Saturday, February 20, 2010

Abu Bakar As Shiddik : aku bukan yang terbaik

Jarjani Usman/Serambi Indonesia.

“Aku telah diangkat menjadi pemimpin kalian, padahal aku bukan yang terbaik diantara kalian. Oleh karena itu, jika aku benar bantulah aku dan jika aku berbuat salah tegurlah (luruskanlah) aku” (Abu Bakar ash-Shiddiq r.a.).

Itulah bunyi pidato Abu Bakar ash-Shiddiq r.a. ketika diangkat menjadi Khalifah. Isi pidato tersebut menunjukkan bahwa Abu Bakar menganut sistem pemerintahan dengan manajemen terbuka. Dalam manajemen terbuka, berbagai masukan, apalagi yang sifatnya membangun atau memberi dampak baik, akan ditampung.

Meskipun banyak kebaikannnya, manajemen seperti ini resikonya tidak sedikit. Sebab, dalam memberi masukan, tidak semua orang mampu melakukannya dengan cara-cara yang damai sebagaimana dianjurkan dalam Al-Qur’an. Disebutkan dalam kitab suci itu, kalau memberi peringatan, perlu dilakukan dengan cara-cara yang baik dan penuh hikmah. Samasekali tidak dianjurkan melaksanakan dengan perbuatan-perbuatan yang bisa memicu terjadinya kekerasan dan memusnahkan persatuan umat, meskipun tidak sedikit orang melakukannya, sengaja atau tidak. Apalagi, hal-hal seperti itu biasanya menyisakan dendam, yang seringkali berkepanjangan.

Lebih beresiko lagi kalau orang-orang yang diberi masukan kurang siap untuk menerimanya, apalagi yang disampaikan oleh orang-orang yang beragam latar belakang pendidikan dan wataknya. Perlu kesiapan dalam bentuk kesabaran yang sangat tinggi.

Kalau mengikuti isi pidato Abu Bakar itu sekarang ini, kiranya perlu keterbukaan dari dua pihak yang menyampaikan dan menerima masukan. Ketika menyampaikan masukan, jangan berharap akan ada penampung yang sekelas Abu Bakar. Dalam menerima masukan, juga jangan berharap semua orang yang menyampaikannya memiliki latar belakang pengetahuan yang sama baiknya.

Wednesday, February 17, 2010

Kekuatan Ukhuwah Islamiah

oleh Prof. Dr. Ahmad Abdul Hadi Syahin

Ukhuwah Islamiah (persaudaraan Islam) adalah satu dari tiga unsur kekuatan yang menjadi karakteristik masyarakat Islam di zaman Rasulullah, yaitu pertama, kekuatan iman dan aqidah. Kedua, kekuatan ukhuwah dan ikatan hati. Dan ketiga, kekuatan kepemimpinan dan senjata.

Dengan tiga kekuatan ini, Rasulullah Saw. membangun masyarakat ideal, memperluas Islam, mengangkat tinggi bendera tauhid, dan mengeksiskan umat Islam atas muka dunia kurang dari setengah abad.

Pada abad ke-15 Hijriah ini, kita berusaha memperbaharui kekuatan ukhuwah ini, karena ukhuwah memiliki pengaruh kuat dan aktif dalam proses mengembalikan kejayaan umat Islam.

Kedudukan Ukhuwah dalam Islam

Ukhuwah Islamiah adalah nikmat Allah, anugerah suci, dan pancaran cahaya rabbani yang Allah persembahkan untuk hamba-hamba-Nya yang ikhlas dan pilihan. Allahlah yang menciptakannya. Allah berfirman,

﴿فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا﴾

"...Lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang yang bersaudara..." (QS: Ali Imran: 103).

Ukhuwah adalah pemberian Allah. Ia berfirman,

﴿لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِي الأَرْضِ جَمِيعًا مَا أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَكِنَّ اللهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ﴾

"...Walaupun kamu membelanjakan semua (kakayaan) yang ada di bumi, niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka... (QS: Al-Anfal: 63)"

﴿وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ﴾

"...Dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa jahiliah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu." (QS: Ali Imran: 103).

Selain nikmat dan pemberian, ukhuwah juga kelembutan, cinta, dan kasih sayang. Rasulullah Saw. bersabda,

"مثل المؤمنين في توادِّهم وتراحُمِهم، كمثل الجسدِ الواحدِ، إذا اشتكى منه عضوٌ، تداعى له سائرُ الأعضاء بالسهر والحمى"

"Perumpamaan seorang mukmin dengan mukmin lainnya dalam kelembutan dan kasih sayang, bagaikan satu tubuh. Jika ada bagian tubuh yang merasa sakit, maka seluruh bagian tubuh lainnya turut merasakannya." (HR. Imam Muslim).

Ukhuwah juga membangun umat yang kokoh. Ia adalah bangunan maknawi yang mampu menyatukan masyarakat manapun. Ia lebih kuat dari bangunan materi, yang suatu saat bisa saja hancur diterpa badai atau ditelan masa. Sedangkan bangunan ukhuwah Islamiah akat tetap kokoh. Rasulullah Saw. bersabda,

"المؤمن للمؤمن كالبنيان يشد بعضه بعضًا"

"Mukmin satu sama lainnya bagaikan bangunan yang sebagiannya mengokohkan bagian lainnya." (HR. Imam Bukhari).

Ukhuwan tak bisa dibeli dengan uang atau sekedar kata-kata. Tapi ia diperoleh dari penyatuan antara jiwa dan jiwa, ikatan hati dan hati. Dan ukhuwah merupakan karakteristik istimewa dari seorang mukmin yang saleh. Rasulullah Saw. bersabda,

"المؤمن إلف مألوف، ولا خير فيمن لا يألف ولا يؤلف"

"Seorang mukmin itu hidup rukun. Tak ada kebaikan bagi yang tidak hidup rukun dan harmonis."


Dan ukhuwah Islamiah ini diikat oleh iman dan taqwa. Iman juga diikat dengan ukhuwah. Allah berfirman,

﴿إنما المؤمنون إخوة﴾

"Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara. (QS: Al-Hujurat: 10)."

Artinya, mukmin itu pasti bersaudara. Dan tidak ada persaudaraan kecuali dengan keimanan. Jika Anda melihat ada yang bersaudara bukan karena iman, maka ketahuilah itu adalah persaudaraan dusta. Tidak memiliki akar dan tidak memiliki buah. Jika Anda melihat iman tanpa persaudaraan, maka itu adalah iman yang tidak sempurna, belum mencapai derajat yang diinginkan, bahkan bisa berakhir dengan permusuhan. Allah berfirman,

﴿الأَخِلاَّءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلاَّ الْمُتَّقِينَ ﴾

"Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa." (QS: Al-Zukhruf: 67).

Keutamaan Ukhuwah Islamiah

Dari ukhuwah Islamiah lahir banyak keutamaan, pahala, berpengaruh positif pada masyarakat dalam menyatukan hati, menyamakan kata, dan merapatkan barisan. Orang-orang yang terikat dengan ukhuwah Islamiah memiliki banyak keutamaan, diantaranya:

1. Mereka merasakan manisnya iman. Sedangkan selain mereka, tidak merasakannya. Rasulullah Saw. bersabda,

"ثلاثة من كن فيه وجد بهن حلاوة الإيمان: أن يكون الله ورسوله أحب إليه مما سواهما، وأن يحب المرء لا يحبه إلا الله، وأن يكره أن يعود إلى الكفر بعد أن أنقذه الله منه كما يكره أن يُقذف في النار"

"Ada tiga golongan yang dapat merasakan manisnya iman: orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya lebih dari mencintai dirinya sendiri, mencintai seseorang karena Allah, dan ia benci kembali pada kekafiran sebagaimana ia benci jika ia dicampakkan ke dalam api neraka." (HR. Imam Bukhari).

2. Mereka berada di bawah naungan cinta Allah, dilindungi Arasy Al-Rahman. Di akhirat Allah berfirman,

"أين المُتحابُّون بجلالي، اليومُ أُظِلُّهم في ظلي يوم لا ظلَّ إلا ظِلي"

"Di mana orang-orang yang saling mencintai karena-Ku, maka hari ini aku akan menaungi mereka dengan naungan yang tidak ada naungan kecuali naunganku." (HR. Imam Muslim).

Rasulullah Saw. bersabda,

"إن رجلاً زار أخًا له في قرية أخرى، فأرصد الله تعالى على مَدْرَجَتِهِ مَلَكًا، فلما أتى عليه، قال: أين تريد؟ قال: أريد أخًا لي في هذه القرية، قال: هل لك من نعمة تَرُبُّها عليه؟ قال: لا، غير أنني أحببته في الله تعالى، قال: فإني رسول الله إليك أخبرك بأن الله قد أحبَّك كما أحببْتَه فيه"

"Ada seseorang yang mengunjungi saudaranya di sebuah desa. Di tengah perjalanan, Allah mengutus malaikat-Nya. Ketika berjumpa, malaikat bertanya, "Mau kemana?" Orang tersebut menjawab, "Saya mau mengunjungi saudara di desa ini." Malaikat bertanya, "Apakah kau ingin mendapatkan sesuatu keuntungan darinya?" Ia menjawab, "Tidak. Aku mengunjunginya hanya karena aku mencintainya karena Allah." Malaikat pun berkata, "Sungguh utusan Allah yang diutus padamu memberi kabar untukmu, bahwa Allah telah mencintaimu, sebagaimana kau mencintai saudaramu karena-Nya." (HR. Imam Muslim).

3. Mereka adalah ahli surga di akhirat kelak. Rasulullah Saw. bersabda,

"من عاد مريضًا، أو زار أخًا له في الله؛ ناداه منادٍ بأنْ طِبْتَ وطاب مَمْشاكَ، وتبوَّأتَ من الجنةِ مَنْزِلاً"

"Barangsiapa yang mengunjungi orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka malaikat berseru, 'Berbahagialah kamu, berbahagialah dengan perjalananmu, dan kamu telah mendapatkan salah satu tempat di surga." (HR. Imam Al-Tirmizi).

Rasulullah Saw. bersabda,

"إن حول العرشِ مَنابِرَ من نورٍ، عليها قومٌ لِبَاسُهم نورٌ، ووجوهُهم نورٌ، ليسوا بأنبياءَ ولا شهداءَ، يَغبِطُهم النبيُّونَ والشهداءُ". فقالوا: انعَتْهم لنا يا رسول الله. قال: "هم المتحابُّون في الله، والمتآخون في الله، والمُتزاوِرُون في الله" الحديث أخرجه الحافظ العراقي في تخريجه للإحياء وقال: رجاله ثقات (2/198) عن أبي هريرة رضي الله عنه.

"Sesungguhnya di sekitar arasy Allah ada mimbar-mimbar dari cahaya. Di atasnya ada kaum yang berpakaian cahaya. Wajah-wajah mereka bercahaya. Mereka bukanlah para nabi dan bukan juga para syuhada. Dan para nabi dan syuhada cemburu pada mereka karena kedudukan mereka di sisi Allah." Para sahabat bertanya, "Beritahukanlah sifat mereka wahai Rasulallah. Maka Rasul bersabda, "Mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah, bersaudara karena Allah, dan saling mengunjungi karena Allah." (Hadis yang ditakhrij Al-Hafiz Al-Iraqi, ia mengatakan, para perawinya tsiqat).

4. Bersaudara karena Allah adalah amal mulia dan mendekatkan hamba dengan Allah.

وقد سُئل النبي صلى الله عليه وسلم عن أفضل الإيمان، فقال: "أن تحب لله وتبغض لله...". قيل: وماذا يا رسول الله؟ فقال: "وأن تحب للناس ما تحب لنفسك، وتكره لهم ما تكره لنفسك"

Rasul pernah ditanya tentang derajat iman yang paling tinggi, beliau bersabda, "...Hendaklah kamu mencinta dan membenci karena Allah..." Kemudian Rasul ditanya lagi, "Selain itu apa wahai Rasulullah?" Rasul menjawab, "Hendaklah kamu mencintai orang lain sebagaimana kamu mencintai dirimu sendiri, dan hendaklah kamu membenci bagi orang lain sebagaimana kamu membenci bagi dirimu sendiri." (HR. Imam Al-Munziri).

5. Diampunkan Dosa. Rasulullah Saw. bersabda,

"إذا التقى المسلمان فتصافحا، غابت ذنوبهم من بين أيديهما كما تَسَاقَطُ عن الشجرة

"Jika dua orang Muslim bertemu dan kemudian mereka saling berjabat tangan, maka dosa-dosa mereka hilang dari kedua tangan mereka, bagai berjatuhan dari pohon." (Hadis yang ditkhrij oleh Al-Imam Al-Iraqi, sanadnya dha'if).

Syarat dan Hak Ukhuwah

1. Hendaknya bersaudara untuk mencari keridhaan Allah, bukan kepentingan atau berbagai tujuan duniawi. Tujuannya ridha Allah, mengokohkan internal umat Islam, berdiri tegar di hadapan konspirasi pemikiran dan militer yang menghujam agama dan akidah umat. Rasulullah Saw. bersabda, "Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya..." (HR. Imam Bukhari).

2. Hendaknya saling tolong-menolong dalam keadaan suka dan duka, senang atau tidak, mudah maupun susah. Rasul bersabda, "Muslim adalah saudara muslim, ia tidak mendhaliminya dan tidak menghinanya... tidak boleh seorang muslim bermusuhan dengan saudaranya lebih dari tiga hari, di mana yang satu berpaling dari yang lain, dan yang lain juga berpaling darinya. Maka yang terbaik dari mereka adalah yang memulai mengucapkan salam." (HR. Imam Muslim).

3. Memenuhi hak umum dalam ukhuwah Islamiah. Rasul bersabda,

"حق المسلم على المسلم ست: إذا لقيه سلَّم عليه، وإذا عطس أن يشمِّته، وإذا مرض أن يعُوده، وإذا مات أن يشيعه، وإذا أقسم عليه أن يبرَّه، وإذا دعاك فأجِبْه"

"Hak muslim atas muslim lainnya ada enam, yaitu jika berjumpa ia memberi salam, jika bersin ia mendoakannya, jika sakit ia menjenguknya, jika meninggal ia mengikuti jenazahnya, jika bersumpah ia melaksanakannya." (HR. Imam Muslim).

Contoh Penerapan Ukhuwah Islamiah

1. Rasul mempersaudarakan antara kaum Muhajirin dan Anshar, antara Aus dan Khazraj. Saat itu Rasul menggenggamkan tangan dua orang, seorang dari Muhajirin dan seorang lagi dari Anshar. Rasul berkata pada mereka, "Bersaudaralah karena Allah dua-dua."

Maka Rasulullah mempersaudarakan antara Sa'ad bin Rabi' dan Abdurrahman bin Auf. Saat itu, Sa'ad langsung menawarkan setengah hartanya kepada Abdurrahman, memberikan salah satu dari dua rumahnya. Bahkan ia siap menceraikan salah satu istrinya supaya bisa dinikahi oleh Abdurrahman.

Pemuliaan keimanan kaum Anshar ini diterima kaum Muhajirin dengan keimanan pula, sehingga Abdurrahman bin Auf berkata, "Biarkanlah harta, rumah, dan istrimu bersamamu. Tunjukkanlah aku pasar." Maka Abdurrahman meminjam uang dari Sa'ad, sehingga Allah membukakan pintu-pintu rizki baginya, sehingga Abdurrahman bin Auf menjadi salah satu sahabat Nabi yang sangat kaya.

Allah berfirman, "Bagi para fuqara yang berhijrah yang diusir dari kampung halaman dan dari harta benda mereka (karena) mencari karunia dari Allah dan keridhaan-(Nya) dan mereka menolong Allah dan Rasul-Nya. Mereka itulah orang-orang yang benar. Dan orang-orang yang telah menempati kota Madiah dan telah beriman (Anshar) sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah pada mereka. Dan mereka tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (orang-orang Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang diperlihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung." (QS: Al-Hasyr: 8-9).

2. Setelah perang Badar, kaum Muslimin menawan 70 orang musyrikin. Salah seorang dari kaum musyrik itu bernama Aziz, saudara kandungnya sahabat Rasul bernama Mus'ab bin Umair.

Ketika Mus'ab melihat saudara kandungnya, ia berkata pada saudaranya yang muslim, "Kuatkanlah ikatannya. Mintalah uang darinya sesukamu, karena ibunya memiliki banyak uang." Dengan terkejut Aziz berkata, "Apakah seperti ini wasiatmu atas saudaramu?" Mus'ab berkata, "Kamu bukan saudaraku, akan tetapi dia (sambil menunjuk seorang Muslim)." Ini menunjukkan bahwa ukhuwah atas dasar agama lebih kuat dari hubungan darah.

3. Pernah seorang sahabat Rasulullah memberikan segelas air kepada salah satu teman-temannya yang sedang mengembala kambing. Temannya tersebut memberikan air kepada teman kedua. Yang kedua memberikan kepada yang ketiga. Begitulah seterusnya, hingga air tersebut kembali pada yang memberikan air pertama kali, setelah tujuh kali air itu berpindahan tangan.

4. Salah seorang sahabat Rasul bernama Masruq memiliki hutang yang banyak. Namun karena saudaranya bernama Khaitsamah juga berhutang, maka Masruq membayar hutang Khaitsamah tanpa sepengetahuannya. Sedangkan Khaitsamah, mengetahui saudaranya masruq memiliki hutang yang banyak, ia pun membayarnya tanpa sepengetahuannya Masruq.

Semoga Allah menjadikan kita saling bersaudara karena-Nya

Thursday, February 11, 2010

HUKUM MENYAMBUT HARI VALENTINE

Oleh Mohd Yaakub bin Mohd Yunus

Tarikh 14hb Februari merupakan hari yang dianggap keramat oleh pasangan-pasangan yang sedang berkasih. Hari yang dikenali sebagai Valentine’s Day atau Hari Memperingati Kekasih dianggap sebagai satu masa untuk mengisytiharkan ketulusan cinta kepada pasangan masing-masing. Maka pada 14hb Februari pasangan-pasangan kekasih ini akan memakai pakaian-pakaian yang terbaik dan sebaiknya hendaklah ia berwarna merah, bertukar-tukar hadiah dan seeloknya adalah bunga ros berwarna merah. Pasangan-pasangan kekasih ini juga akan bercanda di merata-rata tempat sehingga terjadilah adengan-adengan maksiat yang bertentangan dengan syarak demi untuk membuktikan kasih dan sayang mereka yang tidak ternilai harganya.

Saban tahun juga para ulamak mengingatkan kepada umat Islam agar menghindari menyambut Hari Valentine ini namun ianya seperti menuang air ke daun keladi. Oleh itu penulis melihat begitu pentingnya untuk mengupas sejarah sambutan Hari Valentine ini agar ianya dapat menyedarkan muda-mudi kita yang hanyut di lautan cinta bahawa ianya adalah sambutan yang berkaitan dengan agama Rom Kuno dan juga Kristian. Hari Valentine tidak ada kena-mengena dengan umat Islam malah hukum menyambutnya adalah haram.

SEJARAH SAMBUTAN HARI VALENTINE

Bila kita membicarakan tentang sejarah sambutan hari Valentine maka kita akan dapati bahawa terdapat 4 pendapat berkaitan dengannya.

Ø Pendapat pertama mengaitkannya dengan pesta sambutan kaum Rom kuno sebelum kedatangan agama Kristian yang dinamakan Lupercalia. Lupercalia merupakan upacara penyucian diri yang berlangsung dari 13hb hingga 18hb Februari. Dua hari pertama mereka menyembah dewi cinta bagi kaum Rom kuno yang bernama Juno Februata. Pada hari ini para pemuda Rom memilih nama-nama gadis-gadis yang menjadi pilihan mereka lalu dimasukkan ke dalam sebuah kotak. Setiap pemuda tersebut kemudiannya akan mencabut nama tersebut dari dalam kotak itu secara rawak. Nama gadis yang tertera di dalam kertas tersebut akan menjadi pasangan yang akan menjadi objek hiburan seksnya selama setahun. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan serigala. Pada hari ini mereka akan menyembelih seekor anjing dan kambing. Kemudian mereka akan memilih 2 pemuda Rom yang dianggap paling gagah untuk menyapukan darah binatang tersebut ke badan mereka lalu mencucinya pula dengan susu. Setelah itu akan di adakan perarakan besar-besaran yang diketuai 2 pemuda tersebut dan mereka berdua akan memukul orang ramai yang berada di laluan mereka dengan kulit binatang dan para wanita akan berebut-rebut untuk menerima pukulan tersebut kerana mereka beranggapan ianya akan menambahkan kesuburan mereka.

Ø Pendapat kedua mengaitkannya dengan kematian paderi St. Valentine ketika pemerintahan Raja Rom yang bernama Claudius II. Terdapat 2 versi cerita berkaitan dengan St. Valentine ini.

Versi pertama. Pada masa pemerintahan Claudius II, kerajaan Rom yang menyembah dewa-dewi amat memusuhi penganut agama Kristian dan para mubaligh Kristian telah dipenjara serta disiksa. St. Valentine sebagai seorang yang tegar menganut agama Kristian dan aktif menyebarkan ajaran tersebut turut dipenjarakan oleh Cladius II. Dikhabarkan St. Valentine walaupun dipenjarakan, beliau tetap mengajar dan menyebarkan agama tersebut di kalangan banduan-banduan penjara di samping membantu tawanan-tawanan penjara meloloskan diri dari penjara. Kegiatan ini telah diketahui oleh Cladius II dan beliau memerintahkan St. Valentine diseksa dan akhirnya dihukum bunuh pada 14 Februari. Pengorban yang dilakukan oleh St Valentine ini dianggap oleh penganut Kristian sebagai satu pengorbanan yang besar demi kecintaan beliau terhadap agamanya. Malah St. Valentine disamakan dengan Jesus yang dianggap oleh penganut Kristian mati kerana menebus dosa yang dilakukan oleh kaumnya. Dikatakan juga bahawa ketika di dalam penjara, beliau telah jatuh cinta dengan anak salah seorang pegawai penjara dan di akhir hayatnya sebelum dibunuh, beliau sempat menulis sepucuk surat cinta kepada gadis tersebut yang bertandatangan ‘From your Valentine’ (Daripada Valentinemu). Maka orang-orang Kristian mengambil sempena 14 Februari itu untuk meraikan hari kasih sayang demi memperingati hari kematian paderi mereka St. Valentine.

Versi kedua. Claudius II beranggapan bahawa anggota tentera yang muda dan masih bujang adalah lebih tabah dan kuat ketika berada di medan peperangan berbanding dengan mereka yang telah berkahwin. Justeru itu Cladius II menghalang para pemuda dari berkahwin. Namun demikian St.Valentine menentangnya dengan keras dan beliau telah melakukan upacara pernikahan terhadap para pemuda-pemuda Rom secara sulit. Aktiviti St. Valentine ini akhirnya dapat diketahui oleh Cladius II lalu beliau mengarahkan St. Valentine ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M.

Ø Pendapat ketiga. Ia dirayakan sempena kejatuhan Kerajaan Islam Andalusia di Sepanyol. St. Valentine merupakan individu yang telah memainkan peranan penting dalam usaha menjatuhkan kerajaan Islam pada masa itu. Disebabkan sumbangan beliau itu, St. Valentine dianggap sebagai kekasih rakyat. 14 Februari 1492 merupakan tarikh kejatuhan Islam di Sepanyol dan dianggap pada hari itu hari kasih sayang kerana mereka menganggap Islam adalah agama yang zalim.

Ø Pendapat keempat. menyatakan sambutan hari Valentine ini bersempena dengan sifat burung yang musim mengawan burung yang jatuh pada 14hb Februari. Ini merupakan pendapat tradisi orang Inggeris.

Disini kita dapat melihat dengan jelas bahawa asal-usul sambutan Hari Valentine ini tidak ada hubung-kaitnya dengan budaya serta agama bagi umat Islam.

Hukum Menyambut Hari Valentine

Sebagaimana yang telah termaktub di dalam al-Qur’an dan al-Sunnah dan disepakati oleh generasi awal umat Islam hari kebesaran bagi umat Islam yang mana disyariatkan bagi kita menyambutnya hanyalah Hari Raya Aidilfitri dan Aidiladha. Ini sebagaimana yang firman Allah S.W.T.:

Bagi tiap-tiap umat, Kami adakan satu syariat yang tertentu untuk mereka ikuti dan jalankan, maka janganlah ahli-ahli syariat yang lain membantahmu dalam urusan syariatmu; dan serulah (wahai Muhammad) umat manusia kepada agama Tuhanmu, kerana sesungguhnya engkau adalah berada di atas jalan yang lurus. – al-Hajj : 67

Anas bin Malik r.a berkata: Nabi s.a.w pernah datang ke Madinah sedangkan penduduknya memiliki dua hari raya. Pada kedua-duanya mereka bermain-main (bergembira) di masa jahiliah. Lalu baginda bersabda: “Sesungguhnya Allah telah menggantikan kedua-duanya bagi kamu semua dengan dua hari yang lebih baik, iaitu hari raya Aidiladha dan Aidilfitri.” - Hadis riwayat al-Nasaai, no: 959.

Oleh itu hendaklah umat Islam hanya membataskan diri dengan menyambut hari-hari perayaan yang diiktiraf oleh Allah dan Rasul-Nya khusus untuk umat Islam. Setelah berakhir zaman salafussoleh iaitu 3 kurun terbaik bagi umat Islam, pelbagai hari perayaan telah ditambah ke dalam kalendar umat Islam seperti Mawlid al-Rasul, Israk Mikraj, Maal Hijrah, Nuzul al-Qur’an dan lain-lain lagi. Namun demikian apa yang mendukacitakan adalah umat Islam pada zaman kini telah mula merayakan hari-hari perayaan yang langsung tidak berkaitan dengan umat Islam malah ianya berasal dari budaya serta agama golongan yang ingkar kepada perintah Allah S.W.T. seperti sambutan Tahun Baru Masehi, Hari Halloween dan juga Hari Valentine yang sedang kita perbincangkan ini. Terdapat larangan daripada baginda s.a.w. untuk meniru budaya orang bukan Islam dan bagi mereka yang meniru budaya seperti ini ditakuti mereka akan tergolong bersama dalam golongan tersebut. Sabdanya: Barangsiapa menyerupai satu kaum, maka dia termasuk golongan mereka. - Hadis riwayat Imam Abu Dawud, hadis no: 3512.

Tambahan pula sambutan Hari Valentine ini merupakan satu upacara yang berhubung-kait dengan agama Rom Kuno dan juga Kristian sebagaimana yang telah penulis paparkan sebelum ini. Justeru itu bagi mereka yang menyambut hari tersebut ditakuti dia tergolong dalam ke dua golongan tersebut sebagaimana yang telah disabdakan oleh Rasulullah s.a.w. di atas. Apabila seseorang itu merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali peristiwa kematian St. Valentine maka tidak disangsikan lagi bahawa perbuatan tersebut boleh menyebabkan pelakunya terkeluar dari agama Islam. Apabila dia tidak bermaksud sedemikian dan menyambut Hari Valentine sekadar untuk bersuka-ria maka dia sebenarnya telah melakukan suatu kemungkaran yang besar kerana sambutan hari tersebut menyerupai perbuatan golongan yang durhaka kepada Allah S.W.T.. Tambahan pula sambutan Hari Valentine ini turut diikuti dengan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan syarak seperti pergaulan bebas diantara lelaki dan perempuan, membuang masa dengan berpeleseran ke tempat-tempat yang tak tentu hala malah mencurigakan dan membazir wang dengan memberi hadiah yang mahal-mahal. Tentang hukum menyambut Hari Valentine, Syaikh al-‘Utsaimin berkata: “Maka bila dalam merayakan Hari Valentine tersebut bermaksud untuk mengenangkan kembali St. Valentine, maka tidak diragukan bahawa orang itu telah kafir. Dan jika tidak bermaksud begitu namun sekadar ikut-ikutan kepada orang lain, maka orang itu telah melaksanakan dosa besar.”

Tidak dapat dinafikan pergaulan bebas ketika sambutan Hari Valentine ini membuka pintu perzinaan sedangkan Allah s.w.t. memerintahkan kita untuk menutup segala ruang yang boleh menyebabkan terjadinya perzinaan. Firman-Nya: Dan janganlah kamu menghampiri zina, sesungguhnya zina itu adalah satu perbuatan yang keji dan satu jalan yang jahat (yang membawa kerosakan). – al-Israa’ : 32

Sebagaimana yang telah dilaporkan dalam akhbar Utusan Malaysia pada 10 Februari 2007, Pengasas Pusat Kebahagiaan Wanita dan Remaja (Kewaja), Yahaya Mohamed Yusof telah menegaskan bahawa kes remaja hamil anak luar nikah meningkat pada akhir Februari dan awal Mac. Beliau berkata: “Sebahagian besar remaja yang ditempatkan di Kewaja mengadu mereka lupa diri ketika menyambut Hari Memperingati Kekasih atau Valentine’s Day. Mereka keluar berpasangan dan berpesta sehingga larut malam, kemudian mengambil pil khayal hingga tidak sedar terlanjur lalu hamil.”

Harus kita ingat bahawa golongan yang memusuhi Islam, akan sentiasa berusaha menanamkan benih-benih kesesatan dalam jiwa umat Islam supaya mereka jauh dari jalan yang lurus lagi diredhai Allah S.W.T.. Firman-Nya: Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak sekali-kali akan bersetuju atau suka kepadamu (wahai Muhammad) sehingga engkau menurut agama mereka (yang telah terpesong itu). Katakanlah (kepada mereka): "Sesungguhnya petunjuk Allah (agama Islam itulah petunjuk yang benar)". –Al-Baqarah (2) : 120

Oleh itu mereka mempopularkan sambutan Hari Valentine ini di negara-negara Islam dan menampakkan sambutannya sebagai satu perkara yang begitu romantis serta indah bagi pasangan-pasangan yang ingin membuktikan perasaan cinta mereka. Inilah sebenarnya sikap syaitan yang sentiasa berusaha untuk menyadur perbuatan maksiat agar kelihatan seperti satu perkara yang baik dan diamalkan oleh manusia tanpa rasa berdosa. Firman-Nya Iblis berkata: " Wahai Tuhanku! Kerana Engkau telah menjadikan daku sesat, (maka) demi sesungguhnya aku akan memperelokkan segala jenis maksiat kepada Adam dan zuriatnya di dunia ini, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya Kecuali di antara zuriat-zuriat Adam itu hamba-hambaMu yang dibersihkan dari sebarang syirik". – al-Hijr (15) : 39-40

Bersandarkan kepada hujah-hujah di atas maka para ulamak telah merumuskan bahawa sambutan Hari Valentine adalah diharamkan bagi seluruh umat Islam. Jawatankuasa Fatwa Majlis Kebangsaan Bagi Hal Ehwal Agama Islam Malaysia kali ke-71 yang bersidang pada 22 hingga 24 November 2005 memutuskan: “Bahawa amalan merayakan Valentine’s Day tidak pernah dianjurkan oleh Islam. Roh perayaan tersebut mempunyai unsur-unsur Kristian dan amalannya yang bercampur dengan perbuatan maksiat adalah bercanggah dan dilarang oleh Islam. Oleh itu amalan meraikan Hari Kekasih tidak digalakkan oleh agama Islam”.

Justeru itu hendaklah pihak berwajib mengambil tindakan sewajarnya untuk menghalang budaya golongan yang ingkar kepada Allah ini dari diamalkan oleh umat Islam di Malaysia. Media Massa sepatutnya dihalang dari memasyhurkan sambutan Hari Valentine ini kepada umat Islam. Sebagai gantian media massa perlu digunakan untuk menyebarkan fatwa-fatwa para ulamak yang mengharamkan sambutan Hari Valentine.

Wednesday, February 10, 2010

Efek Kartun Penghinaan Nabi Muhammad, Pemeluk Islam Di Denmark Meningkat Pesat

Perhatian pada Islam di Denmark, negara yang memicu reaksi dari jutaan Muslim di seluruh dunia, terus meningkat. Apa yang menyebabkannya?

Menurut studi yang dilakukan oleh University of Copenhagen, hal ini terjadi setelah publikasi kartun yang kontroversial pada tahun 2005. Berdasarkan studi tersebut, peristiwa itu melahirkan fenomena baru yang mengejutkan di mana banyak penduduk asli Denmark memeluk Islam.

Seperti diketahui, insiden itu adalah kartun menghina Nabi saw. Tujuannya adalah untuk menjauhkan masyarakat Eropa terhadap Islam, sebaliknya, hal itu ternyata menyebabkan minat yang besar bangsa Eropa pada agama Islam.

University of Copenhagen membuat laporan yang berisi 69 halaman, menjelaskan hasil studi mereka. Laporan ini telah diserahkan kepada kantor-kantor pemerintah sementara isinya belum diungkapkan kepada pers. Hanya, beberapa politisi Denmark menilai bahwa orang-orang yang masuk Islam adalah mereka yang stres dan frustrasi.

University of Copenhagen sendiri memprakarsai studi mereka karena kontroversi yang terjadi tahun lalu tentang pelarangan jilbab di Denmark.

Studi ini juga menerima banyak masukan dari berbagai media di Denmark, terutama beberapa surat kabar nasionalnya. Dan yang terbesar dan paling terpukul adalah Jilan Posten, surat kabar bahwa yang menerbitkan kartun menghina Nabi Muhammad saw tersebut. (sa/sbb/poj)

Retaknya Dinding Masjid Al-Aqsha

Apakah Masjid Al-Aqsha sekarang hanya tinggal menunggu roboh saja? Dari hari ke hari, menurut laporan Quds Press pada hari Selasa, dinding-dinding Al-Aqsha semakin retak, terutama di dinding sebelah utara. Quds Press menggambarkan situasi ini dengan menyebutnya sebagai sesuatu yang “serius.”

Aqsha landasan untuk abadi dan warisan yang dapat memenuhi kebutuhan untuk tempat suci Islam di Palestina mengungkapkan bahwa retakan besar terlihat di dinding utara Masjid Aqsha.

Apa penyebab retakan itu? Para analis dan pakar menyatakan bahwa retakan itu hasil dari terus berlanjutnya penggalian yang dilakukan oleh Israel di dekat dinding, terutama di bawah sekolah Omari, yang terletak di dalam zona mesjid.

Quds Press menggarisbawahi bahwa penggalian Israel sebenarnya lebih dari apa yang telah ditemukan sejauh ini, dan juga memperingatkan bahwa kelanjutan dari penggalian Israel telah menimbulkan ancaman langsung terhadap masjid, dan cepat atau lambat akan mempengaruhi keberadaannya.

Meskipun demikian, Quds bersumpah akan mengekspos praktik-praktik Israel terhadap Masjid. Sedangkan untuk memperbaiki masjid bukan sesuatu yang mudah seperti misalnya di Indonesia yang sering kali mendapatkan bantuan pendirian masjid dari negara-negara Arab. (sa/pic)

Tuesday, February 02, 2010

"Aku Tersentuh dengan Toleransi yang Diajarkan Islam"

Zarif Aarif adalah nama Islamnya sekarang. Pria Australia yang dibesarkan dalam keluarga yang menganut agama Kristen memutuskan masuk Islam karena begitu terkesan dengan toleransi yang diajarkan Islam terhadap penganut agama lain.

Ia pertama kali mengenal Islam saat remaja ketika berkunjung ke Maroko dan ke Granada sebuah kota di distrik Andalusia, Spanyol. Di Maroko, Aarif terpesona melihat seni budaya Islam dan ikut merasakan atmosfir budaya islami dalam kehidupan sehari-hari penduduk negeri itu. Di Alhambra ia menyaksikan pemandangan berupa arsitektur bangsa Moor dalam wujud perkebunan yang di bagian dibawahnya mengalir sungai-sungai. Pemandangan yang membuatnya tersentuh dan kagum. Di masa kecilnya dulu, Aarif lebih senang berayun-ayun di tali lonceng gereka sambil berteriak-teriak menirukan Tarzan daripada ikut latihan paduan suara gereja. Ia selalu punya alasan untuk menghindari Tuhan dan tidak ikut kebaktian di gereja. Tapi di suatu pagi, 16 tahun kemudian, entah mengapa ia memutuskan untuk pergi ke gereja. Beberapa bulan kemudian, ia seperti benar-benar menjadi seorang Kristiani dan beberapa tahun kemudian ia mendaftarkan diri ke sebuah perguruan tinggi ternama di Tabor untuk meraih gelar sarjana di bidang Alkitab.

Di sanalah ia mulai menemukan desas-desus yang selama ini beredar di kalangan orang-orang Kristen, yang menurutnya kadang melecehkan dan ia tidak yakin informasi yang didengarnya benar. Tapi informasi itu juga ia dengar dari para pemasok buku ke toko yang ia kelola. "Sejarah Kristen menjadi pembuka mata saya bahwa apa yang terjadi selama dan sesudah perang Salib benar-benar menggangu para penganut agama ini," ujarnya.

Beberapa tahun kemudian, Aarif mulai meninggalkan ibadah formalnya karena ia tidak sepakat dengan doktrin yang menempatkan Tuhan dalam kerangka yang dibatasi oleh definisi-definisi. Ia juga menilai organisasi Kristen lebih condong berpolitik dan menonjolkan diri, dibandingkan sebagai wakil sebuah agama. Ia akhirnya memutuskan keluar dari agama Kristen.

Beberapa tahun setelah itu, Aarif sempat tinggal beberapa waktu di Jeddah dan Riyadh karena mengerjakan proyek sebuah perusahaan investasi. Meski sudah tidak pernah ke gereja lagi, ia masih memiliki keyakinan terhadap agama Kristen dan ingin tahu lebih banyak tentang Islam. Ia ingin tahu perbedaan antara Kristen dan Islam.

Suatu hari, Aarif pergi ke sebuah toko buku Islam di dekat hotelnya menginap dan membeli beberapa buku literatur tentang Islam. "Kemudian saya bertanya pada penunjuk jalan saya selama di Saudi, namanya Mahmoud atau Muhammad, saya lupa, dimana saya bisa mendapatkan Al-Quran," kenang Aarif. Pemandunya memberikan rekomendasi terjemahan Al-Quran yang bagus dan malam itu Aarif mulai membaca dan berdoa agar memberikan bimbingan padanya saat membaca terjemahan Al-Quran. Ayat-ayat pertama yang ia baca adalah tentang para ahli kitab-umat Kristiani dan Yahudi-yang menjadi bagian dari umat Allah. Ayat-ayat itu membuka matanya akan sebuah agama yang mengajarkan toleransi bahkan terhadap keyakinan yang bertentangan dengannya.

Tujuh tahun kemudian Aarif bertemu dengan seorang Muslimah asal Indonesia. Mereka saling berkirim surat dan berdiskusi lewat internet. "Pada saat itu, saya melihat lebih ke dalam Islam, dan apa yang mungkin berarti buat saya secara pribadil Saya lalu mengunjungi Indonesia; kami bertemu lagi dan berbicara tentang masa depan. Saya melamarnya dan ia menerima," tutur Aarif.

Ia lalu mengurus dokumen-dokumen resmi untuk menikah di Australia. Saat itu Aarif belum masuk Islam, tapi ia sangat menghormati keyakinan isterinya. Hingga pada titik tertentu ia merasa perbedaan agama tidak membuat nyaman pernikahannya.

"Saya berpikir dan merenung. Mengajukan banyak pertanyaan dan berdoa selama berbulan-bulan sampai saya merasakan kedamaian dalam hati saya tentang jalan yang akan saya ambil," ungkap Aarif.

"Sungguh, tidak ada alasan bagi saya untuk tidak memeluk Islam. Saya akui saya bukan tipikal orang yang rajin ibadah, tapi saya pikir kemalasan itu bisa dihilangkan dengan kemauan dan tekad," sambungnya.

Saya pun berkomitmen dan mulai belajar salat. Saya kemudian pergi ke masjid di Perth, bicara dengan imam disana dan mengucapkan syahadat di masjid itu. "Meski saya sudah beberapa tahun masuk Islam, saya masih dalam tahap belajar dan saya menikmati proses belajar itu," tukasnya. (ln/readislam)

Friday, January 29, 2010

Ketika manusia berlutut di depan neraka


http://akhisalman.blogspot.com

Pada hari kiamat semua umat akan duduk berlutut. Mereka akan diberikan kitab amalan mereka: Allah menyalin semua yang kita akan lakukan didunia di dalam kitab untuk membalas segala perbuatan kita. Firman Allah swt:

وَتَرَى كُلَّ أُمَّةٍ جَاثِيَةً كُلُّ أُمَّةٍ تُدْعَى إِلَى كِتَابِهَا الْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Dan (pada hari itu) kamu lihat tiap-tiap umat berlutut. Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya. Pada hari itu kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan.

هَذَا كِتَابُنَا يَنطِقُ عَلَيْكُم بِالْحَقِّ إِنَّا كُنَّا نَسْتَنسِخُ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

(Allah berfirman): "Inilah kitab (catatan) Kami yang menuturkan terhadapmu dengan benar. Sesungguhnya Kami telah menyuruh mencatat apa yang telah kamu kerjakan".

Ayat 28 - 29 surah al-Jathiah.

Ibnu kathir berkata:

Semua manusia duduk berlutut kerana terlampau terkejut dengan kedatangan neraka yang ditarik malaikat. Ketika berbunyinya hembusan nafas neraka, semuanya terduduk berlutut. Nabi ibrahim pun sama dan berkata "Diriku , diriku , diriku. Aku hanya meminta padamu untuk diriku sahaja. "

Sebab apa manusia semua terduduk berlutut ? ini sebab kedatangan neraka yang ditarik oleh jutaan malaikat. Firman Allah swt:

وَجِيءَ يَوْمَئِذٍ بِجَهَنَّمَ يَوْمَئِذٍ يَتَذَكَّرُ الْإِنسَانُ وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَى

"Dan pada hari itu didatangkan neraka Jahannam; dan pada hari itu manusia akan ingat amalannya yang lepas, akan tetapi tidak berguna lagi mengingat itu baginya." (23 : al-Fajr)

Jutaan Malaikat yang menarik neraka seperti mana yang diceritakan oleh baginda:

يؤتي بجهنم يومئذ لها سبعون ألف زمام مع كل زمام سبعون ألف ملك يجرونها

" Pada hari kiamat neraka jahanam aka di datangkan oleh para malaikat. Ia mempunyai 70 ribu tali penarik. Setiap tali akan ada 70 ribu malaikat yang menariknya."

Hadis sahih Muslim.

Aaaaaaaaaaaah... begitu dahsyat sekali neraka jahannam. Patutla semua , sehingga para Nabi pun terduduk. Manusia bukan sahaja terduduk. Malahan mereka menyesal diatas kecuaian yang mereka lakukan di dunia. Lihatlah sambungan ayat tadi. Tuhan berfirman :

يَقُولُ يَا لَيْتَنِي قَدَّمْتُ لِحَيَاتِي

(setelah didatangkan neraka) Dia berkata: "Alangkah baiknya kiranya aku dahulu mengerjakan (amal saleh) untuk hidupku ini"

ayat 24 : al-Fajr

Seorang sahabat Nabi saw yang bernama Muhammad bin Abi 'Amirah berkata:

"Kalulah seorang hamba Allah itu merebahkan wajahnya ke bumi sejak ia dilahirkan sehingga dia mati dalam melakukan ketaatan nescaya dia tetap akan menghina dirinya pada hari kiamat dan berharap akan kembali ke dunia untuk menambahkan amalan dan pahala."

Hadis Mauquf dgn sanad sahih riwayat Imam Ahmad.

Dalam ayat 23 surah al-Fajr diatas tuhan menyatakan bahawa ketika neraka jahannam dibawa oleh malaikat barulah manusia teringat untuk beramal, tetapi tuhan jawab:

وَأَنَّى لَهُ الذِّكْرَى

"Dan apa gunanya manusia baru teringat ketika itu." (23 : al-Fajr)

Tuhan telah memberi manusia peluang yang cukup di dunia tetapi manusia tidak menggunakannnya , maka terimalah akibatnya pada hari kiamat. Firman Allah swt:

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحاً غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَاءكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِن نَّصِيرٍ

Dan mereka berteriak di dalam neraka itu : "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami (dari neraka) nescaya kami akan mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan(tuhan berkata)". Dan bukankah Kami telah memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan ? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. (37 : al-Fatir)

Jadi hujjah Allah kepada ahli neraka ada dua:

Pertama: Allah sudah memberi umur dan masa yang cukup tetapi manusia sibuk dengan kepentingan dunia. Amalan agama pun diniatkan untuk dunia. Jadi setiap detik yang kita lalui ini amatlah berharga.

Kedua: Para pemberi peringatan dikalangan Rasulullah saw dan para ulama sudah memberi peringatan tetapi kita tidak mahu mendengarnya. Kita malas untuk ke majlis ilmu.

Pada ketika manusia berlutut di depan neraka , setiap manusia hanya memikirkan tentang dirinya sahaja. Manusia tidak memikirkan hal keadaan orang lain. Ibu bapanya, sanak saudara , rakan taulan, kekasih hati dan lain-lain. Semuanya sibuk dengan diri masing-masing. Firman Allah swt:

يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ .وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ . وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ . لِكُلِّ امْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ

"pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya. " (33-37 : Abasa)

KESIMPULAN

Marilakah kita sama2 menginsafi diri dan kembali pada tuhan. Tuhan bertanya bila hati kita hendak khusyuk dan diri kita hendak tunduk dengan ajaran tuhan. Firman Allah swt:

أَلَمْ يَأْنِ لِلَّذِينَ آمَنُوا أَن تَخْشَعَ قُلُوبُهُمْ لِذِكْرِ اللَّهِ وَمَا نَزَلَ مِنَ الْحَقِّ وَلَا يَكُونُوا كَالَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلُ فَطَالَ عَلَيْهِمُ الْأَمَدُ فَقَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَكَثِيرٌ مِّنْهُمْ فَاسِقُونَ

"Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik." (16 : al-Hadid)

MARILAH KITA KEMBALI KEPADA TAAT DAN JAUH DARI MAKSIAT ZAHIR DAN BATIN. TAAT ITU KEJAYAAN DUNIA AKHIRAT SERTA MAKSIAT ITU MEMBAWA KEKECEWAAN DUNIA AKHIRAT

rujukan: Tafsir Ibnu kathir dan Ahwal Yaumil Qiamah oleh ibnu kathir

Thursday, January 28, 2010

Hikmah Azan

Emel : Amin Fadzlan

Kematian itu pasti menjelma. Hanya masa Dan waktunya Yang tidak Kita ketahui. Cuba Kita amati mengapa kebanyakan orang yg nazak, hampir ajal tidak dapat berkata apa-apa.. Lidahnya kelu, keras dan hanya mimik mukanya yang menahan kesakitan 'sakaratul maut'. Diriwayatkan sebuah hadis yg bermaksud: 'Hendaklah kamu mendiamkan diri ketika azan, jika tidak Allah Akan kelukan lidahnya ketika maut menghampirinya.' Ini jelas menunjukkan, kita disarankan agar mendiamkan diri, jangan berkata apa-apa pun semasa azan berkumandang . Sebagai orang beragama Islam kita wajib menghormati azan, banyak fadhilatnya . Jika lagu Kebangsaan kita diajar agar berdiri tegak dan diamkan diri. Mengapa ketika azan kita tidak boleh mendiamkan diri?

Lantas sesiapa yang berkata-kata ketika azan, Allah akan kelukan lidahnya ketika nazak . Kita takut dengan kelunya lidah kita semasa ajal hampir tiba maka kita tidak dapat mengucap kalimah 'Lailahaillallah. .' yang mana sesiapa yang dapat mengucapkan kalimah ini ketika nyawanya akan dicabut Allah dgn izinNya menjanjikan Syurga untuk mereka. Dari itu marilah kita sama-sama menghormati azan dan mohon kepada Allah supaya lidahini tidak kelu semasa nyawa kita sedang dicabut. 'Ya Allah! Anugerahkanlah kematian kami dengan kematian yang baik lagi mulia, lancarkan lidah kami mengucap kalimah 'Lailahaillallah' semasa sakaratul maut menghampiri kami.. Amin... amin.. amin Yarobbala'lamin . .' Sesuatu yang tak pernah terjangkau dek akal fikiran ku ini.
Subhanallah. ..

Ketahuilah bahawa pada setiap waktu, ribuan bilal di merata dunia akan melaungkan azan, mengakui 'Bahawa Allah Sahaja Yang Patut Disembah, dan Nabi Muhammad Adalah Rasul Allah.'Dimulakan dengan Indonesia yang terletak di bahagian timur dengan ratusan kepulauannya dan jumlah penduduknya seramai 180 juta. Sebaik masuk waktu Subuh, Azan mula berkumandang dari kawasan ini dengan ribuan Bilal yang akan melaungkan Keagungan Allah S.W.T Dan Nabi Muhammad S.A.W.

Proses ini akan bergerak ke arah barat kepulauan Indonesia . Perbezaan masa antara timur dan barat Indonesia adalah 1-1/2 jam. Belumpun laungan Azan di merata Indonesia selesai, ianya bermula pula di Malaysia. Berikutnya di Burma dan dalam masa satu jam selepas Azan dilaungkan di Jakarta, tiba giliran Dacca di Bangladesh. Berikutnya laungan akan kedengaran di Calcutta dan terus ke Srinagar di barat India.

Perbezaan waktu di kota-kota Pakistan adalah 40 minit jadi dalam jangka masa ini, Azan akan berkumandang di seluruh Pakistan. Belum berakhir di Pakistan, Azan akan bermula pula di Afghanistan dan Muscat.Perbezaan waktu antara Muscat dan Baghdad adalah satu jam. Dalam jangka masa ini, Azan akan berterusan dilaungkan di UAE , Makkah, Madinah, Yaman , Kuwait dan Iraq .

Proses ini berterusan setiap detik sehingga ke pantai timur Atlantik. Jarak masa Azan mula dilaungkan di Indonesia sehingga ke pantai timur Atlantik adalah 9-1/2 jam. Belumpun Azan Subuh berkumandang di pantai Timur Atlantik, Azan Zuhur kini sudah mula dilaungkan di Indonesia.. Ini berterusan bagi setiap waktu sembahyang, tidak putus-putus.

Subhanallah, begitu hebat dan agungnya Islam!

Kalaulah setiap kawasan boleh memasang pembesar suara (yang power habis!), akan bergegar satu dunia dengan laungan Azan tidak putus-putus.

Allahu Akhbar !

Dicatat oleh DRS. KHALIL IDHAM LIM

AMALAN DAN DOA MURAH REZEKI

Emel : sal_ehs gerrard

1) Membaca SURAH AL-WAQIAH

- Sabda Rasulullah SAW:

مَنْ قَرأ سُورَةَ الوَاقِعَةِ فِي كُلّ لَيْلَةٍ لَمْ تُصِبْهُ فاقَة

"Sesiapa yang membaca surah al-Waqiah pada setiapa malam ia tidak akan ditimpa kefakiran." (Riwayat daripada Ibn Mas'ud: al-Azkar, al-Jami al-Soghir).

- Sabda Rasulullah SAW:

سُوْرَةُ الوَاقِعَةِ سُوْرَةُ الغِنَى فَاقْرَؤُوْهَا وَعَلِّمُوْهَا أَوْلاَدَكُمْ

"Surah al-Waqiah adalah surah kekayaan. Hendaklah kamu membacanya dan ajarkanlah ia kepada anak-anak kamu." (Riwayat Ibn Mardawaih daripada Anas: Kasyf al-Khafa').

2) Membaca SURAH AL-IKHLAS:

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ ، اللَّهُ الصَّمَدُ ، لَمْ يَلِـدْ وَلَمْ يُولَـدْ ، وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ

"Katakanlah (wahai Muhammad): "(Tuhanku) ialah Allah Yang Maha Esa; "Allah Yang menjadi tumpuan sekalian makhluk untuk memohon sebarang hajat; "Ia tiada beranak, dan Ia pula tidak diperanakkan; "Dan tidak ada sesiapapun yang serupa denganNya"."

- Sabda Rasulullah SAW: Sesiapa yang membaca Qulhuwallu ahad ketika masuk ke rumahnya, nescaya dihindarkan kefakiran daripada ahli rumahnya dan jirannya. (Daripada Jarir bin Abdullah: Kanzu al-'Ummal, Mu'jam al-Tabarani; daripada Ibn Mas'ud: Mujma' al-Zawaid)

3)

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَن تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّن تَشَاءُ ، وَتُعِزُّ مَن تَشَاء ، وَتُذِلُّ مَن تَشَاء ، بِيَدِكَ الْخَيْرُ ، إِنَّكَ عَلَىَ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ ، تُولِجُ اللَّيْـلَ فِي الْنَّهَارِ ، وَتُولِجُ النَّـهَارَ فِي اللَّيْلِ ، وَتُخْرِجُ الْحَيَّ مِنَ الْمَيِّتِ ، وَتُخْرِجُ الْمَيِّـتَ مِنَ الْحَيِّ ، وَتَرْزُقُ مَن تَشَاء بِغَيْرِ حِسَـابٍ ، رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَرَحِيْمَهُمَا ، تُعْطِي مَنْ تَشَاءُ مِنْهُمَا وَتَمْنَعُ مَنْ تَشَاءُ ، اِرْحَمْنِي رَحْمَةً تُغْنِيْنِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سِوَاكَ

"Katakanlah (wahai Muhammad): "Wahai Tuhan yang mempunyai kuasa pemerintahan! Engkaulah yang memberi kuasa pemerintahan kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, dan Engkaulah yang mencabut kuasa pemerintahan dari sesiapa yang Engkau kehendaki. Engkaulah juga yang memuliakan sesiapa yang Engkau kehendaki, dan Engkaulah yang menghina sesiapa yang Engkau kehendaki. Dalam kekuasaan Engkaulah sahaja adanya segala kebaikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. "Engkaulah (wahai Tuhan) yang memasukkan waktu malam ke dalam waktu siang, dan Engkaulah yang memasukkan waktu siang ke dalam waktu malam. Engkaulah juga yang mengeluarkan sesuatu yang hidup dari benda yang mati, dan Engkaulah yang mengeluarkan benda yang mati dari sesuatu yang hidup. Engkau jualah yang memberi rezeki kepada sesiapa yang Engkau kehendaki, dengan tiada hitungan hisabnya". Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang di dunia dan akhirat. Engkau memberi kedua-duanya kepada sesiapa yang Engkau mahu. Engkau menahan kedua-duanya terhadap sesiapa yang Engkau mahu. Rahmatilah aku dengan suatu rahmat yang mencukupi untukku berbanding rahmat yang ada pada selainMu."

- Sabda Rasulullah SAW: "Wahai Mu'az! Aku mahu ajarkan engkau sebuah doa. Jika engkau menanggung segunung hutang lalu engkau membacanya nescaya Allah menunaikannya untuk engkau. Bacalah: قل الله مالك اللمك.... (Ayat dan doa di atas)." (Kanz al-Ummal).

4)

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجاً وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ

"Dan sesiapa yang bertaqwa kepada Allah (dengan mengerjakan suruhanNya dan meninggalkan laranganNya) , nescaya Allah akan mengadakan baginya jalan keluar (dari segala perkara yang menyusahkannya) , Serta memberinya rezeki dari jalan yang tidak terlintas di hatinya."

- Sabda Rasulullah SAW:" Wahai sekalian manusia, jadikanlah taqwa sebagai suatu perniagaan, nescaya rezeki akan datang kepada kamu tanpa modal dan niaga." Kemudian Baginda membaca ayat di atas. ) Riwayat daripada Mu'az bin Jabal: Majma' al-Zawaid, Kanz al-Ummal).

5)

الَّلهُمَّ اكْفِنِي بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ ، وَاغْنِنِي بِفَضلِكَ عَن سِواكَ

"Ya Allah, ya Tuhanku! Cukupkanlah aku dengan suatu yang halal berbanding suatu yang haram yang telah Engkau tetapkan. Dan berilah aku kekayaan dengan kelebihan daripada Engkau berbanding selain Engkau."

- Saidina Ali mengatakan kepada seseorang yang datang kepadanya: "Aku mahu mengajar kamu kalimah yang diajar oleh Rasulullah kepadaku. Jika engkau menanggung segunung hutang tentu Allah akan tunaikannya. Bacalah: اللهم اكفني بحلالك... (Doa di atas)." (Riwayat daripada 'Ali: Sunan al-Tirmizi; dinilai Hasan Gharib).

6)

الَّلهُمّ رَبَّ السَّماوَاتِ السَبْعِ ، وَرَبَّ العَرْشِ العَظِيْـمِ ، رَبَّنَا وَرَبَّ كلِّ شَيْءٍ ، وَمُنْزِلَ التَوْرَاة وَالإِنْجِيْلَ وَالقُرْآنَ ، فَالِقَ الْحَبِّ والنَّوَى ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شرِّ كُلِّ ذِي شَرٍّ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهِ ، أَنْتَ الأَوَّلُ فَلَيْسَ قَبْلَكَ شَيْءٌ ، وَأَنْتَ الآخِرُ فَلَيْسَ بَعْدَكَ شَيْءٌ ، والظَّاهِرُ فَلَيْسَ فَوْقَكَ شَيْءٌ ، وَالبَاطِنُ فَلَيْسَ دُوْنَكَ شَيْءٌ ، اقْضِ عنِّي الدَّيْنَ وَاغْنِنِي مِنَ الفَقْرِ

"Ya Allah, Tuhan bagi tujuh lapisan langit, juga Tuhan 'Arasy yang agung. Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu. Yang menurunkan Taurat, Injil dan Quran. Yang menumbuhkan tumbuh-tumbuhan dan menghasilkan buah-buahan. Aku mohon berlindung denganMu daripada kejahatan segala suatu yang jahat yang ubun-ubunnya di dalam genggamanMu. Engkaulah yang awal, tiada suatu pun yang sebelum Engkau. Engkaulah yang akhir, tiada suatu pun yang selepas Engkau. Engkaulah yang zahir, tiada suatu pun yang di atas Engkau. Engkaulah yang batin, tiada suatu pun yang di bawah Engkau. Tunaikanlah hutangku dan berilah aku kekayaan daripada kefakiran."

- Sabda Rasulullah SAW: "Bacalah: اللهم رب السماوات... (Doa di atas)." (Riwayat daripada Abu Hurairah: Sunan al-Tirmizi; dinilai Hasan Sahih).

7)

الَّلهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ العَجْزِ وَالكَسَلِ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُبْنِ البُخْلِ ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنَ غَلَبَةِ الدَّينِ وقَ?ْرِ الرِّجَالِ

"Ya Allah, aku berlindung denganMu daripada dukacita dan rasa sedih; aku berlindung denganMu daripada lemah dan malas; aku berlindung denganMu daripada sifat pengecut dan bakhil; dan aku berlindung denganMu daripada bebanan hutang dan penindasan orang."

- Pada suatu hari Rasulullah SAW masuk ke masjid lalu terserempak seorang yang dipanggil Abu Umamah. Rasulullah SAW bersabda kepadanya: "Wahai Abu Umamah, aku lihat engkau duduk di masjid bukan pada waktu solat, kenapa?" Jawab Abu Umamah: "Dukacita dan hutang menyelubungiku, wahai Rasulullah!" Jawab Rasulullah: "Mahukah kamu aku ajarkan suatu bacaan jika kamu membacanya Allah akan menghilangkan rasa dukacitamu dan melangsaikan hutangmu." Abu Umamah menjawab: "Ya, wahai Rasulullah." Baginda bersabda: "Apabila tiba waktu pada dan petang bacalah: اللهم إني أعوذ بك من الهم والحزن... (Doa di atas). Kata Abu Umamah: "Aku membaca doa tersebut, lalu Allah menghilangkan rasa dukacitaku dan melangsaikan hutangku." (Riwayat Abu Daud daripada Abu Said al-Khudri).

8)

Sabda Rasulullah SAW:

الَّلهُمَّ فَارِجَ الْهَمِّ ، كَاشِفَ الغَمِّ ، مُجِيْبَ دَعْوَةَ الْمُضْطَّرِّيْنَ ، رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ وَرَحِيْمَهُمَا ، أَنْتَ تَرْحَمُنِي فَارْحَمْنِي بِرَحْمَةٍ تُغْنِيْنِي بِهَا عَنْ رَحْمَةِ مَنْ سَوَاكَ

"Ya Allah, Yang Meleraikan dukacita, Yang Melapangkan kekusutan, Yang Menyahut seruan orang yang susah, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang di dunia dan akhirat, Engkau mengasihi aku, maka rahmatilah aku dengan suatu rahmat yang mencukupi untukku berbanding rahmat yang ada pada selainMu."

Diriwayatkan daripada 'Aisyah RA katanya: "Abu Bakar datang kepadaku lalu berkata: Adakah engkau telah mendengar daripada Rasulullah SAW sebuah doa Baginda ajarkan kepada. Aku bertanya: Apakah doa itu? Jawab beliau: Pada waktu dahulu, Isa Ibn Maryam mengajar sahabat-sahabat baginda: Seandainya sesiapa di kalangan kamu yang berhutang sejumlah emas satu bukit lalu ia berdoa dengan doa ini nescaya Allah tunaikan untuknya." Kata Abu Bakar: "Aku telah berdoa dengan doa tersebut lalu Allah memberikan aku suatu ganjaran sehingga aku dapat melangsaikan hutang aku." Kata 'Aisyah: Aku pernah menanggung hutang lalu aku mengamalkan tersebut, tidak lama kemudian Allah memberi rezeki kepadaku sehingga aku dapat bersedekah dan mewariskan harta." (Riwayat al-Bazzar, al-Hakim dan al-Asbahani)

9)

لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنتَ ، سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

"Tiada Tuhan melainkan Engkau, Maha suci Engkau, Sesungguhnya aku adalah dari orang-orang yang menganiaya diri sendiri."

Sabda Nabi SAW: "Doa saudaraku Yunus amat menakjubkan; permulaannya tahlil, pertengahannya tasbih dan penghujungnya pengakuan melakukan dosa. Sesiapa yang berdukacita, berada dalam kekusutan, ditimpa kesusahan dan dibebani hutang pada suatu hari, lalu ia membacanya sebanyak tiga kali, nescaya dimakbulkan untuknya

Baca Seterusnya...

Tuesday, January 26, 2010

ALANGKAH SUSAHNYA UNTUK BERLAKU IKHLAS

anuarani

Ikhlas adalah salah satu daripada sifat-sifat mahmudah yang paling tinggi selepas iman. Ia adalah rahsia Tuhan, para malaikat pun tidak tahu. Yang punya diri pun tidak dapat mengesannya. Ia adalah penentu apakah amalan seseorang itu diterima atau ditolak oleh Allah. Ada para Sahabat bila mendengar tentang ikhlas itu dari Rasulullah SAW mereka menangis.Mereka merasa tidak selamat. Mereka merasakan tidak mungkin memperolehi sifat ikhlas yang begitu tinggi kedudukan dan nilainya itu.

Oleh kerana susahnya untuk mendapatkan sifat ikhlas itu, Islam tidak membenarkan seseorang itu mengaku dia adalah ikhlas. Siapa yang mengaku dia ikhlas kalaupun sebelum itu dia ikhlas, automatik keikhlasannya terbatal. Kalau begitu, salah sekali selama ini yang berlaku di dalam kehidupan kita, seolah-olah telah menjadi budaya apabila seseorang itu memberi,menolong, membantu dengan berkata:

“Ambillah! Saya ikhlas ni!”

“Saya telah tolong dia dengan ikhlas. Kemudian dia memusuhi saya.”

“Saya hendak tolong awak ini dengan ikhlas! Tapi saya sedih, awak menolaknya.”

“Saya ikhlas hendak bagi sebanyak ini, saya bagilah!”

Di dalam menulis surat selalu ditutup dengan perkataan, “Saya yang ikhlas.”

Orang yang mengaku ikhlas, ertinya dia mengaku orang yang paling baik. Di dalam ajaran Islam, mengaku baik itu adalah satu kesalahan. Siapa yang mengaku ikhlas, siang-siang lagi ternafi keikhlasannya. Tiada yang mengetahui seseorang itu ikhlas sekalipun yang punya diri, walaupun malaikat, melainkan Allah sahaja yang Maha Mengetahui.

Oleh itu tiada seorang yang berhak mengaku ikhlas. Cuma berusahalah untuk menjadi orang yang ikhlas. Moga-moga kita ikhlas. Setelah kita berbuat demikian moga-moga setiap amal yang kita buat itu diterima oleh Allah SWT.

APA ERTI IKHLAS?

Erti ikhlas itu ialah murni, bersih. Sesuatu benda itu kalau jenisnya sahaja, tidak bercampur jenis lain, dianggap benda itu bersih, murni, tidak dinodai oleh benda-benda lain. Sebagai contoh, kalau air itu semata-mata air, kalau air itu tercampur sabun, nila atau tepung, air itu tidak khalis. Ertinya air itu tidak murni lagi. Tidak mutlak lagi. Tidak bersih, tidak pure kerana tercampur benda lain yang bukan jenisnya. Ertinya air telah ternoda atau dinodai oleh benda yang lain. Atau ia telah diwarnai oleh benda lain.

Begitulah kita beramal, berusaha dan berjuang seperti bersembahyang,puasa, zakat, naik haji, membaca Al Quran, mengajar, berdakwah, memberi, menolong, motivasi, forum, ceramah dan belajar adalah kerana Allah Taala, kerana suruhan-Nya, kerana perintah-Nya, kerana keredhaan-Nya, kerana arahan-Nya, kerana mentaati-Nya dan patuh kepada-Nya.

Jadi perkara yang kita buat itu, seperti contoh-contoh di atas kerana-Nya adalah satu, tujuannya satu, didorong oleh satu, iaitu Allah SWT. Demi untuk mengabdikan diri kepada-Nya. Tidak bercampur dengan kerana-kerana yang lain selain kerana Allah Taala. Itulah yang dikatakan orang yang ikhlas, iaitu dia membuat kerja-kerja tadi kerana-Nya murni. Tujuannya bersih. Dorongan dari satu iaitu Allah SWT.

Jika niat atau dorongannya telah tercampur dengan kerana-kerana lain atau ada terselit niat-niat lain di dalam kerana Allah itu, dorongannya bukan satu lagi tapi sudah menjadi dua atau tiga. Misalnya, niat membuat kerja itu dicampur sama kerana riyak, megah, nama, glamour, pangkat, duit, kerana orang minta,kerana takut orang tidak suka, untuk mental exercise, kerana boring di rumah, kerana hendak lari daripada masalah, kerana ingin sokongan atau undi, kerana hendak menguji kemampuan,kerana hendak berlawan, kerana hadiah, kerana piala, kerana kawan. Maka orang itu sudah tidak khalis lagi di dalam kerjakerjanya. Ikhlas sudah tiada, sudah tidak murni, ikhlasnya telah ternoda.

Justeru apa yang dibuat itu ‘kerana Allah’nya telah bercampurdengan kerana-kerana yang lain. Oleh itu ‘kerana Allah’nya sudah tidak bersih atau tidak murni lagi, niatnya telah bersekutu.Niatnya telah syirik, iaitu syirik khafi. Di Akhirat nanti Allah meminta orang itu, “Pergilah minta pahala daripada orang yang awak keranakan itu.” Allah Taala tidak akan membalas kebaikan apa-apa kepada orang itu kerana tujuan dia beramal itu tidak kepada Allah lagi atau tidak sepenuhnya kerana Allah Taala tapi ada kerana yang lain selain Allah Taala.

Untuk berlaku ikhlas di dalam sebarang perbuatan kita amat susah sekali. Terutama kerja-kerja dan amalan yang ada hubung kait dengan kepentingan umum atau dengan orang ramai atau amalan yang terdedah kepada pandangan umum seperti ceramah,dakwah,mengajar,belajar,gotong-royong,membaca Al
Quran di hadapan khalayak, forum, wawancara, memberi hadiah, memberi bantuan di hadapan umum atau di hadapan orang ramai. Lebih-lebih lagi bagi orang yang jarang memikirkan hati, kurang muhasabah hatinya, hatinya dibiar atau terbiar, jarang diambil tahu atau diambil kira, selalunya lebih banyak terjebak kepada tidak ikhlas. Ramai yang nawaitunya tercampur dengan hal-hal huzuzunnafsi, kepentingan atau tujuan diri sama ada disedari atau tidak disedari kerana kurang menyuluh hati.

Adakalanya amalan itu awal-awal lagi nawaitu atau niatnya telah rosak. Ibarat membuat rumah atau bangunan di atas lumpur maka awal-awal lagi rumah atau bangunan itu runtuh di awalnya lagi. Kalau tidak di awalnya, rosak pula di pertengahan jalan. Kadang-kadang di awal-awal dan di pertengahan jalan masih hatinya kerana Allah, tidak bercampur kerana kerana yang lain selain Allah Taala, tapi dia terjebak di hujung atau di akhir perbuatannya.

Di sini saya datangkan contoh bagaimana ia boleh terjadi.

A. Niat rosak di awal lagi.

Katalah kita hendak berdakwah di satu tempat pada hari sekian sekian.Sama ada kita yang membuat program itu,penduduk tempat itu menjemput kita. Hati kecil kita pun berkata:

“Ha! Inilah masanya aku akan popular.”
“Aku akan terkenal!”
“Adalah peluang duit poket!”
“Aku akan hentam puak-puak ini yang menjadi musuh aku selama ini.”
“Barulah mereka tahu siapa aku!”
“Padanlah muka mereka nanti!”

Usaha dakwahnya rosak sama sekali! Di awal-awal lagi sudah tidak ada keikhlasannya. Bukan kerana Allah Taala tapi kerana diri kita sendiri atau kerana tujuan menghentam, tapi kita menggunakan hak-hak Allah sebagai alat. Ini ibarat melukis di atas air atau membangunkan rumah di atas lumpur.

B. Rosak di pertengahan.

Bagaimana pula rosak di tengah-tengah atau di dalam perjalanannya.

Mula-mula memang dibuat kerana Allah. Hati berkata: “Aku wajib menyampaikan seruan Allah itu. Lebih-lebih lagi peluang sudah ada atau sudah terbuka.”

“Aku mesti mengisi program itu. Aku tidak ada apa-apa keuzuran. Kalau aku tidak mengisi program itu nanti Allah marah. Insya-Allah aku akan pergi berdakwah di tempat itu.”

Waktu sedang menyampaikan dakwah dengan petahnya, dengan bahasa yang indah, dalil-dalil dan hujah-hujah yang fasih, orang ramai pun mengangguk-angguk. Begitu ceria muka mereka mendengarnya dan menerima apa yang kita sampaikan menunjukkan ada respon dari orang ramai. Hati kita pun berbunga.

Syaitan pun menghembus-hembuskan ke dalam hati untuk kita lupa dengan Allah. Kita pun terasa luar biasa. Hati kita pun membisikkan kepada kita:

“Hebat aku ni!”
“Boleh tahan juga aku ini.”
“Payah juga orang lain hendak menandingi aku.”

Di pertengahan dia rosak. Rosak di dalam perjalanan. Keikhlasannya tadi telah diungkaikannya semula. Dia telah berkongsi niat di antara Allah dengan dirinya sendiri, syirik khafi.Ibadahnya atau kebaikannya berdakwah itu telah dibatalkan. Ibarat membuat rumah atau bangunan, sedang membinanya belum pun siap lagi telah diruntuhkan semula.

C. Rosak di hujung.

Di awalnya sebelum berdakwah itu niatnya sudah bagus. Dia hendak berdakwah di tempat dan masa sekian-sekian, tujuannya betul kerana Allah. Dia ingin menunaikan tanggungjawab untuk menyampaikan risalah Tuhan kepada umat. Apabila sampai masanya, berhadapan dengan orang ramai, dia pun menyampaikan dakwahnya.

Di waktu itu hatinya masih baik. Belum tergugat lagi. ‘Kerana Allah Taala’nya masih belum terungkai lagi. Tapi dalam perjalanan pulang dari majlis dakwah itu, ada kawan yang sama-sama berada di dalam keretanya pun bercakap:

“Ustaz bercakap tadi sedap betul.”
“Saya tengok orang ramai di majlis itu mengangguk saja tanda memberi respon.”
“Ustaz ni kalau terus-menerus boleh membuat dakwah ini, ustaz akan lebih lagi lincah dan matang.”

Hatinya terus berbunga. Ujub pun datang. Syaitan membisikkan di dalam hatinya bahawa dia orang yang mampu dan berkebolehan. Dia telah lupa kemampuan itu anugerah dari Allah Taala yang Maha Pengurnia. Patut dia malu kepada Tuhan kerana Allah Taala telah memberi dia berkebolehan di dalam
berceramah atau pidato.

Maka terbatal pula ibadahnya. Pahala dakwahnya malam itu telah terkorban. Ibarat membangunkan rumah atau bangunan, siap-siap sahaja rumah itu, ia pun runtuh.

Apa yang kita bawa ini adalah sebagai satu contoh. Kita bolehlah kiaskan kepada usaha-usaha dan kerja-kerja yang lain.

Apakah usaha dan kerja itu kita buat kerana Allah atau kerana kita seratus peratus atau bercampur kerana Allah dengan kerana kita.

Berdasarkan apa yang kita tulis ini, masya-Allah, terasa sungguh oleh kita susahnya untuk menjadi orang yang ikhlas, sedangkan ikhlas itu adalah roh ibadah. Penentu apakah ibadah-ibadah itu tertolak atau diterima.

Wahai Tuhan, rasanya kami belum berbuat apa-apa sebelum ini, kalaupun ada berbuat, sudah tentu payah sekali hendak mengelakkan daripada huzuzunnafsi ini. Iaitu ada tujuan kerana diri. Kalaulah bukan bantuan dan pimpinan-Mu Tuhan, rasanya sebarang amalan yang kami buat mungkin tertolak semuanya.

Para pembaca, di sinilah rahsianya mengapa kadang-kadang usaha dan perjuangan kita itu tidak berkesan, walaupun usaha sudah dilakukan, respon orang ramai pun ada, tapi kesannya tiada. Orang ramai tidak juga berubah dari dakwah kita itu. Apa yang diucapkan oleh mulut kita tidak sama di hati. Apa yang dicakapkan oleh mulut kita sudah cantik, tidak ada cacat celanya, tapi cacat di hati. Jadi apa yang diucapkan oleh mulut itu hanya jatuh di mulut orang ramai. Orang ramai memuji-muji kita,mengulas-ulas dan memperpanjang-panjangkan ceramah kita.Namun hati tidak berubah apa-apa kerana di sini terhijab bantuan daripada Allah Taala disebabkan niat atau hati kita telah rosak oleh mazmumah riyak dan lain-lain lagi. Di waktu itu sifat-sifat taqwa kita sudah ternafi. Allah Taala tidak akan menolong orang yang tidak bertaqwa.

Oleh itu marilah kita membuat kerja-kerja kebaikan dengan hati yang tunduk, yang tawadhuk, penuh malu kepada Tuhan, rasa takut dan cemas. Takut kalau-kalau amalan kita itu ditolak oleh Allah Taala. Firman Allah:

Maksudnya: “Ikhlas itu satu rahsia dalam rahsia-Ku, Aku titiskan ia dalam hati hamba-hamba-Ku yang Aku kasihi.” (Hadis Qudsi)

Maksudnya: “Sesungguhnya Allah Taala tidak memandang gambaran lahir kamu tapi dia melihat apa yang ada di dalam hati kamu.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Marilah kita berhati-hati moga-moga kita selamat.

Ya Allah, berilah kami selalu hidayah dan taufik-Mu agar perjalanan lahir dan batin kami berjalan selari menuju keredhaan-Mu, ya Allah!

Friday, January 22, 2010

Kubur Yg Paling Byk Penghuni Di Dunia

emel : Zamri keciks

Sekitar 10.000 keluarga filipina tinggal di perkuburan di manila.
Beberapa makam mewarisi dari keturunan nenek moyang serta sedara mereka dan sekarang tinggal di sana .

Sebagian dari provinsi lain dan tidak mampu untuk mendapatkan wang yg cukup untuk tinggal di kota besar,

terutama untuk keluarga yang tidak tahu harus tinggal dimana... Ini adalah gerbang depan alias pintu masuk menuju komplek pemakaman,




Aku bingung, ini mendoa'kan buat 2 si mati kuburan di depan atau asyik karaoke siap dgn tv.


Permainan Bola Volley di kuburan


Adek- adek tolong letakkan ditempatnya balik ya, itu bukan buat mainan sayang.....

jangan dibuat perkara yang bukan2 yaaa!!! Jenuh...!!!! Pulangkan ke tempat asalnya...




Tempat istirehat


Bersantai di kuburan bermain terup!

Mcm pemandangan di kampus , masing2 warganya punya loker sendiri.


TRAGIS benar nasib MARIO CACAYUMAN, sudah meninggal bukan nya diwangikan

Kamboja atau bunga setaman tapi sebaliknya diberi bauan sampah.

Ayuh mari karaoke!

Thursday, January 21, 2010

Ikhwan umum Dr Muhammad Badi' mursyidul am baru

I

KAHERAH, 20 Jan: Ikhwan Muslimin telah mengumumkan Mursyid Am barunya iaitu Dr Muhammad Badi’ Abdul Majid Samy, 67 tahun.

Beliau adalah Mursyid Am kelapan bagi jemaah Ikhwan Muslimin yang diasaskan oleh Mursyid Am Pertama, Imam Hasan Al-Banna pada tahun 1928.

Dr Muhammad Badi’ (GAMBAR) menggantikan Mursyid Am KeTujuh, Ustaz Mahdi Akef yang tidak berhasrat menyambung jawatannya apabila umurnya melebihi 80 tahun.

Dr Muhammad Badi’ dilahirkan pada 7 Ogos 1943 di Al-Mahalla Al-Kubra, negeri Al-Gharbiyah, Mesir. Isteri beliau bernama Sumaiyah Asy-Syanawy, bekas pengetua Madrasah Ad-Dakwah Al-Islamiyah di Bani Suef, Mesir.

Beliau adalah anak kepada Haji Muhammad Ali Asy-Syanawy yang merupakan generasi awal Ikhwan Muslimin dan termasuk yang dijatuhkan hukuman mati oleh kerajaan taghut Mesir dibawah Presiden Jamal Abdul Nasir pada tahun 1954 tetapi kemudiannya diringankan kepada penjara seumur hidup. Mereka dikurniakan tiga orang anak, Ammar, Bilal dan Dhuha.

Ustaz Mahdi Akef mengumumkan nama Dr Mohd Badi’ Abd Majid Saamy sebagai Mursyid Am Ikhwan Muslimin kelapan dalam sidang akhbar antarabangsa di Kaherah, Mesir jam 11.00 am (waktu Mesir) tadi.-Harakahdaily

ALQURAN & RECITATION

Quran Explorer - [Sura : 1, Verse : 1 - 7]