Email dari Zamri Keciks mengenai school bus in Japan and PakistanThursday, July 09, 2009
Tuesday, July 07, 2009
Amerika Masih Krisis
Setelah pada Februari silam presiden AS, Barack Obama mencanangkan stimulus ekonomi sebebsar $800 milyar, nyatanya pengangguran di AS masih sangatlah tinggi. Bulan Juni 2009 saja, angka pengangguran mencapai 9,5%—menurut Departemen Tenaga Kerja AS—lebih tinggi 2,5% daripada yang telah diprediksikan oleh Gedung Putih ketika peluncuran stimulus ini.
Sebagian menilai kenaikan ini lebih parah dibandingkan tanpa adanya stimulus. Tanpa stimulus, kemungkinan besar angka pengangguran hanya sampai 8,3% sampai Juni kemarin.
Obama sendiri mengatakan bahwa kemungkinan besar resesi ekonomi masih akan tetap terus berlanjut, dan angka pengangguran masih akan mencapai 10%. “Pada poin ini, tak ada seorang pun yang paham seberapa besar resesi ini nantinya.” Ujar Obama pada 21 Juni.
Menurut Obama, kunci utama dalam pemulihan perekonomian AS ini adalah untuk terus menggulirkan program stimulus ini lebih cepat lagi. (sa/cnsnews)
Ribuan Orang Mengiringi Pemakaman Pahlawan Jilbab
Kematian Marwa memicu kemarahan di kalangan komunitas Muslim di Jerman dan Mesir-negara asal Marwa-tetapi juga komunitas Muslim di berbagai negara. "Tidak ada Tuhan selain Allah dan orang-orang Jerman adalah musuh Allah," kata seorang warga Mesir yang ikut mengantarkan jenazah Marwa ke pemakaman.
"Kami akan membalas kematiannya. Barat, mereka tidak mau mengakui kita. Di sana ada rasisme," ujar Tarek Al-Sharbini, saudara lelaki Marwa.
Selain Marwa, suaminya juga menjadi korban dan sekarang masih dalam kondisi kritis di sebuah rumah sakit Dresden, Jerman. Suami Marwa secara tak sengaja terkena tembakan aparat saat sang suami mencoba melindungi istrinya yang diserang dengan senjata tajam oleh pemuda Jerman keturunan Rusia.
Peristiwa itu terjadi di ruang sidang di kota Dresden, saat Marwa akan memberikan kesaksian atas kasusnya. Marwa menuntut pemuda yang juga tetangganya itu ke pengadilan karena menyebutnya sebagai teroris hanya karena ia mengenakan jilbab. Marwa berada di Jerman mengikuti suaminya yang sedang melakukan riset dengan biaya beasiswa.
Menurut kakak lelaki Marwa, aparat mengira suami Marwa yang melakukan serangan sehingga petugas keamanan pengadilan itu menembaknya. "Para aparat keamanan itu berpikir, sepanjang orang itu tidak berambut pirang, maka dialah pelaku serangannya, dan mereka menembak suami Marwa," kata kakak lelaki Marwa.
Pemuda Jerman keturunan Rusia yang menyerang Marwa, bernama Alex W, 28, kini mendekam di penjara dan akan dikenakan tuduhan baru yaitu pembunuhan. Christian Avenarius, jaksa pengadilan Dresden mengatakan, Alex menusuk Marwa karena didorong rasa kebencian yang dalam terhadap Islam, karena sejak awal pengadilan, Alex yang berimigrasi ke Jerman tahun 2003 sudah mengungkapkan pernyataan-pernyataan anti-Islam dan anti-Muslim.
Dari wawancara di beberapa media Mesir, keluarga Al-Sharbini di Mesir mengatakan bahwa pelaku penusukan sudah sering menghina dan melecehkan Marwa, bahkan pernah mencoba melepas jilbab Marwa. Ibu Marwa, Laila Shams mengungkapkan, Marwa juga kesulitan mendapat kerja di Jerman karena ia mengenakan jilbab.
"Suatu kali, Marwa pernah disuruh melepas jilbab jika ingin mendapatkan kerja, tapi Marwa menolaknya," kata sang ibu.
Menanggapi kasus Marwa, Jubir pemerintah Jerman Thomas Steg mengatakan bahwa insiden ini berlatar belakang rasial dan pemerintah mengutuk keras pelakunya. Pemerintah Jerman baru bersuara atas kasus ini, setelah komunitas Muslim di negara itu mengecam pemerintah dan para politisi di Jernam yang diam saja atas kasus tersebut.
Menyindir sikap pemerintah dan para politisi di Jerman, harian independen di Mesir, El-Shorouk menulis, kalau korbannya Yahudi, barulah dunia gempar. Seorang bloger Mesir bernama Hicham Maged dalam blognya menulis,"Mari kita bayangkan, jika kondisinya dibalik, korban adalah orang Barat yang ditusuk di dunia atau di salah satu negara Timur Tengah oleh seorang Muslim ekstrim."
Atas insiden yang menimpa Marwa, Asosiasi Farmasi Mesir sudah menyerukan boikot terhadap obat-obatan dari Jerman.
Pemerintah Mesir belum mengeluarkan pernyataan atas peristiwa yang menimpa warga negaranya. Belum jelas apakah pemerintahan Husni Mubarak akan menuntut pemerintah Jerman bertangung jawab atas kasus ini. (ln/aljz/isc)
PBB: Hanya Taliban Memerangi Narkotik di Afghanistan
Selama ini, berita yang banyak beredar di media-media internasional mengatakan bahwa Taliban berada di belakang peredaran ganja (opium) dan narkoba lainnya di Afghanistan. Pejabat pengendalian narkoba PBB malah mengeluarkan pernyataan yang menentang perihal itu.
Menurut tim PBB yang berjumlah 12 orang itu, sebaliknya Taliban adalah satu-satunya kelompok yang aktif memerangi peredaran dan penjualan narkoba di Afghanistan. Saat ini, Afghanistan menjadi satu-satunya negara dengan produksi opium terbesar di dunia. Tahun kemarin saja, Afghanistan memproduksi 4.000 ton opium dan merupakan penyuplai lebih dari 75% narkoba di dunia.
“Kami bukan menduga-duga, tapi kami sudah melihat buktinya sendiri.” Ujar Bernard Frahi, ketua wilayah PBB untuk Afghanistan dan Pakistan. Pernyataan Frahi itu juga didukung dengan foto-foto. Menurut laporan PBB, di provinsi Nangarhar misalnya, sekitar 12.600 akre merupakan lading ganja dan semuanya itu telah dimusnahkan oleh Taliban. “Taliban sangat serius dalam hal ini.” Ujar Frahi.
Saat ini, menjual ganja memang menjadi pilihan kebanyakan rakyat Afghanistan. Situasi yang sulit, ditambah karena mudahnya menjual ganja, membuat rakyat Afghanistan tak berpikir panjang dalam menanam opium. Satu kali panen, seseorang yang mempunyai ladang ganja bisa mendapatkan $1.100, jumlah yang sangat banyak tentunya.
Para diplomat Barat di Pakistan mengatakan bahwa selama ini Taliban lah yang mengendalikan harga opium di pasaran. Namun Frahi telah mematahkan tuduhan Barat ini.
Mullah Mohammed Omar, pemimpin Taliban, telah dengan tegas melarang opium karena bertentangan dengan ajaran Islam dan merusak generasi muda. Sebaliknya, Taliban aktif mengganti ladang opium menjadi ladang gandum dan bawang. “Kami akan tetap memerangi narkoba, tak peduli apakah kami diperangi dunia internasional ataupun tidak,” paparnya. “ganja selamanya dilarang di negeri ini.” (sa/opioids)
Sunday, July 05, 2009
Tentera Israel mengaku bunuh gadis 17 Tahun
Jumaat , 03/07/2009 – Tentera Israel mengaku membunuh gadis berumur 17 tahun dari Gaza pada hari Selasa dan mencederakan 11 yang lain dalam satu operasi tentera di Gaza. Pada awalnya tentera Israel menuduh pejuang Palestin yang bertanggungjawab tetapi selepas siasatan terbukti gadis tersebut dibunuh hasil tembakan tentera Israel.
Sumber tentera Israel melaporkan mereka melepaskan tembakan mortar ke arah penyerang dari Gaza selepas mereka di serang semasa mengawal sempadan Gaza, yang mengakibatkan gadis tersebut maut dan 11 lagi cedera. Kemungkinan penyerang tersebut amat hampir dengan orang awam. Kemungkinan yang lain, kesilapan teknikan semasa menembak mortar tersebut. Penyiasatan masih dijalankan.
sumber : http://www.imemc.org
penterjemah : anonymous
Kempen antarabangsa bebaskan ahli parlimen.
Rabu, 02/07/2009 – ‘Kempen bebaskan ahli parlimen yang diculik’ dalam penjara Zionis telah menganjurkan satu bantahan besar-besaran dengan mendapat sambutan besar daripada pihak-pihak rasmi dan rakyat. Antara yang hadir ialah Perdana Menteri, Ismail Haneyya dan beberapa menteri majlis perundangan, ahli-ahli parlimen, setiausaha-setiausaha agung pelbagai fraksi Palestin, beberapa tokoh rasmi, akademik, orang-orang kenamaan dan sebilangan besar gerakan wanita Islam di Gaza.
Setiausaha agung kempen tersebut, Mushir al-Misri menegaskan dalam ucapannya ketika bantahan tersebut pada Rabu (1/7) bahawa objektif daripada pelancaran kempen tersebut ialah bagi menyedarkan orang ramai tentang isu ahli-ahli parlimen yang ditahan dalam penjara Zionis, serta mendedahkan segala kezaliman dan kekejaman yang dilakukan terhadap para wakil rakyat Palestin yang sah setelah mereka dihumban ke dalam penjara lebih 3 tahun.
Al-Misri mengisytiharkan pelancaran kempen tersebut di dalam internet dalam dua bahasa iaitu Inggeris dan Arab menggunakan alamat www.freeplc.org
sumber : http://www.palestine-info.info/ar/
penterjemah : muhajir
Israel terputus bantuan kewangan dari Belgium.
Rabu, 02/07/2009 – Kumpulan Kewangan Belgium-Perancis, Dexia telah mengisytiharkan untuk menghentikan semua bantuan kewangan bagi penempatan Yahudi di Tebing Barat yang diduduki melalui bank cawangannya di Israel.
Keputusan itu datang hasil kempen yang tidak mengenal lelah di Belgium. Kempen itu telah disokong oleh NGO, pihak berkuasa tempatan, kesatuan-kesatuan sekerja, parti politik dan beberapa pertubuhan lain di Belgium.
Pentadbiran Bank menyatakan yang ia mendapati pembiayaan penempatan Israel dalam wilayah yang diduduki itu melanggar kod etikanya sendiri dan memutuskan untuk berhenti memberikan pinjaman kepada Israel.
Bank itu didesak oleh pertubuhan-pertubuhan dan institusi-institusi aktif bagi menyokong hak-hak Palestin. Kempen itu berterusan selama sebulan dan mengakibatkan bank menghentikan semua pembiayaan kewangan bagi penempatan Yahudi.
sumber : http://www.imemc.org
penterjemah : hijjaz_79
Saksi di Gaza diancam jika menyalur maklumat.
Rabu, 02/07/2009 – Ketua Jawatankuasa Penyelidik PPB, Richard Goldstone, menyatakan ramai yang ingin ke depan dalam menyalurkan maklumat berkenaan keganasan Zionis-Israel di Gaza tetapi terpaksa mengundur di saat akhir kerana bimbang keselamatan mereka akan diancam. Goldstone amat terkesan dengan kes-kes keganasan yang diceritakan secara mendalam.
Delegasi yang diketuai Goldstone itu mendengar rintihan daripada mereka yang kehilangan ahli keluarga dan seluruh mereka yang menyaksikan kehancuran Gaza.
sumber : http://www.palestine-info.co.uk/en/
penterjemah : abu awatif
Yahudi Boleh Membunuh Laki-Laki, Perempuan, Anak-Anak dan Ternakan Orang Arab
Seperti kebanyakan rabi Chabad-Lubavitch lainnya, Manis Friedman sangat membenci orang Arab. Chabad-Lubavitch adalah sebuah aliran dalam ajaranYahudi yang berpusat di AS. Setiap waktu Friedman berkelana dari satu tempat ke tempat lainnya di seantero AS untuk menyampaikan kuliahnya tentang Yahudi. Ia adalah juru bicara Chabad, yang sangat terkenal di AS.
Friedman yang banyak membantu artis-arti Hollywood meyakini Yahudi, seperti Bob Dylan, seringkali membicarakan tentang kasih sayang dan Tuhan di kalangan Yahudi dan Kristen AS, namun tanpa malu menganjurkan sebaliknya terhadap bangsa arab.
”Satu-satunya cara untuk menghancurkan moral musuh bagi Yahudi adalah dengan menghancurkan tempat suci mereka, bunuh semua orang, lelaki, perempuan, anak-anak dan juga ternak mereka.” demikian Friedman. Friedman berargumen bahwa Israel berkeyakinan jika “tak ada korban sipil, tak ada anak kecil yang tertembak, tak ada kesalahan yang disengaja, dan kenyataannya, tak ada perang sama sekali.”
Rabi Friedman dengan terang-terangan suatu kali mengaku bahwa ia sama sekali tidak memercayai moral bangsa Barat. Nadine Epstein, editor Moment, mengatakan bahwa ia menerima banyak surat yang berisi cacian kepada sang rabi karena komentarnya itu. Komentar Friedman yang seharusnya bersifat tertutup ini, kontan membuat Chabad-Lubavitch kebakaran jenggot. Mereka berusaha untuk menutupinya.
Gerakan Chabad Yahudi memang dikenal sebagai sebuah gerakan garis keras terhadap rakyat Palestina. Salah seorang rabi yang lain, Menachem Mendel Chneerson, menolak berdamai dengan Palestina.
Rabi Moshe Feller, berasal dari Minnesota, mengatakan bahwa Yahudi mempunyai kewajiban untuk membela diri, termasuk membunuh musuhnya untuk semua alasan. Steve Hunegs, ketua Komunitas Yahudi di Minnesota dan Dakotas mengatakan bahwa pandangan Friedman merupakan pandangan umum dari orang-orang Yahudi, namun tak sebenarnya tak boleh dikatakan di depan publik. (sa/hrtz)
Jilbab, Di Istanbul
Adzan pun harus menggunakan bahasa Turki. Simbol-simbol Islam dilarang. Tidak boleh digunakan. Agama tidak boleh lagi mendasari kehidupan. Al-Qur’an dan as-Sunnah dilarang diajarkan. Para ulama diasingkan keluar Turki. Sampai sekarang Turki konstitusinya tetap berdasarkan nilai sekulerisme.
Turki penduduknya 99 persen muslim sunni. Perjalanan panjang bangsa Turki sepertinya tak pernah melupakan keyakinan yang pernah dimilikinya, Islam. Betapapun bangsa Turki pernah menghadapi hantaman yang sangat keras dari sistem pagan, yaitu sekulerisme. Perlahan-lahan agama kembali hidup, di hati bangsa Turki. Rentang waktu sejak jatuhnya Khilafah Otsmaniyah di tahun 1924, dan bangkitnya kembali prinsip-prinsip Islam, memang memerlukan waktu. Tapi, tidak sampai memerlukan 100 tahun. Islam mulai menampakkan sinarnya, di negara yang terbelah oleh selat Borporus.
Sepertinya, kebanggaan pada masa lalunya, yang penuh dengan kejayaan Islam, menjadi modal bangsa Turki, bangkit kembali, dan menyinarkan kebangkitan Islam. Bangsa Turki mewarisi masa lalu, sebagai bangsa besar, dan pernah memimpin dunia, ketika negeri itu dibawah kekuasaan Khilafah Islam. Dan, berlangsung berabad-abad. Maka, kepemimpin Turki di pentas global, khususnya bagi dunia Islam, mulai terasa.
Sekarang, pertemuan, konferensi, seminar internasional, dari pergerakan Islam, dan lembaga-lembaga dunia, yang memiliki relasi dengan Islam, berlangsung. Konferensi yang berkaitan dengan dunia Islam, seperti masalah Palestina, Afghanistan, Iraq, Kurdi, Somalia, Sudan Selatan, pernah di gelar di Istambul, yang dulunya merupakan pusat Kekaisaran Byzantium. Turki menjadi tempat ajang membicarakan semuanya persoalan umat Islam.
Turki mempunyai perhatian yang besar terhadap persoalan umat Islam. Sentakan yang sangat mengejutkan masyarakat dunia, dan dunia Islam, ketika berlangsung Konferensi Internasional, yang membahas ekonomi global, di Davos (Swiss), di mana Perdana Turki Recep Tayyib Erdogan berhadapan dengan Presiden Israel Simon Perez,dan mengkritik Simon Perez, serta mengatakan, ‘Anda tidak pernah mau mendengarkan’, tegas Erdogan. Kemudian, dia meninggalkan konferensi itu, serta kembali ke Istanbul. Erdogan dielukan-elukan rakyatnya seperti pahlawah.
Bangkitnya kembali Islam di Turki, tak terlepas dari peran dua tokoh kunci, yaitu Perdana Turki, Recep Tayyib Erdogan, dan Presiden Abdullah Gul. Keduanya secara perlahan-lahan mengangkat kembali Islam, di ranah kehidupan. Pembelaannya jelas. Kedua tokoh itu mampu berdialog dengan semuanya tokoh dunia. Tidak dalam posisi yang ‘rendah’, dan juga merasa ‘inferior’. Keduanya bisa berbicara dengan Obama, David Brown, Engela Merkel, Sarkozy,dan Manuel Baroso, secara terhormat dan didengarkan.
Melalui, Partai AKP yang dalam pemilu 2007, memenangkan suara 46.7 persen, dan mendapatkan 440 kursi di parlemen, Partai AKP, berhasil mengubah Turki menjadi ‘the center power’, yang menghadapi dinamika dan perubahan global, serta Turki akan menjadi anggota Uni Eropa. Kebangkitan Islam di Turki, berpengaruh sampai ke Balkan, dan Asia Tengah, yang selama ini berada dibawah pengaruh Soviet.
Arus Islam terus mulai merambah perlahan-lahan dalam kehidupan. Turki yang sampai sekarang masih menganut sistem sekuler. Akhirnya, tak dapat menolak nilai-nilai dan simbol Islam. Istana Dolmabache yang menjadi simbol kekuasaan di Turki itu, sekarang dihuni oleh ibu negara, Hayrunnisa Gul, yang menggunakan jilbab. Jilbab telah masuk istana Dolmabache. Jilbab yang diharamkan dalam sistem sekuler, kenyataannya sekarang telah ada di istana. Hayrunnisa yang menikah dengan Abdullah Gul, tahun l980 itu, sehari-hari dalam acara resmi, tidak pernah meninggalkan jilbab. Adakah ini sebuah perubahan besar?
Bagaimanapun ini sebuah perubahan. Istri seorang presiden yang masih menganut sistem konstitusinya sekuler, sehari-hari menggunakan jilbab. Sebuah simbol Islam telah berada di istana, yang konstitusinya melarangnya.
Tentu, tak kalah penting lagi, Perdana Menteri Erdogan, yang merupakan tokoh utama dalam perubahan di Turki, istrinya yaitu, Emine Erdogan, juga menggunakan jilbab. Emine yang nenek moyang masih keturunan Arab ini, sekarang menjadi simbol muslimah Turki, selain Hayrunnisa Abdullah Gul, yang menempati istana Dolmabache. Wanita-wanita muslimah di Turki sekarang ini, mereka mengikuti Hayrunnisa dan Emine, yang keduanya menjadi simbol bagi kebangkitan Islam di Turki.
Erdogan yang pernah menjadi Walikota Istanbul, sejak tahun l994-l998 itu, berhasil menciptakan perubahan besar bagi kehidupan rakyat di Istambul. Masjid-masjid kembali semarak dan digunakan tempat shalat.
Perjuangan muslimah di Turki, sangat luar biasa, mengembalikan ajaran Islam, yaitu menutup aurat (al-Qur’an : An-Nur : 31). Dan, Pemerintahan Erdogan berusaha keras, melalui perubahan undang-undang Turki yang sekuler itu, diubah, yang memungkinkan dibebaskan seluruh kampus dan lembaga pemerintahan, agar wanita muslimah dapat mengenakan jilbab.
Tapi, ini sebuah isu yang sangat sensitip,karena selalu mendorong militer dan partai sekuler di Turki, menolak, dan bahkan belakangan ini muncul konspirasi untuk menjatuhkan Pemerintahan Erdogan, karena dituduh melakukan Islamisasi, yang akan menghancurkan sistem sekuler, yang dibangun oleh Kemal At-Turk.
Musik Rap Islami Mengguncang Amerika
Pernah mendengar nama Soldiers of Allah, atau biasa disebut SOA? Tenang, ini bukan grup teroris baru saingan Al Qaidah (yang entah ada dimana dan siapa). SOA adalah sebuah grup rap atau hip-hop asal Amerika. Sesuai dengan namanya, mereka mengenalkan nilai-nilai Islam lewat lagu-lagunya yang lebih mirip berceloteh.
SOA sendiri berasal dari Los Angeles, California, dan dalam lima tahun belakangan ini cukup mengejutkan industri musik Amerika. Album terakhir mereka, 1924, menjadi salah satu album yang paling sukses. Dalam lagu-lagunya, mereka tidak tanggung-tanggung, selain membicarakan nilai-nilai Islam, juga banyak menceritakan sejarah Islam, Khilafah, dan juga tokoh-tokoh besar Islam di masa lampau seperti Salahuddin, Khalid bin Walid, atau Harun al-Rashid.
SOA tidak sendirian. Mereka diikuti oleh Mecca2Medina, Poetic Pilgrimage, serta masih banyak grup rap lainnya. Dua nama terakhir berasal dari Inggris, namun cukup bunyi di Amerika dan dunia musik internasional. Saat ini memang, grup-grup rap Islami banyak bermunculan di Amerika, dan trend ini dengan sendirinya menunjukan minat masyarakat AS terhadap Islam.
Saat ini, yang tengah naik daun adalah Hamza Perez, seorang penyanyi dari Puerto Rico namun sangat terkenal di dunia rap Amerika. Ia baru saja mengeluarkan karya bertitel “New Muslim Cool”, sebuah film dokumenter.
Hamza Perez asalnya seorang penyanyi rap yang lekat dengan dunia narkoba. Dalam dunia rap Amerika, hampir bisa dipastikan, drugs dan seks selalu menjadi bagian besarnya. Hamza tampaknya merasa putus asa bagaimana menghentikan ketergantungannya pada dua hal itu, namun ketika ia memeluk Islam, ia serta-merta berhenti. Sesuatu yang aneh, menurut Hamza. “Namun, saya tidak bisa berhenti dari musik hip-hop!” tandasnya.
Setelah masuk Islam, Hamza baru tahu banyak kejadian yang merugikan Islam. Misalnya saja, FBI seringkali menghancurkan masjid-masjid tanpa ada alasan. Ia dijebloskan ke penjara, namun di hotel Prodeo itu, Hamza mengajarkan Islam kepada para tahanan yang lain. “Sekarang, bagi saya, karena saya tidak bisa berhenti dari musik, maka musik saya sepenuhnya jalan dakwah saya.” ujarnya.
Saat ini, para penyanyi rap dan hip-hop Muslim di Amerika lebih banyak tinggal di daerah Bay-Area. Menurut Tyson Amir-Mustafa, 29, seorang warga San Jose yang telah merilis empat album rap Islami, Islam masih sangat baru di daerah itu, tapi berkembang sangat cepat.
Menurut Mustafa, sangat sulit untuk menciptakan sebuah lagu rap Islami. Karena, seperti yang diketahui, Islam bukanlah sebuah agama yang membebaskan perbuatan dan perkataan kotor, sedangkan rap sudah identik dengan sumpah serapah dan caci maki. Namun, satu hal yang membuat Mustafa dan para rapper lainnya menjadi terbuka, tema yang bisa diangkat dalam Islam menjadi sangat luas. “Kalau Anda ingin mengetahui perbedaan Islam dengan agama lainnya, dengarkanlah musik kami. Musik rap kami mempunyai integritas.” jelasnya.
Tampaknya, seperti zaman yang kini sedang berkembang, musik rap Islami akan menjadi alternatif yang semakin banyak dipilih oleh masyarakat Amerika, sekaligus juga mengenalkan dan mengajak orang kepada Islam, sebuah agama yang jauh sama sekali dari kata teror. (sa/sndycrncl)
Komandan Pasukan Inggris Terkorban di Afghanistan
Kementerian pertahanan Inggris dalam keterangannya mengatakan, Letnan Kolonel Rupert Thorneloe, 40, tewas setelah kendaraan tempur jenis Viking dihancam bom. Viking adalah kendaraan tempur pelacak kebanggaan Inggris yang disebut-sebut mampu menangkal serangan bom yang ditanam di jalan-jalan. Tapi kali ini nasib sial menimpa kendaraan yang saat itu sedang dikendarai oleh Letkol Thorneloe.
Kematian Letkol Thorneloe menjadi pukulan keras bagi militer Inggris. Karena baru kali ini, militer Inggris kehilangan anggotanya di level komandan dalam zona pertempuran, sejak perang Falkland Islands dengan Argentina tahun 1982 lalu. Selain Lerkol Thorneloe, seorang prajurit Inggris bernama Joshua Hammond yang masih berusia 19 tahun juga tewas dalam insiden itu, beserta enam prajurit lainnya yang mengalami luka berat dan diduga akan menambah jumlah korban yang tewas.
"Kematian ini merupakan tamparan keras bagi pasukan tempur Garda Welsh dan bagi seluruh jajaran kemiliteran Inggris, kata Jenderal Sir Richard Dannatt, kepala staff dan pimpinan angkatan bersenjata Inggris.
Sejak Inggris bersama pasukan koalisi pimpinan AS melakukan agresi ke Afghanistan tahun 2001, militer Inggris sudah kehilangan 171 tentaranya. Di provinsi Helmand, pasukan koalisi melakukan operasi Khanjar untuk melawan para militan Taliban. Dalam operasi itu, militer AS mengerahkan sekitar 4.000 pasukan ditambah 650 pasukan dari militer Afghanistan. Operasi-operasi militer pasukan koalisi di Afghanistan, tidak mampu membungkam perlawanan Taliban karena Taliban malah makin mengintensifkan perang gerilyanya dan berhasil menewaskan banyak tentara asing. (ln/prtv)