuarakan kemarahan mereka kepada Tel Aviv dengan membakar bendera Israel dan menuntut pembebasan Palestina dan pengusiran duta besar Israel.

Para pengunjuk rasa menuntut agar pemerintah Mesir memutuskan semua hubungan dengan Israel dan segera menghentikan ekspor gas ke Tel Aviv.

Gelombang baru demonstrasi adalah yang terbaru dalam serangkaian aksi unjuk rasa besar yang menyebabkan kejatuhan presiden Mesir Hosni Mubarak yang berlangsung selama beberapa dekade berkuasa.

Perkembangan ini datang pada saat Mubarak juga menghadapi tuduhan korupsi dan menggunakan kekerasan terhadap demonstran. Jaksa Mesir mengatakan mantan presiden mungkin akan menghadapi eksekusi mati jika terbukti bersalah atas pembunuhan demonstran.

Para pengunjuk rasa mengancam akan melanjutkan aksi unjuk rasa besar-besaran jika pemerintah saat ini tidak bergerak untuk memutus hubungan dengan rezim Israel.

Di bawah rezim Mubarak yang didukung AS, Mesir konsisten melayani kepentingan Israel dan membantu untuk mengenakan blokade yang melumpuhkan Jalur Gaza miskin setelah pemerintah yang terpilih secara demokratis Hamas mengambil alih wilayah itu pada tahun 2007.

Mereka menuntut penguasa militer mereka untuk meninggalkan Israel dan mengangkat blokade pada jalur Gaza yang terkepung.

Partai politik Mesir mengatakan blokade Gaza melayani kepentingan Israel dan Amerika Serikat, dan mengancam stabilitas regional dan kemerdekaan.

Para pengunjuk rasa juga menuntut penuntutan dari pejabat mantan rezim yang berkuasa - terutama presiden yang terguling Mubarak dan keluarganya. (fq/prtv)

Jilbab Akan Dibolehkan di Parlemen Turki


Masalah kain penutup kepala perempuan yang sejak beberapa puluh tahun menjadi momok di Turki perlahan-lahan terus menemukan titik terang. Setelah dicabutnya undang-undang larangan memakai jilbab di universitas di Turki dan diperbolehkannya pemakaian jilbab di beberapa instansi pemerintahan Turki, kini giliran pemakaian jilbab berpeluang di Parlemen Turki.

Ketua Parlemen Turki Mehmet Ali Sahin mengisyaratkan adanya peluang tersebut. Dikatakan politisi dari Partai Keadilan dan Pembangunan (Ak Parti) yang berkuasa di Turki itu, kaum perempuan yang memakai jilbab berpeluang untuk menjadi anggota parlemen dengan catatan telah memenuhi beberapa syarat keanggotaan yang sesuai dengan undang-undang.

Dikatakan Sahin, Turki adalah negara demokratis. Rakyat Turki memiliki hak penuh untuk memilih Presiden mereka melalui wakil mereka di Parlemen. Menjadi hak bagi setiap partai untuk mencalonkan anggota mereka untuk duduk di parlemen, dan menjadi hak bagi rakyat pula untuk memilih orang yang dipandang cocok untuk duduk di sana..

Ketika ditanya tentang kemungkinan bolehnya perempuan berjilbab menjadi anggota Parlemen Turki, Sahin mengatakan bahwa peluang tersebut jelas ada.

"Masalah tersebut hanya menunggu waktu saja. Selama ini, Mahkamah Turki melarang pemakaian jilbab di instansi pemerintahan, termasuk di dalamnya Parlemen, beralasan karena jilbab bertentangan dengan asas sekulerisme Republik Turki," kata Sahin.

Namun demikian, lanjutnya, ia optimis jika Mahkamah Turki juga akan berubah pandangannya sedikit demi sedikit. Mahkamah Turki tentu saja tidak boleh melarang kebebasan warganya hanya karena masalah pakaian dan penampilan. (AGS/db)

Sunday, May 01, 2011

Korban Tewas Bencana Tornado AS Meningkat Menjadi 321 Jiw



Para pejabat Amerika mengatakan korban tewas dari bencana tornado di enam negara bagian selatan telah meningkat menjadi 321 orang, yang merupakan bencana badai tornado paling mematikan yang menghantam Amerika Serikat dalam 80 tahun terakhir.

Mereka juga menegaskan bahwa jumlah kematian meningkat menjadi 228 di Alabama, yang merupakan negara terparah terkena dampak tornado, AFP melaporkan pada Jumat kemarin (29/4).

Badai juga menyebabkan 34 tewas di Tennessee, 33 di Mississippi, 15 di Georgia, enam di Arkansas, dan lima di Virginia, menurut pejabat negara.

Badai tornado kali ini adalah bencana alam terburuk yang melanda Amerika Serikat sejak Topan Katrina yang terjadi pada tahun 2005 lalu.

Pada hari Jumat kemarin, Presiden AS Barack Obama mengunjungi Tuscaloosa, Alabama dan berjanji untuk membantu puluhan kota dan kota-kota di seluruh negara bagian selatan yang terkena dampak oleh tornado.

"Kami akan memastikan bahwa Anda tidak lupa," kata Obama setelah pertemuan dengan warga yang rumahnya di uscaloosa hancur oleh Tornado. " Saya belum pernah melihat kerusakan seperti ini. Ini sangat memilukan."

"Kami tidak bisa membawa mereka yang telah hilang untuk kembali, mereka bersama Tuhan pada saat ini," kata Obama, namun ia memberi jaminan bantuan federal secara maksimum untuk mengatasi kerusakan properti yang sangat besar dan biaya pemulihan.

Bencana tornado kalo ini adalah yang termasuk yang paling mematikan sejak tornado serupa pernah terjadi pada tanggal 21 Maret 1932 ketika 332 orang tewas dalam apa yang dikenal sebagai wabah tornado Deep South.(fq/prtv)

Presiden Ali Abdullah Saleh Balik Badan


Presiden Yaman menolak menandatangani perjanjian yang disepakati dengan Negara Dewan Teluk (GCC) untuk menyerahkan kekuasaannya dengan jaminan dirinya tidak akan diadaili atau dikenakan tindakan hukum, ujar sebuah sumber di Yaman.

Sekjen GCC, Abdul-Latif al-Zayyani, yang menengahi perjanjian itu telah terbang ke ibukota Yaman, Sanaa, pada hari Sabtu untuk mendesak Saleh menandatangani kesepakatan.

Sebaliknya, Al-Zayani telah bertemu dengan para pemimpin tingkat tinggi yang mengatur partai politik Saleh dan blok parlemen, di mana ia diberitahu bahwa Saleh menetapkan syarat-syarat baru bagi pengunduran dirinya. Menghadapi perkembangan politik yang baru itu, Al-Zayani tidak mau memberikan komentar.

Sementara itu oposisi Yaman telah menerima kesepakatan itu, banyak pengunjuk rasa anti-pemerintah yang menolak Saleh yang menolak mengundurkan diri, karena sudah berkuasa selama 32 tahun - yang terus berusaha mencoba untuk bertahan berkuasa, saat menghadapi tuntutan mundur dari rakyatnya.

Mereka menyerukan agar dia diadili karena korupsi dan tewasnya 142 demonstran selama berlangsungnya demonstrasi.

Penolakan Ali Abdullah Saleh itu, mungkin ia terinsipirasi oleh Presiden Suriah Bashar al-Asssd yang terus bertahan menghadapi tuntutan rakyatnya yang menginginkannya mundur dari kekuasaannya. Bashar tetap dapat bertahan dengan menggunakan tangan besi yang telah menewaskan ratusan rakyatnya, tanpa ia peduli. (mh/aljz)

Jamaah Ikhwan Memilih Dr.Mohamed Morsy Memimpin Partai Keadilan Mesir

Jamaah Ikwanul Muslimin di Mesir, sesudah menyelenggarakan pertemuan selama dua hari, berhasil memilih pemimpin Partai Kebebasan dan Keadilan. Pertemuan Dewan Syuro yang berlangsung di Cairo, berhasil mengambil keputusan penting, dan ini merupakan pertemuan dan keputusan yang bersejarah selama 16 tahun, sejak pemerintahan Hosni Mubarak, yang terus menerus memberangus aktivitas politik Jamaah Ikhwan.

Banyak masalah yang dibahas, termasuk masa depan Partai Kebebasan dan Keadilan yang baru terbentuk, dan peranannya dalam perjuangan politik di Mesir.

Sementara, Jamaah Ikhwanul Muslimin melalui Partai Kebebasan dan Keadilan, hanya akan mencalonkan calon presiden dari anggotanya, jika dalam pemilihan parlemen yang akan berlangsung pada September mendatang, dan Partai Kebebasan dan Keadilan mendapatkan 50 persen kursi dari seluruh jumlah kursi di parlemen.

Sampai hari akhir dalam pertemuan Dewan Syuro, tidak diputuskan kepada siapa Partai Kebabasan dan Keadilan akan memberikan dukungan politiknya pada kandidat presiden mendatang. Nampaknya, Jamaah Ikhwan di Mesir, sangat hati-hati dalam mengambil keputusan politik, yang berkaitan dengan pemilihan presiden Mesir mendatang. Jamaah Ikhwan masih akan menunggu, seberapa besar dukungan rakyat Mesir terhadap Partai Kebebasan dan Keadilan yang akan ikut dalam proses politik di Mesir.

Pertemuan itu berkahir dengan memilih Dr Mohamed Morsy, yang pernah memimpin blok oposisi di Parlemen Mesir, sebagai pemimpin Keadilan yang baru terbentuk, dan Dr Essam Al-Erian sebagai wakil nya. Sedangkan Dr Saad Ketatny menjadi Sekjen (Sekrateris Jendral) partai yang baru itu. Ketiganya adalah untuk meninggalkan posisi mereka saat ini dijabat dalam biro ekskutif di dalam Jamaah Ikhwan. Ketiga juga merupakan tokoh-tokoh senior dalam Jamaah Ikhwan di Mesir.

Jamaah Ikhwan di Mesir memilih kebijakan, di mana memisahkan Partai dari Jamaah. Jamaah tetap dikelola dan dipimpin oleh Dr.Mohammad Badie sebagai Muryid 'Aam, sedang Partai Keadilan di pimpin Mohamed Morsy dan Dr Essam El Erian serta Dr. Saad Ketany. Ketiga tokoh Jamaah Ikhwan kemudian melepaskan jabatannya di biro Eksekutif Biron Jamaah Ikwhan.

Meskipun tidak ada keputusan yang diputuskan, apakah akan membentuk koalisi dengan kekuatan politik lainnya, tetapi Jamaah Ikhwanul nampaknya akan bekerja dengan kelompok politik lain untuk membangun Mesir sesuai dengan visi politik masa depan yang diyakini.

Ketatny menjelaskan bahwa begitu partai mengeluarkan keputusannya akan mandiri menjadi entitas yang terpisah Jamaah Ikhwan, meskipun Jamaah Ikhwan dan Partai Kebebasan akan mengkoordinasikan kebijakan-kebijakan yang penting dan strategis.

Jamaah Ikhwan menegaskan bahwa partai akan mencakup anggota dari seluruh lapisan masyarakat Mesir. Partai Kebebasan dan Partai Keadilan akan menjadi kekuatan sipil dengan prinsip-prinsip dasar Islam, yang cocok untuk semua ketentuan hukum Mesir dan konstitusi.

Morsy mempertahankan bahwa Jamaah adalah Jamaah Islam yang hanya mengeluarkan kebijakan-kebijakan strategis bagi partai, dan tidak akan terlibat dalam hal-hal yang sifatnya orperasional partai. (mh/ikwb)

Saif al-Arab, Putra Bungsu dan 3 Cucu Gaddafi Tewas oleh Serangan NATO

Saif al-Arab Gaddafi, putra bungsu dari pemimpin Libya Muammar Gaddafi, dan tiga cucu Gaddafi telah tewas dalam serangan udara NATO.

"Rumah Saif al-Arab Gaddafi diserang malam ini dengan kekuatan penuh. Pemimpin dengan istrinya ada di rumah dengan teman lain dan keluarganya," kata juru bicara pemerintah Libya Ibrahim Mussa kepada wartawan pada konferensi pers di Tripoli pada hari Minggu pagi ini (1/5), AFP melaporkan.

"Serangan mengakibatkan kematian Saif al-Arab, 29 tahun, dan tiga cucu pemimpin Libya," kata Ibrahim.

"Pemimpin sendiri (Gaddafi) dalam kondisi yang baik, ia tidak terluka. Istrinya juga dalam kondisi yang baik, (tetapi) orang lain yang mengalami luka-luka akibat serangan itu," tambahnya.

"Ini adalah operasi langsung yang ditujukan untuk membunuh pemimpin negara ini," katanya.

Dalam serangan tersebut, tiga ledakan besar menghantam markas Gaddafi di Tripoli pada Sabtu malam.

Serangan tembakan anti-pesawat terdengar setelah dua serangan pertama di Bab al-Aziziya. Serangan udara itu diikuti oleh serangan serupa dari arah yang sama, AFP melaporkan.

Serangan datang setelah pemerintah Libya menuduh NATO melakukan pemboman terhadap anak-anak penyandang cacat di Tripoli sebelumnya pada hari Sabtu.

Sementara itu, 13 ledakan kuat mengguncang kota pelabuhan Libya Misratah Sabtu malam pada saat pesawat tempur NATO menyerang sasaran di kota yang dikuasai oposisi.

Sebelumnya pada hari yang sama, Gaddafi mengatakan dia tidak akan mengundurkan diri, tapi ia siap untuk gencatan senjata dan negosiasi, asalkan NATO menghentikan serangan udara.

Menolak tawaran itu, NATO mengumumkan bahwa mereka hanya akan mempertimbangkan gencatan senjata setelah pasukan Gaddafi berhenti menyerang warga sipil. (fq/prtv)

ALQURAN & RECITATION

Quran Explorer - [Sura : 1, Verse : 1 - 7]